Manajemen sumber belajar dalam meningkatkan mutu pembelajaran science (studi kasus di Pratomsuksa Sassanasuksa Thailand) / Ammar Navy - Repositori Universitas Negeri Malang

Manajemen sumber belajar dalam meningkatkan mutu pembelajaran science (studi kasus di Pratomsuksa Sassanasuksa Thailand) / Ammar Navy

Navy, Ammar (2013) Manajemen sumber belajar dalam meningkatkan mutu pembelajaran science (studi kasus di Pratomsuksa Sassanasuksa Thailand) / Ammar Navy. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Navy Ammar. 2013. Manajemen Sumber Belajar Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Science (Studi Kasus di Pratomseksa (SD) Sassanasuksa Thailand). Tesis Program Studi Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Imron Arifin. M.Pd (II) Prof. Dr. Huda A.Y. M.Pd. Kata Kunci manajemen sumber belajar dan mutu pembelajaran science Reformasi pembelajaran merupakan inti dari reformasi pendidikan jika dilaksanakan dengan serius oleh para siswa reformasi pembelajaran itu akan menjadi kuncinya (learner centered) guru harus menjadikan siswa supaya dapat belajar dari pengalaman lingkungan dan budaya yang akan mengarah pada perkembangan siswa baik secara fisik psikologis sosial dan intelektual serta dijadikan pembelajaran pribadi organisasi dan sosial. Upaya untuk memaksimalkan pemberdayaan sumber belajar sebagai langkah nyata dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif yaitu dengan teknik studi kasus. Pendekatan kualitatif atau kajian kualitatif digunakan dalam penelitian ini karena penelitian menekankan pada upaya investigasi untuk mengkaji secara natural (alamiah) fenomena yang tengah terjadi dalam keseluruhan kompleksitasnya. Tujuan penelitian ini yaitu 1) Perencanaan sumber belajar dalam meningkatkan mutu pembelajaran science di sekolah Sassanasuksa Thailand 2) Pelaksanaan Pemberdayaan sumber belajar dalam meningkatkan mutu pembelajaran science di sekolah Sassanasuksa Thailand 3) Evaluasi pemberdayaan sumber belajar dalam meningkatkan mutu pembelajaran science di sekolah Sassanasuksa Thailand dan 4) Peningkatan dan pengembangan hasil sumber belajar dalam meningkatkan mutu pembelajaran science di sekolah Sassanasuksa Thailand. Data penelitian yaitu berupa hasil wawancara dan pengamatan dalam hal ini mengenai manajamen pemberdayaan sumber belajar dalam meningkatkan mutu pembelajaran science . Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data dan temuan penelitian maka kesimpulan hasil penelitian dapat diuraikan sebagai berikut 1) Perencanaan sumber belajar dalam meningkatkan mutu pembelajaran science di sekolah Sassanasuksa Thailand. Perencanaan yang ditetapkan yaitu melalui a) Penentuan kebijakan pengelolaan dan pengembangan penggunaan sumber belajar dengan memahami kurikulum dan pedoman pelaksanaan rencana pengembangan sekolah b) Dibentuk sebuah komite untuk mengeksplorasi menganalisis kondisi dan ketersediaan dalam pengembangan sumber belajar di sekolah dan masyarakat c) Menciptakan rencana untuk mengembangkan sumber belajar menganalisis kesiapan dan mengumpulkan informasi kemudian menciptakan rencana untuk mengembangkan sumber belajar d) Musyawarah tenaga pendidik dan kependidikan sekolah dan masyarakat dan e) Sekolah mempromosikan proyek-proyek pembangunan dan sumber belajar dalam sebuah pemahaman bersama. 2) Dalam proses pelaksanaan (actuating) pemberdayaan sumberbelajar dalam meningkatkan mutu pembelajaran science di Sekolah Satsanasuksa bertujuan untuk memberikan jaminan bahwa aktivitas operasional sekolah telah sesuai dengan tujuan untuk menunjang pelaksanaan peningkatan mutu pembelajaran disekolah. 3) Evaluasi pemberdayaan sumber belajar dalam meningkatkan mutu pembelajaran science di sekolah Sassanasuksa Thailand beberapa tahapan terkait dengan kegiatan pemberdayaan sumber belajar yaitu dengan a) evaluasi lingkungan program termasuk memasukkan kebutuhan pelaksanaan proyek kecocokan tujuan dari proyek kekonsistenan dengan kebijakan dinas pendidikan dan kemungkinan keterlaksanaan program b) Evaluasi input c) Penilaian proses pelaksanaan dan d) Evaluasi produktivitas. 4) Peningkatan dan pengembangan hasil sumber belajar dalam meningkatkan mutu pembelajaran science yang merujuk pada konsep peningkatan sumber belajar yang terdiri dari empat komponen yang meliputi belajar mengetahui (learning to know) belajar bekerja (learning to do) belajar hidup bersama (learning to live together) dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be) dan mempromosikan pendidikan sepanjang hayat (life long education). Beberapa saran yang dapat direkomendasikan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut 1) Bagi Kepala Sekolah Sassanasuksa Thailand a) Dalam proses pelaksanaan manajemen dalam upaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran diharapkan pengelola sekolah selalu berupaya untuk mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh sekolah sehingga manajemen yang ditetapkan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh sekolah. b) Harus mampu memberikan dukungan kepada elemen-elemen yang terdapat disekolah secara maksimal sehingga pelaksanaan manajemen mampu memberikan jaminan bahwa aktivitas pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan ketentuan. c) Kegiatan evaluasi harus secara kontinu dilakukan sebagai upaya agar seluruh perencanaan dapat berjalan sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditentukan dan untuk menghindari terjadinya peyimpangan yang dapat terjadi. 2) Bagi Guru Sekolah Sassanasuksa Thailand wajib mengikuti segala bentuk petunjuk yang telah ditetapkan sehingga pelaksanaan manajemen di sekolah dapat dijalankan secara maksimal serta para guru wajib meningkatkan daya kreasinya agar seluruh perencanaan yang dilakukan dapat direalisasikan. 3) Bagi Dinas Pendidikan Thailand Dinas berupaya untuk mendukung proses peningkatan pembelajaran science yaitu dengan menetapkan kebijakan dan pemberian fasilitas pendidikan sehingga dapat memberikan jaminan bahwa upaya peningkatan pembelajaran science dapat secara maksimal dirasakan oleh sekolah. 4) bagi Peneliti Selanjutnya untuk melakukan evaluasi atas hasil pelaksanaan manajemen sekolah sehingga dapat ditemukan suatu kebijakan yang benar-benar dapat mendukung proses pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik siswa.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Administrasi Pendidikan (AP) > S2 Manajemen Pendidikan
Depositing User: library UM
Date Deposited: 02 Oct 2013 04:29
Last Modified: 09 Sep 2013 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/57515

Actions (login required)

View Item View Item