Anggara, Okky Maretta (2010) Dampak Barbie Culture sebagai ikon budaya konsumerisme terhadap prosesw pembelajaran sosial komunitas kolektor Barbie pusat di kota Bandung / Okky Maretta Anggara. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Kata Kunci Barbie Culture Konsumerisme Citra Barbie Pembelajaran Sosial Barbie seakan telah menghegemoni kehidupan anak-anak terkait dengan pemberian variasi orang tua dalam proses pembentukan realisasi diri. Barbie kemudian menjadi sebuah agen perubahan dan menjadi sebuah tokoh sentral dalam pembentukan identitas diri para penggemarnya baik dari segi tubuh barbie maupun watak barbie sehingga mempengaruhi proses pembelajaran sosial mereka. Subjek dalam penelitian ini adalah Komunitas Kolektor Barbie Pusat Kota Bandung. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Citra seperti apa yang muncul dan hidup dikalangan komunitas kolektor barbie pusat di Kota Bandung terhadap boneka barbie (2) Bagaimana Barbie Culture bisa menjadi gaya hidup bagi kalangan komunitas kolektor barbie pusat di Kota Bandung (3) Bagaimana anggota komunitas Barbie Culture pusat di Kota Bandung dalam berinteraksi sosial baik di dalam komunitas maupun diluar komunitas kolektor barbie Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui citra yang muncul dan hidup dikalangan komunitas kolektor barbie pusat di Kota Bandung terhadap boneka barbie (2) Untuk mengetahui Barbie Culture bisa menjadi gaya hidup bagi kalangan komunitas kolektor barbie pusat di Kota Bandung (3) Untuk mengetahui anggota komunitas Barbie Culture pusat di Kota Bandung dalam berinteraksi sosial baik di dalam komunitas maupun diluar komunitas kolektor barbie Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif karena peneliti mendeskripsikan dengan kata-kata secara sistematis dan akurat mengenai fakta-fakta sirat serta hubungan antara fenomena yang diteliti. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dari informan dan foto hasil penelitian. Untuk menganalisis dan mengolah data menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan citra barbie yang cantik dan anggun barbie menjadi sosok yang ideal dan sempurna bagi kalangan kolektor barbie sehingga saat ini barbie menjadi ikon budaya konsumerisme karena barbie seakan telah menghegemoni penggemarnya untuk bertindak konsumtif. Komunitas barbie itu lahir seiring dengan maraknya kolektor barbie yang ada di Kota Bandung dan kemudian dibentuk di seluruh Indonesia. Dari sekian kolektor yang menjadi informan menganut barbie culture untuk menunjukkan identitas dirinya agar eksistensinya diakui oleh orang banyak. Dalam pembelajaran sosial mereka cenderung individualis dan terkesan tertutup dengan orang lain. Sehinnga komunitas yang terbentuk cenderung mengalamai cacat sosial akibat kuatnya intervensi. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan bagi peneliti lain untuk dapat mengembangkan penelitian ini dalam komunitas kolektor baik barbie ataupun kolektor yang lain dengan metode dan fokus yang berbeda.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Departemen Sejarah (SEJ) > S1 Pendidikan Sejarah |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 20 Sep 2010 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2010 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/55061 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
