Evaluasi pelaksanaan KTSP dikjasorkes menggunakan countenace stake di SD se-Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember tahun ajaran 2012/2013 / Dinanda Delphin Samara - Repositori Universitas Negeri Malang

Evaluasi pelaksanaan KTSP dikjasorkes menggunakan countenace stake di SD se-Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember tahun ajaran 2012/2013 / Dinanda Delphin Samara

Samara, Dinanda Delphin (2013) Evaluasi pelaksanaan KTSP dikjasorkes menggunakan countenace stake di SD se-Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember tahun ajaran 2012/2013 / Dinanda Delphin Samara. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kata kunci Kurikulum Pendidikan Jasmani Evaluasi Countenance Stake BSNP (2006 5) kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu . Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan Kurikulum yang digunakan oleh setiap sekolah di seluruh Indonesia saat ini diberbagai strata termasuk Sekolah Dasar (SD). Dikjasorkes merupakan bagian integral didalam KTSP. Kurikulum sangat erat hubungannya dengan upaya pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan oleh karena itu kurikulum menjadi bagian penting dalam proses pendidikan secara menyeluruh Pelaksanaan KTSP sangat dipengaruhi oleh karakteristik dan potensi sekolah masing masing yang sangat berbeda hal ini disebabkan karena KTSP bersifat desentralisasi. Dengan kebijakan tersebut maka setiap sekolah memiliki perbedaan dalam menerapkan KTSP khususnya Pendidikan jasmani dan Kesehatan. KTSP disusun dengan harapan mempermudah guru dalam merencanakan dan melaksanakan kurikulum demi mencapai tujuan yang telah di tentukan namun pada praktiknya masih ada kendala yang ditemui oleh guru selaku pelaksana KTSP. Berawal dari permasalahan tersebut penulis mencoba untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan KTSP di Sekolah Dasar Se-Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan metode penelitian evaluasi dengan persentase dan model evaluasi Countenance Stake. Peneliti menggunakan model Countenance Stake dengan pertimbangan bahwa peneliti memiliki keinginan untuk mengadakan evaluasi secara menyeluruh terkait dengan pelaksanaan KTSP ditinjau dari segi guru dengan variabel sebagai berikut antecedents (matriks deskripsi) transactions (matriks transaksi) dan outcomes (matriks hasil). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan dengan menggunakan model evaluasi Countenance Stake. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut secara statistika perolehan matriks Antecedents adalah 59 75% yang artinya cukup secara keseluruhan pada matriks antecedents ada satu variabel intent antecedents yang memperoleh hasil 52 92% yang artinya bahwa pada kenyataannya masih ada kekurangan pada aspek ketersediaan sumber daya yang belum sesuai dengan pembelajarannya. Matriks transaction 69 16% yang artinya cukup secara evaluatif pada matriks transaksi diperoleh temuan sebagian besar guru mengalami kesulitan dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran dikarenakan keterbatasan ketrampilan mengoperasikan komputer. Sedangkan pada matriks outcomes 93 75% yang artinya baik secara evaluatif diperoleh hasil semua guru mempunyai keinginan untuk meningkatkan kemampuan mengajar dikarenakan merasa kurang memiliki macam-macam model pembelajaran yang bisa digunakan dalam RPP dan keterbatasan multimedia yang dimiliki. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan KTSP pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan dengan menggunakan model evaluasi Countenance Stake di Sekolah Dasar Se-Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember adalah cukup dengan skor 74 22% dengan beberapa catatan terkait dengan variabel transaksi dan hasil yang rata-rata cukup. Saran berdasarkan hasil evaluasi ini maka diharapkan sekolah tidah hanya menjadikan perencanaan KTSP sebagai tolak ukur kualitas dan hasil belajar siswa sehingga perlu adanya kontrol kualitas proses pembelajaran dan model evaluasi guru untuk mendapatkan hasil belajar siswa. Kurangnya fasilitas olahraga hendaknya menjadi sorotan utama tiap sekolah karena fasilitas olahraga memiliki peranan myang cukup penting dalam keberhasilan proses pembelajaran.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) > Departemen Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (PJK) > S1 Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
Depositing User: library UM
Date Deposited: 11 Feb 2013 04:29
Last Modified: 09 Sep 2013 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/50612

Actions (login required)

View Item View Item