Pengembangan model pengajaran conductive untuk meningkatkan kemampuan siswa berpikir kritis dan bekerja berkolaborasi pada pembelajaran fisika di SMK / Euis Ismayati - Repositori Universitas Negeri Malang

Pengembangan model pengajaran conductive untuk meningkatkan kemampuan siswa berpikir kritis dan bekerja berkolaborasi pada pembelajaran fisika di SMK / Euis Ismayati

Ismayati, Euis (2010) Pengembangan model pengajaran conductive untuk meningkatkan kemampuan siswa berpikir kritis dan bekerja berkolaborasi pada pembelajaran fisika di SMK / Euis Ismayati. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Berdasarkan kajian empirik pembelajaran fisika di SMK Kelompok Teknologi dan Industri menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Pelajaran fisika terabaikan seakan-akan dipaksakan harus dilaksanakan untuk memenuhi syarat dalam pelaksanaan kurikulum. Kenyataan ini berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang rendah siswa kurang tertarik dan termotivasi pada pelajaran fisika. Hal ini disebabkan (1) Tidak ada buku paket Fisika yang terstandar untuk SMK Kelompok Tekonologi dan Industri. (2) Dalam pelaksanaan pembelajaran guru jarang menggunakan alat peraga fisika meskipun materi pelajaran yang disajikan menuntut adanya kegiatan demonstrasi dari alat-alat peraga. Kondisi ini menyebabkan siswa dihadapkan pada dunia khayalan tentang fisika. (3) Rata-rata guru menyajikan materi pelajaran fisika dengan metode yang sama dan monoton yaitu ceramah tanya jawab dan mengerjakan tugas. (4) Isi materi fisika disajikan dengan banyaknya rumus-rumus yang harus dihafalkan oleh siswa. (5) Materi fisika yang diajarkan kepada siswa tidak diaplikasikan pada peralatan kelistrikan atau teknologi yang ada di lapangan kerja siswa. Kemampuan siswa beradaptasi dengan teknologi di lingkungan pekerjaan dipengaruhi oleh proses pembelajaran di sekolah. Peran guru bergeser dari menentukan apa yang akan dipelajari ke bagaimana menyediakan dan memperkaya pengalaman belajar siswa. Berdasarkan kebutuhan pembelajaran fisika kondisi sekolah karakteristik dan latar belakang kemampuan siswa maka metode yang sesuai dengan konteks pembelajaran fisika di SMK adalah Contextual Teaching and Learning Direct Instruction dan Collaborative Learning. Ketiga model pengajaran tersebut diintegrasikan menjadi satu kesatuan yang utuh yaitu Model Pengajaran Conductive. Dengan demikian masalah penelitian pengembangan Bagaimana cara mengembangkan model pengajaran conductive yang dapat menyampaikan pesan materi pelajaran kepada siswa dengan tepat sehingga dapat meningkatkan wawasan pengetahuan dan kemampuan siswa untuk beripikir kritis dan bekerja berkolaborasi sesuai dengan tuntutan dunia usaha/industri. Pengembangan ini bertujuan (1) Merancang model pengajaran Conductive yaitu suatu model pembelajaran fisika yang sesuai dengan isi materi pelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa di kelas dan di lapangan kerja. (2) Menghasilkan suatu produk pembelajaran yang berkualitas untuk dimanfaatkan sebagai model pembelajaran Fisika di SMK. (3) Mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kiritis pada siswa. (4) Mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam bekerja berkolaborasi. Dalam pengembangan ini dikembangkan suatu produk pembelajaran yaitu (1) Buku Ajar Siswa (2) Buku Panduan Guru (3) Buku Panduan Siswa (4) Buku RPP dan (5) Buku RPPS. Model pengembangan pengajaran Conductive merupakan gabungan dan modifikasi dari model perancangan pembelajaran Dick and Carey (1990) dan model Thiagarajan Semmel and Semmel (1974). Materi pelajaran fisika yang dikembangkan adalah materi Magnet dan Elektromagnetik. Hasil pengembangan terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap define design develop dan disseminate. Sedangkan yang dilakukan dalam pengembangan ini hanya sampai tahap develop. Tahap pengembangan dilakukan ujicoba produk yaitu (1) validasi para ahli (2) ujicoba kelompok kecil dan (3) ujicoba lapangan. Pada ujicoba lapangan dilakukan pengamatan kegiatan guru dan siswa pada kelas conductive (sebagai data pendukung) dan pengamatan kegiatan guru dan siswa pada kelas konvensional (sebagai data pembanding). Subyek ujicoba pada (1) Validasi para ahli 5 orang ahli yaitu ahli desain ahli media ahli isi fisika ahli isi kelistrikan dan ahli bahasa. (2) Ujicoba kelompok kecil yaitu 2 orang guru fisika dan 6 orang siswa kelas 3 SMK Jurusan Listrik pada SMKN 2 dan SMKN 7 Surabaya. (3) Ujicoba lapangan yaitu 2 orang guru fisika termasuk peneliti sebagai guru 31 orang siswa SMKN 2 dan 29 orang siswa SMKN 7 Surabaya kelas 3 jurusan Listrik. (4) Pengamatan ujicoba lapangan selain subyek pada kelas conductive juga subyek pada kelas konvensional yaitu 2 orang guru fisika 22 orang siswa SMKN 2 dan 34 siswa SMKN 7 kelas 3 Jurusan Listrik. Instrumen pengumpul data Catatan lapangan angket lembar pengamatan kegiatan guru lembar pengamatan kegiatan siswa lembar respons siswa dan peneliti sendiri. Data hasil ujicoba diolah menggunakan analisis isi dan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis kajian produk dan pembahasan diperoleh kesimpulan (1) Dalam pengembangan model pembelajaran fisika untuk SMK Kelompok Teknologi dan Industri dihasilkan suatu rancangan pembelajaran yaitu Model Pengajaran Conductive yang sesuai dengan isi materi pelajaran kebutuhan siswa di sekolah dan di lapangan kerja. (2) Produk perangkat pembelajaran fisika Buku Ajar Siswa Panduan Guru Pedoman Siswa Buku RPP dan Buku RPPS memliki kualitas yang baik dan kegunaan yang tepat dengan kebutuhan siswa dan guru fisika. (3) Model pengajaran conductive memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan pengajaran konvensional. Model pengajaran conductive dapat meningkatkan kemampuan siswa berpikir kritis dan bekerja berkolaborasi. Hal ini ditunjukkan dari nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis pada kelas conductive lebih tinggi dari pada kelas konvensional. Nilai rata-rata kemampuan bekerja berkolaborasi pada kelas conductive lebih tinggi dari pada kelas konvensional (4) Pembelajaran conductive dapat menciptakan suasana kelas yang menyenangkan kondusif komunikatif dan interaktif. Teori dan praktek fisika dapat menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan wawasan berpikir siswa. (5) Seluruh kegiatan pengajaran conductive disukai siswa karena dapat menyediakan segala fasilitas yang dibutuhkan siswa diantaranya guru pengajar perangkat pembelajaran kegiatan pembelajaran peralatan praktek demonstrasi dan diskusi kolaborasi. Maka pembelajaran conductive dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Teknologi Pendidikan (TEP) > S3 Teknologi Pembelajaran
Depositing User: library UM
Date Deposited: 27 Jan 2010 04:29
Last Modified: 09 Sep 2010 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/63549

Actions (login required)

View Item View Item