Suratno (2010) Pengaruh strategi kooperatif jigsaw dan reciprocal teaching terhadap keterampilan metakognisi dan hasil belajar biologi siswa SMA berkemampuan atas dan bawah di Jember / Suratno. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK Suratno. 2009. Pengaruh Strategi Kooperatif Jigsaw dan Reciprocal Teaching terhadap Keterampilan Metakognisi dan Hasil Belajar Biologi Siswa SMA Berkemampuan Atas dan Bawah di Jember. Disertasi. Program Studi Pendidikan Biologi Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. A.D Corebima M.Pd. (II) Prof. Dra. Herawati Susilo M.Sc. Ph.D. (III) Dr. Endang Susantini M.Pd. Kata kunci Jigsaw Reciprocal Teaching metakognisi biologi Biologi sebagai salah satu bidang IPA menyediakan berbagai pengalaman belajar yang menuntut siswa menjadi pebelajar mandiri (self-regulated learner). Aspek penting yang sering dilupakan adalah keterampilan metakognisi. Keterampilan metakognisi dapat membantu siswa menjadi pebelajar mandiri. Pebelajar mandiri bertanggung jawab terhadap kemajuan belajarnya. Salah satu strategi pembelajaran yang berpotensi dapat meningkatkan keterampilan metakognisi dan hasil belajar adalah strategi Jigsaw dan strategi Reciprocal Teaching (RT). Tujuan penelitian ini 1) mengetahui pengaruh strategi pembelajaran terhadap keterampilan metakognisi dan hasil belajar kognitif 2) mengetahui pengaruh kemampuan akademik terhadap keterampilan metakognisi dan hasil belajar kognitif dan 3) mengetahui pengaruh interaksi strategi pembelajaran dan kemampuan akademik terhadap keterampilan metakognisi dan hasil belajar kognitif. Rancangan penelitian adalah kuasi eksperimen desain faktorial 4 x 2. Prosedur eksperimen Pretest-Postest Nonequivalent Control Group Design. Variabel bebas adalah strategi pembelajaran dan kemampuan akademik. Variabel terikat adalah keterampilan metakognisi dan hasil belajar. Populasi penelitian semua siswa kelas X SMA Negeri dan Swasta di Jember tahun pelajaran 2008/2009. Penarikan sampel dengan teknik cluster random sampling untuk menentukan delapan sekolah tempat penelitian. Setiap sekolah diambil satu kelas secara acak sehingga didapatkan delapan kelas. Sampel penelitian 33 3% siswa berkemampuan akademik atas (AA) dan 33 3% siswa berkemampuan akademik bawah (AB). Sampel berkemampuan AA 110 siswa dan berkemampuan AB 110 siswa sehingga total sampel 220 siswa. Keterampilan metakognisi diukur dengan inventori dan rubrik. Hasil belajar kognitif diukur dengan tes bentuk soal tes esay. Sebelum instrumen digunakan terlebih dahulu dilakukan uji coba untuk mengetahui validitas reliabilitas tingkat kesukaran dan daya beda. Data keterampilan metakognisi dan hasil belajar diambil saat pretes dan postes. Analisis data berupa analisis deskriptif dan uji hipotesis dengan analisis kovarian (anakova) dilanjutkan dengan Least Significance Difference (LSD). Sebelum uji anakova dilakukan terlebih dahulu dilakukan uji asumsi yang meliputi uji normalitas data dan uji homogenitas varian. Uji normalitas menggunakan uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov. Uji homogenitas menggunakan Levene s Test of Equality of Error Variances. Uji hipotesis dengan taraf signifikansi 0 05 (P 0 05). Untuk membantu penghitungan analisis digunakan paket analisis komputer program SPSS for Window versi 16.0 Hasil penelitian menunjukkan 1) Strategi pembelajaran berpengaruh terhadap keterampilan metakognisi siswa. 2) Tidak ada perbedaan keterampilan metakognisi siswa yang diukur dengan inventori pada kemampuan AA dan kemampuan AB. 3) Terdapat perbedaan keterampilan metakognisi siswa yang diukur dengan rubrik pada kemampuan AA dan kemampuan AB. 4) Tidak ada perbedaan hasil belajar kognitif kemampuan AA dan kemampuan AB. 5) Tidak ada pengaruh interaksi strategi pembelajaran dengan kemampuan akademik terhadap keterampilan metakognisi. 6) Tidak ada pengaruh interaksi strategi pembelajaran dengan kemampuan akademik terhadap hasil belajar kognitif. Strategi Jigsaw strategi RT dan strategi Gabungan (Jigsaw-RT) dapat meningkatkan keterampilan metakognisi dan hasil belajar kognitif siswa. Strategi Gabungan (Jigsaw-RT) terbukti handal meningkatkan keterampilan metakognisi dan hasil belajar kignitif siswa setara dengan strategi Jigsaw dan strategi RT. Interaksi Strategi Jigsaw strategi RT dan strategi gabungan (Jigsaw-RT) dengan kemampuan akademik dapat mengurangi jarak kesenjangan keterampilan metakognisi dan hasil belajar kognitif kemampuan AA dan kemampuan AB. Sebaiknya guru mencoba mengimplementasikan strategi Gabungan (Jigsaw-RT) dalam pembelajaran biologi dan guru hendaknya memanfaatkan kemampuan akademik siswa dalam menyusun kelompok diskusi agar pembelajaran berlangsung efektif dan efisien. Pengukuran keterampilan metakognisi dengan rubrik merupakan alternatif terbaik. Perlu dipertimbangkan kebijakan remedial teaching yang dalam pelaksanaanya sering dilakukan melalui remedial test diganti optimalisasi pembelajaran yang telah terbukti meningkatkan hasil belajar siswa. Penerimaan siswa baru perlu mempertimbangkan aspek heterogenitas kemampuan akademik siswa.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Departemen Biologi (BIO) > S3 Pendidikan Biologi |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 10 Feb 2010 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2010 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/64579 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
