Peranan warok reog Ponorogo dalam pewarisan nilai moral dan budaya bagi masyarakat di Kabupaten Ponorogo / Rida Azizah - Repositori Universitas Negeri Malang

Peranan warok reog Ponorogo dalam pewarisan nilai moral dan budaya bagi masyarakat di Kabupaten Ponorogo / Rida Azizah

Azizah, Rida (2009) Peranan warok reog Ponorogo dalam pewarisan nilai moral dan budaya bagi masyarakat di Kabupaten Ponorogo / Rida Azizah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Warok merupakan salah satu bentuk kebudayaan Jawa yang sudah diakui dan dikenal khususnya bagi masyarakat Ponorogo. Bagi masyarakat Ponorogo warok bukan merupakan suatu hal yang asing lagi justru seseorang akan merasa bangga dan tersentuh hatinya bila disebut Warok. Warok diyakini oleh masyarakat Ponorogo sebagai seseorang yang mempunyai keluhuran budi dan tingkah laku serta memiliki kelebihan ilmu dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) sejarah Warok dalam Reog Ponorogo (2) kriteria seseorang yang berstatus sebagai seorang Warok (3) perilaku warok yang menggambarkan nilai-nilai moral di masyarakat (4) peranan Warok dalam mewariskan nilai-nilai moral dan budaya bagi masyarakat di Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Ponorogo yang terfokus pada 5 Eks Pembantu Bupati (EPB) yaitu Kecamatan Ponorogo Sukorejo Badegan Kauman dan Jetis. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Dalam penelitian ini subjek penelitian adalah tokoh Warok dari kelima Eks Pembantu Bupati yang eksistensinya masih diakui oleh masyarakat Ponorogo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sejarah munculnya Warok dalam Reog Ponorogo ada dua versi. Pertama Warok muncul bersamaan dengan jathil yang membawa gong pada saat mengiringi Prabu Klana Sewandana yang hendak mempersunting Dewi Sanggalangit putri dari Kerajaan Kediri. Kedua munculnya Warok adalah membonceng pada kesenian reog (2) kriteria seseorang yang berstatus sebagai seorang Warok dapat dikelompokkan menjadi dua. Pertama Warok memiliki tipologi dan profil berpakaian khas Ponorogo (Penadon) dengan warna khas baju hitam celana hitam beserta atribut-atribut sebagai pelengkapnya. Warok mempunyai wibawa disegani dan dihormati oleh masyarakat. Selain itu Warok juga sebagai pemimpin sekaligus pemain barongan yang mengerti arti hidup dan kehidupan. Dilihat dari tataran ilmu Warok adalah figur yang kebak ilmu artinya menguasai ilmu baik lahir maupun batin. Selain itu Warok juga memiliki ilmu kesaktian dan ilmu kekebalan badan. Kedua jalan (lelaku) yang harus ditempuh seseorang untuk mencapai Warok terlebih dahulu harus bisa memenuhi 9 (sembilan) syarat pokok yaitu berhati bersih dan berpikir positif sopan santun jujur tidak berkata kotor dan berhati-hati mengurangi keinginan nafsu berjiwa perwira adil bijaksana dan tidak membeda-bedakan suka menolong tanpa pamrih sabar tidak sombong. Selanjutnya seseorang harus melaksanakan Tapa Brata. Terakhir melakukan puasa dari tahap awal tengah sampai akhir. (3) perilaku Warok yang menggambarkan nilai-nilai moral di masyarakat antara lain diekspresikan dengan Hasta Brata (delapan laku kepemimpinan) bergaya hidup sederhana yang tidak memikirkan kepentingan duniawi dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat disamping kepentingannya sendiri. Selain itu Warok selalu bersikap jujur sopan santun dan berhati-hati dalam berucap dan bertingkah laku berani membela kebenaran tidak sombong rendah hati selalu berfikir jernih dan berani bertanggung jawab (4) peranan Warok dalam mewariskan nilai moral dan budaya bagi masyarakat di Kabupaten Ponorogo yaitu sebagai teladan dan panutan bagi masyarakat sebagai pemimpin guru serta pembimbing sebagai pengajar/pelatih baik dalam membuat perlengkapan reog maupun melatih tari reog dan sebagai penggerak massa untuk aktif dalam kegiatan kemasyarakatan sekaligus sebagai pengarah penunjuk dan pembimbing. Berdasarkan temuan penelitian ini agar disarankan bagi masyarakat Ponorogo dan pelaku kesenian Reog Ponorogo agar mencontoh perilaku-perilaku yang diwariskan oleh Warok serta mengembangkan potensi dengan menciptakan kreasi-kreasi baru dalam berkarya supaya kesenian Reog bisa tetap eksis sekaligus bisa lebih menarik perhatian penonton. Selain itu figur Warok agar selalu berpegang teguh pada karakteristiknya. Mengingat Reog Ponorogo dan Warok memiliki potensi dan mampu menjadi aset pariwisata daerah Pemerintah Kabupaten Ponorogo diharapkan melakukan pembinaan serta memfasilitasi sarana dan prasarana kepada para tokoh Warok dalam konteks kesenian Reog.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Departemen Hukum dan Kewarganegaraan (HKn) > S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Depositing User: library UM
Date Deposited: 04 Mar 2009 04:29
Last Modified: 09 Sep 2009 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/51402

Actions (login required)

View Item View Item