Siyamta (2018) Pengaruh strategi pembelajaran (online-blended learning) dan self regulated learning terhadap kemampuan menerapkan konsep mengadministrasi sistem operasi jaringan pada guru Sekolah Menengah Kejuruan / Siyamta. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK SIYAMTA 2018. Pengaruh Strategi Pembelajaran (Online-Blended Learning) dan Self Regulated Learning Terhadap Kemampuan Menerapkan Konsep Mengadministrasi Sistem Operasi Jaringan Pada Guru Sekolah Menengah Kejuruan Disertasi Program Studi Teknologi Pembelajaran Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Promotor (1) Prof. Dr. H. Punaji Setyosari M.Pd. M.Ed. (II) Prof. Dr. Waras Kamdi M.Pd. (III) Saida Ulfa ST. M.Ed. Ph.D. Kata kunci blended learning online learning self regulated learning strategi pembelajaran. Kemampuan pembelajar untuk dapat memecahkan suatu permasalahan merupakan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi pembelajaran abad ke 21. Menerapkan konsep merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keterampilan memecahkan masalah. Strategi pembelajaran akan selalu berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada pada saat itu. Strategi pembelajaran termasuk dalam bidang garap Association for Educational Communications and Technology (AECT) berkaitan dengan etika teori dan praktik untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran. Salah satu strategi pembelajaran tersebut adalah blended learning yang merupakan kombinasi antara pembelajaran online dan tatap muka dengan berbagai media pembelajaran yang mendukungnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan kemampuan menerapkan konsep mengadministrasi sistem operasi jaringan antara guru yang di diklat menggunakan strategi pembelajaran online dan blended learning. Penelitian ini juga untuk menguji perbedaan kemampuan menerapkan konsep mengadministrasi sistem operasi jaringan antara guru yang memiliki Self Regulated Learning (SRL) tinggi dengan guru yang memiliki Self Regulated Learning (SRL) rendah. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk menguji interaksi antara strategi blended learning dan self regulated learning dalam kemampuan menerapkan konsep pada guru yang mengikuti diklat mengadministrasi sistem operasi jaringan. Penelitian ini menggunakan rancangan a factorialized version of non equivalent control group design. Subjek penelitian adalah guru Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang sedang melaksanakan diklat dengan materi mengadministrasi sistem operasi jaringan. Seluruh peserta diklat tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Masing-masing kelompok terdiri dari 34 peserta diklat. Hipotesis penelitian ini diuji menggunakan Anova dua jalur. Berdasarkan hasil analisis data hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan menerapkan konsep antara guru yang didiklat menggunakan strategi online learning dengan strategi blended learning. Penggunaan strategi blended learning secara signifikan lebih unggul dibandingkan dengan online learning dalam menerapkan konsep mengadministrasi sistem operasi jaringan dengan nilai F 9 763 Sig 0 003. (2) Terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan menerapkan konsep antara guru yang memiliki self regulated learning (SRL) tinggi dengan guru yang memiliki self regulated learning (SRL) rendah dengan nilai F 34 280 Sig 0 000. (3) Ada interaksi antara strategi pembelajaran online learning - blended learning dengan self regulated learning (SRL) dalam kemampuan menerapkan konsep mengadministrasi sistem operasi jaringan. Hal ini berarti bahwa ada kesesuaia/kecocokan strategi pembelajaran dan self regulated learning (SRL) dalam memberikan pengaruh pada kemampuan menerapkan konsep mengadministrasi sistem operasi jaringan dengan nilai F 10 146 Sig 0.002. Berdasarkan hasil penelitaian disarankan bahwa (1) variabel moderator berupa self regulated learning (SRL) dapat digunakan kembali untuk melalukan penelitian dengan variabel bebas yang setara (2) bagi para widyaiswara / instruktur yang mengajar diklat kompetensi profesional perlu mempertimbangkan penggunaan strategi pembelajaran blended learning sebagai salah satu pilihan dalam melaksanakan diklat. Oleh karena itu pada widyaiswara / instruktur / Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) perlu mempelajari agar dapat mendesain membuat dan mengelola strategi pembelajaran berbasis blended learning dengan memadukan online learning dan face to face instruction. (3) Pada penelitian ini untuk strategi blended learning dengan komposisi antara pertemuan tatap muka (face to face) dengan online dilakukan dengan pola 30 % 79% oleh karena itu perlu dicoba dengan komposisi atau variasi yang berbeda. (4) Penelitian ini terbatas pada tujuan untuk membandingkan antara dua kelompok online learning dengan blended learning. Penelitian selanjutnya perlu diteliti tentang perbandingan antara face to face instruction blended learning dan online learning serta aspek lain yang lebih menarik misalnya efisiensi pembelajaran serta daya tarik pembelajaran dari sisi peserta diklat.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Teknologi Pendidikan (TEP) > S3 Teknologi Pembelajaran |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 03 Dec 2018 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2018 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/63743 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
