Fathoni, AB. Musyafa' (2009) Peningkatan kualitas pendidikan melalui sistem penjaminan mutu (studi multi situs di SD Al Falah Tropodo 2 Sidoarjo, SDIT Bina Insani Kediri, SDIT Al Hikmah Blitar) / AB. Musyafa' Fathoni. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK Fathoni AB. Musyafa Peningkatan Kualitas Pendidikan Melalui Sistem Penjaminan Mutu (Studi Multi Situs di SD Al Falah Tropodo 2 Sidoarjo SDIT Bina Insani Kediri dan SDIT Al Hikmah Blitar). Disertasi Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof.Dr.Willem Mantja (2) Prof.Dr. Salladien (3) Prof.Dr.Ibrahim Bafadal M.Pd. Kata kunci mutu standar mutu penjaminan mutu sekolah dasar Islam Dalam kehidupan yang penuh kompetisi seperti ini tuntutan masyarakat terhadap kualitas semakin tinggi termasuk tuntutan terhadap kualitas sekolah. Hal tersebut dikarenakan masyarakat masih yakin sekolah mampu menjawab dan mengantisipasi berbagai tantangan masa depan. Dalam konteks inilah beberapa sekolah berupaya menerapkan sistem penjaminan mutu untuk memberikan kualitas layanan pendidikan terbaiknya untuk masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang komprehensip tentang pemahaman pengelola sekolah tentang sistem penjaminan mutu yang meliputi pemahaman pengelola sekolah tentang mutu sekolah yang bermutu dan pentingnya sistem penjaminan mutu. Kedua untuk mengungkapkan proses penetapan standar mutu yang meliputi standar mutu yang diterapkan di masing-masing sekolah cara pengelola sekolah menetapkan standar mutu dan faktor-faktor yang menjadi dasar penetapan standar mutu. Ketiga untuk memberikan gambaran strategi sekolah dalam mencapai standar mutu yang telah ditetapkan yang mencakup langkah-langkah sekolah untuk mencapai standar mutu masalah-masalah yang dihadapi dalam mencapai standar mutu dan cara menyelesaikannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi situs. Lokasi penelitian ini adalah SD Al Falah Tropodo 2 Sidoarjo SDIT Bina Insani Kediri dan SDIT Al Hikmah Blitar. Dipilihnya tiga sekolah tersebut dengan pertimbangan bahwa ketiga sekolah tersebut merupakan sekolah yang baru sehingga dampak dari penerapan sistem penjaminan mutu dapat diamati secara alamiah tanpa adanya pengaruh faktor yang lain. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui observasi berperan serta wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam dua tahap yaitu analisis dalam situs dan analisis lintas situs. Analisis lintas situs dimaksudkan sebagai proses membandingkan temuan-temuan yang diperoleh dari masing-masing situs sekaligus sebagai proses memadukan temuan antar situs. Berdasarkan proses pengumpulan dan analisis data penelitian ini menghasilkan tiga temuan. Pertama mutu dalam perspektif pengelola sekolah adalah wujud dari kebaikan sesuatu yang tercermin dalam ketercapaian standar atau indikator mutu melalui proses yang baik sehingga memenuhi harapan pelanggan dan memberikan nilai manfaat bagi pelanggannya. Berdasarkan konsep tersebut sekolah yang bermutu dalam perspektif pengelola adalah sekolah dengan ciri-ciri memiliki standar mutu dan mampu mencapainya memiliki program yang baik dan bermanfaat pendidikan dijalankan dengan proses yang baik serta mampu meluluskan siswa yang berkualitas secara intelektual emosional dan spiritual. Selanjutnya untuk mewujudkan sekolah yang bermutu perlu adanya sistem penjaminan mutu sebab dengan adanya sistem penjaminan mutu manajemen sekolah dan proses pendidikan telah dilaksanakan dengan baik sekolah lebih fokus dan tidak mudah berubah haluan karena target dan standar mutu telah ditetapkan dan dukungan orang tua terhadap program-program sekolah semakin kuat. Kedua Sekolah Dasar Islam yang bermutu minimal harus memenuhi 12 butir standar mutu yaitu 1) sholat dengan kesadaran 2) berbakti dengan orang tua 3) tartil baca al Qur an 4) hafal Juz Amma 5) nilai lima bidang studi tuntas 6) disiplin 7) percaya diri 8) senang membaca 9) membaca efektif 10) komunikasi baik 11) prilaku sosial yang baik 12) memiliki budaya bersih. Proses penetapan standar mutu bermula dari konsep sistem penjaminan mutu yang dipelajari pengelola sekolah dengan mengikuti training KPI dan JSIT. Selanjutnya pengelola sekolah menetapkan standar mutu dengan berpijak pada idealisme sekolah (cita-cita pendirian visi sekolah dan profil lulusan yang diharapkan). Adapun faktor-faktor yang menjadi pertimbangan penetapan standar mutu adalah kebutuhan dan ketrampilan yang harus dikuasai anak usia sekolah dasar kebutuhan orang tua keyakinan keagamaan faktor ekonomi dan faktor sosial. Ketiga Langkah-langkah pencapaian standar mutu terdiri dari a) langkah perencanaan (planning) yang meliputi sosialisasi standar mutu perumusan program penetapan SOP b) langkah pelaksanaan (implementing) yang meliputi penunjukan penangung jawab pelaksanaan program dan c) proses kontrol (controlling) yang meliputi kontrol pelaksanaan program dan kontrol ketercapain standar mutu. Beberapa masalah yang menyebabkan sistem penjaminan mutu belum berjalan optimal antara lain dukungan dari yayasan belum optimal adanya beberapa guru yang belum sesuai standar adanya orang tua yang belum dapat bekerja sama dengan baik dokumentasi dan kontrol mutu yang masih lemah. Untuk mengatasi itu semua sekolah berupaya untuk selalu melakukan peningkatan kemampuan guru malalui training supervisi dan MGMP melakukan sosialisasi intensif terhadap wali murid serta memperbaiki program-program penjaminan mutu. Berdasarkan temuan tersebut disarankan kepada pengelola sekolah untuk terus memperkuat sistem penjaminan mutu internalnya lebih khusus pada aspek dokumentasi dan kontrol mutu sehingga ketercapaian standar mutu dapat lebih optimal. Untuk Departemen Pendidikan dapat menindak lanjuti dengan merumuskan konsep sistem penjaminan mutu sekolah dasar sehingga mutu sekolah tidak sekedar dipatok dari hasil akhir namun dijaga dan dilihat dari keseluruhan proses pendidikan. ABSTRACT Fathoni AB. Musyafa Education Quality Improvement Through Quality Assurance System (Multi-sites study in SD Al Falah Tropodo 2 Sidoarjo SDIT Bina Insani Kediri and SDIT Al-Hikmah Blitar). Dissertation Education Management Program Postgraduate Program State University of Malang. Advisors (1) Prof.Dr.Willem Mantja (2) Prof.Dr. Salladien (3) Prof.Dr.Ibrahim Bafadal M.Pd. Keywords quality quality standards quality assurance Islamic primary school. In the life which is full of competition society demand to quality is increasing including demand to quality of school. This occurs because of society accept as true school can answer and anticipate various future challenges. Due to this perspective some schools manage to apply quality assurance system to give their best education service quality to the society. This research is aimed to get a comprehensive description of school stake holders understanding about quality assurance system including the school stake holders understanding of quality qualified school and the importance of quality assurance system. Secondly to convey stipulating process of quality standard consisting of quality standard which is applied at each school the way of school stake holders decide quality standard and factors becoming basis of determining quality standard. Thirdly to provide school strategy description of achieving determined quality standard consisting of approaches school apply to achieve quality standard problems faced in getting quality standard and its solutions. This research uses qualitative approach with multi sites study design. This research takes place in SD Al Falah Tropodo 2 Sidoarjo SDIT Bina Insani Kediri and SDIT Al Hikmah Blitar. The selecting of the three schools is based on that the three schools represent new schools so that the effect of quality assurance system application can be naturally perceived without existence of other factor influences. This research data collection is conducted by participant observation indepht interview and documentation. Data analysis is conducted in two phases intra sites analysis and inter sites analysis. Inter sites analysis is considered as process comparing obtained findings from each site at the same time as process combining the findings among the sites. Based on the data collection process and data analysis this research yield three findings. First in school stake holders perspective quality is a form of kindliness shown by achievement of the standards or the indicators in good processes so that the quality can accomplish the customers expectations and assign benefits to its customer. Due to the concept the qualified school in school holders perspective has the following criteria having quality standard and can attain it having good and useful program education process run properly and also can pass qualified students intellectually emotionally and spiritually. To realize qualified school criteria schools have to perform and apply quality assurance system. By applying quality assurance system school management and education process will run properly because target and the quality standard have been determined based on schools need. Secondly qualified Islamic Elementary School should have minimally 12 quality standards 1) Doing sholat cautiously 2) Obeying the parents 3) Reading al-Qur an well 4) Memorizing Juz Amma 5) Having five lesson marks over the passing grades 6) Being discipline 7) Being self confident 8) Loving to read 9) Reading effectively 10) Having good communication 11) Owning good social attitude 12) Owning cleanliness habit. Stipulating process of quality standard begins from concept of quality assurance system received by school holders by joining KPI and JSIT trainings. Then school holders determine the quality standard based on school idealism (founding goals school vision and expected alumni profile). The factors considered to determine the quality standard are the requirements and skills which must be mastered by elementary school age children parents requirement religious beliefs and economic and social factors. Thirdly stages to attain the quality standard consist of a) planning quality standard socialization program formulation stipulating of SOP b) implementing selecting the director implementing the programs and c) controlling controlling program implementation and quality standard achievement. Some problems causing quality assurance cannot optimally work are less foundation support some disqualified teacher some parents cannot cooperate better documentation and delicate quality control. To overcome those problems schools always try to improve teachers capabilities trough training supervision and MGMP (teachers association) intensive socialization pupils parents and also enhance the quality assurance programs. Based on the findings school stake holders are suggested to reinforce their internal quality assurance system especially documentation aspect and quality control so that the quality standard can be achieved more optimally. For Education Department it is expected that the department can follow up by formulating the concept of elementary school quality assurance system so that school quality is not simply determined by the final exam result but is taken care and understood from overall education process.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Administrasi Pendidikan (AP) > S3 Manajemen Pendidikan |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 31 Aug 2009 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2009 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/63815 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
