Setyadin, Bambang (2010) Pengaruh pembelajaran organisional budaya organisasi sekolah, kepemimpinan terhadap motivasi dan perubahan organisional dalam peningkatan kinerja SMAN di Jawa Timur / Bambang Setyadin. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK Setyadin Bambang. 2009. Pengaruh Pembelajaran Organisasional Budaya Organisasi Sekolah Kepemimpinan Terhadap Motivasi dan Perubahan Organisasional Dalam Peningkatan Kinerja SMAN di Jawa Timur. Disertasi Program Pascasarjana (S3) Program Studi Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. H.A. Sonhadji KH MA. PhD (II) Prof. Dr. Salladien (III) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo M.Pd Kata kunci perubahan organisasional kinerja pembelajaran organisasional kepemimpinan budaya organisasi motivasi kerja Secara strategis suatu organisasi bisa bertahan berkompetisi dan berorientasi global harus dapat memanfaatkan fungsi organisasinya dengan pembelajaran organisasional agar supaya terjadi perubahan organisasional yang pada muaranya dapat meningkatkan kinerja organisasi. Sekolah sebagai organisasi agar bisa maju-berkembang sepatutnya melakukan konsolidasi diri dengan melakukan perubahan-perubahan organisasional. Untuk melakukan perubahan organisasional harus dimulai dari pembelajaran organisasional yang dibingkai dalam suasana kepemimpinan sekolah yang kondusif dengan tetap berpegang pada budaya organisasi sekolah. Selain itu juga harus meningkatkan motivasi para stakeholder sekolah yang pada akhirnya bisa melakukan perubahan organisasional sekolah dan pada ujungnya dapat meningkatkan kinerja sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan hubungan multivariat pembelajaran organisasional budaya organisasi kepemimpinan sekolah serta motivasi kerja personel sekolah dengan perubahan organisasional sekolah dan kinerja SMAN di Jawa Timur (Jatim). Selain itu juga untuk menjelaskan pengaruh faktor-faktor pembelajaran organisasional budaya organisasi kepemimpinan sekolah terhadap motivasi kerja personel SMAN di Jatim. Sebagai landasan untuk mengkonstruksi hipotesis penelitian digunakan Grand Theory Kurt Lewin (1922) dengan pendekatan Teori Kinerja Teori Perubahan Teori Motivasi Teori Kepemimpinan Teori Pembelajaran Organisasional dan Teori Budaya Organisasi yang dikemukakan beberapa ahli seperti Luthans (1995) Sergiovanni (1991) Hanson (1991) Steers (1985) Robbins (1984) McClelland (1976) Senge (1996) dan lain sebagainya. Berdasar atas upaya pencapaian tujuannya desain penelitian ini merupakan causal explanation yaitu bermaksud menjelaskan keterkaitan hubungan antar multivariat sehingga akhir dari proses penelitian ini adalah menguji dan mengembangkan model hubungan multivariat tersebut. Populasi penelitian ini adalah SMAN se Jatim yang berjumlah 329 sekolah dari 38 daerah Kota dan Kabupaten yang ditetapkan areanya. Jumlah sampel sekolah ditetapkan sebanyak 179 sekolah berdasarkan Tabel Krejcie 2 dan Morgan. Sedangkan responden terdiri atas Kepala Sekolah Ketua Komite Sekolah Guru Staf Administrasi Murid dari 179 unit SMA sehingga jumlah responden keseluruhannya adalah 895 orang. Untuk menentukan anggota sampel penelitian dilakukan berdasar jumlah sekolah dan murid sehingga dapat disebut Area Random Sampling. Instrumen untuk mengumpulkan data penelitian adalah angket yang teruji validitas dan reliabilitasnya sebesar 0 685. Adapun unit analisis yang dijadikan dasar untuk pengolahan data adalah unit sekolah sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan Structural Equation Modeling (SEM). Studi ini pada akhirnya menyimpulkan bahwa 1) Taraf Kinerja Perubahan Organisasional Motivasi Kerja Kepemimpinan Budaya Organisasi dan Pembelajaran Organisasional pada SMAN di Jatim termasuk dalam kategori sedang atau cukup 2) Kinerja SMAN di Jatim hanya dipengaruhi secara langsung derajat motivasi kerja para personel sekolah dan secara tidak langsung dipengaruhi oleh upaya pembelajaran organisasional dan situasi kepemimpinan yang kondusif berlatar budaya organisasi sekolah 3) Perubahan organisasional SMAN di Jatim akan terwujud bilamana secara langsung ataupun tidak langsung ada upaya pembelajaran organisasional dalam situasi kepemimpinan yang berbasis budaya organisasi dan dilandasi oleh motivasi kerja para personel sekolah 4) Upaya pembelajaran organisasional dan suasana kepemimpinan sekolah yang dilandasi langsung oleh budaya organisasi berpengaruh langsung secara signifikan terhadap derajat motivasi kerja para personel SMAN di Jatim 5) Budaya organisasi sekolah menjadi akar kultural bagi kepemimpinan SMAN di Jatim. Atas dasar kesimpulan tersebut peneliti menyampaikan rekomendasi kepada 1) Para akademisi hendaknya mengembangkan teori kepemimpinan budaya organisasi pembelajaran organisasional dan kinerja organisasi dalam perspektif dinamika organisasi yang memuat tahapan-tahapan prosesnya melalui praktik riset yang mendalam dan kritis terhadap asumsi-asumsi teoretiknya 2) Para pejabat Depdiknas/Disdik Propinsi Jatim hendaknya lebih memfokuskan pada peningkatan fungsi pelayanan kordinasi mereduksi regulasi memberi diskresi dan solusi atas segala permasalahan yang dihadapi oleh SMAN di Jatim 3) Para Kepala SMAN hendaknya menjabarkan visi dan misinya ke dalam rencana kerja beserta parameter keberhasilannya sehingga para personel sekolah memahami dan tergerak untuk bertanggung jawab secara kolektif 4) Para stakeholder sekolah agar supaya membangun kesadaran kolektif untuk pro aktif dalam memajukan dan mengembangkan sekolah berbasis budaya lokal dengan mendarmabhaktikan dana tenaga dan pikiran kepada sekolah khususnya demi masa depan anak bangsa
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Administrasi Pendidikan (AP) > S3 Manajemen Pendidikan |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 02 Mar 2010 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2010 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/63827 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
