Wulandari, Zita Setya (2022) Analisis biaya pendidikan peserta didik sekolah menengah kejuruan negeri kota blitar / ZITA SETYA WULANDARI</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
RINGKASAN Wulandari Zita Setya. 2022. Analisis Biaya Pendidikan Peserta Didik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kota Blitar. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Agus Timan M.Pd pembimbing (II) Ahmad Nurabadi S.Pd M.Pd. Kata Kunci analisis biaya pendidikan peserta didik Pendidikan dicanangkan oleh pemerintah semata-mata untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Melalui pendidikan masyarakat akan diberikan keteladanan kemauan dan pengembangan kreativitas dalam proses pembelajaran. Guna untuk mewujudkan tujuan di atas tentu penyelenggaraan pendidikan tidak lepas dari biaya sebagai penunjang pendidikan. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 mencantumkan bahwa ldquo pendanaan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat pemerintah daerah dan masyarakat rdquo . Pernyataan ini mengandung maksud bahwa biaya pendidikan peserta didik selain ditanggung oleh pemerintah juga ditanggung oleh orang tua peserta didik. Pendanaan pendidikan dari pemerintah dapat berupa subsidi yang diberikan kepada sekolah ataupun beasiswa sedangkan pendanaan pendidikan dari orang tua digunakan peserta didik misalnya untuk membeli buku membeli alat tulis membeli makan transportasi dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Besar biaya pokok peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kota Blitar per tahun (2) Besar biaya ekstra peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kota Blitar per tahun (3) Besar living cost peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kota Blitar per tahun (4) Besar biaya pendidikan (expenditure) peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kota Blitar per tahun dan (5) Perbedaan biaya pendidikan (expenditure) peserta didik berdasarkan kelompok Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kota Blitar. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif-komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di SMKN di Kota Blitar meliputi SMKN 1 Blitar SMKN 2 Blitar dan SMKN 3 Blitar. Jumlah populasi sebanyak 5827 peserta didik. Penentuan sampel menggunakan rumus Sample Size Formula Slovin sehingga didapatkan sampel sebanyak 374 peserta didik. Subjek penelitian ini berjenjang mulai peserta didik kelas X Kelas XI dan Kelas XII. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik proportional stratified sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket/kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif-komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Biaya pokok peserta didik SMKN di Kota Blitar termasuk kategori sedang. Diketahui bahwa rata-rata biaya pokok per tahun peserta didik SMKN 3 Blitar lebih kecil dibandingkan SMKN 1 Blitar dan SMKN 2 Blitar. Sebaiknya Kepala SMKN 1 Blitar dan SMKN 2 Blitar dapat mengupayakan untuk menekan uang pembangunan yang masih relatif tinggi sehingga biaya pokok dapat diminimalisir (2) Biaya ekstra peserta didik SMKN di Kota Blitar termasuk kategori rendah. Diketahui bahwa rata-rata biaya ekstra per tahun peserta didik SMKN Kota Blitar pada masing-masing SMKN relatif hampir sama hal ini disebabkan adanya kebutuhan penunjang pendidikan antar peserta didik pada masing-masing SMKN tidak jauh berbeda sehingga rata-rata pengeluaran biaya ekstra peserta didik masih dalam tahap wajar sehingga perlu dipertahankan supaya biaya ekstra tidak naik (3) Living cost peserta didik SMKN di Kota Blitar termasuk kategori rendah. Diketahui bahwa rata-rata living cost per tahun peserta didik SMKN Kota Blitar sangat besar dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran biaya pokok dan biaya ekstra. Berdasarkan hal ini sebaiknya peserta didik atau orang tua lebih menekan pengeluaran living cost sehingga alokasi dana living cost dapat dihemat (4) Biaya pendidikan (expenditure) yang dikeluarkan peserta didik SMKN di Kota Blitar termasuk kategori rendah. Diketahui bahwa rata-rata biaya pendidikan (expenditure) per tahun peserta didik SMKN Kota Blitar tidak sedikit. Hal ini terutama diakibatkan besarnya rata-rata pengeluaran living cost peserta didik. Jika usaha penghematan terhadap pengeluaran living cost masih dirasa kurang mampu menekan pengeluaran maka peserta didik dapat melakukan hobi yang dapat menghasilkan pemasukan dan (5) Ada perbedaan biaya pendidikan (expenditure) yang dikeluarkan yang signifikan antara SMKN di Kota Blitar berdasarkan kelompok sekolah. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat dikemukakan saran untuk (1) Orang tua peserta didik SMKN di Kota Blitar sebaiknya lebih selektif memberikan uang jajan atau biaya belanja sehingga anak lebih kritis dalam menggunakan uang dengan demikian biaya yang dikeluarkan dapat ditekan seminimal mungkin (2) Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar sebaiknya hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan terkait pembiayaan pendidikan khususnya SMKN di Kota Blitar berdasarkan kelompok sekolah (3) Kepala SMKN di Kota Blitar sebaiknya kepala sekolah berupaya untuk terus menekan besarnya biaya pembangunan sehingga biaya yang dikeluarkan dapat diminimalisir dan hasil penelitian dapat digunakan sebagai pertimbangan penetapan biaya pendidikan dan pemberian subsidi pendidikan berdasarkan kemampuan finansial orang tua peserta didik (4) Bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan dapat merekomendasikan atau mengusulkan mahasiswa untuk meneliti tentang biaya satuan (unit cost) yang dikeluarkan peserta didik SMKN sehingga besarnya biaya pendidikan khususnya biaya pokok dapat dikuak lebih detail dan (5) Bagi Peneliti lain sebaiknya melakukan penelitian terkait mengenai analisis pengaruh living cost peserta didik SMKN terhadap proses pendidikan karena pada penelitian ini living cost terhadap proses pendidikan dapat diungkap secara detail. RINGKASAN Wulandari Zita Setya. 2022. Analisis Biaya Pendidikan Peserta Didik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kota Blitar. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Agus Timan M.Pd pembimbing (II) Ahmad Nurabadi S.Pd M.Pd. Kata Kunci analisis biaya pendidikan peserta didik Pendidikan dicanangkan oleh pemerintah semata-mata untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Melalui pendidikan masyarakat akan diberikan keteladanan kemauan dan pengembangan kreativitas dalam proses pembelajaran. Guna untuk mewujudkan tujuan di atas tentu penyelenggaraan pendidikan tidak lepas dari biaya sebagai penunjang pendidikan. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 mencantumkan bahwa ldquo pendanaan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat pemerintah daerah dan masyarakat rdquo . Pernyataan ini mengandung maksud bahwa biaya pendidikan peserta didik selain ditanggung oleh pemerintah juga ditanggung oleh orang tua peserta didik. Pendanaan pendidikan dari pemerintah dapat berupa subsidi yang diberikan kepada sekolah ataupun beasiswa sedangkan pendanaan pendidikan dari orang tua digunakan peserta didik misalnya untuk membeli buku membeli alat tulis membeli makan transportasi dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Besar biaya pokok peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kota Blitar per tahun (2) Besar biaya ekstra peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kota Blitar per tahun (3) Besar living cost peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kota Blitar per tahun (4) Besar biaya pendidikan (expenditure) peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kota Blitar per tahun dan (5) Perbedaan biaya pendidikan (expenditure) peserta didik berdasarkan kelompok Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kota Blitar. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif-komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di SMKN di Kota Blitar meliputi SMKN 1 Blitar SMKN 2 Blitar dan SMKN 3 Blitar. Jumlah populasi sebanyak 5827 peserta didik. Penentuan sampel menggunakan rumus Sample Size Formula Slovin sehingga didapatkan sampel sebanyak 374 peserta didik. Subjek penelitian ini berjenjang mulai peserta didik kelas X Kelas XI dan Kelas XII. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik proportional stratified sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket/kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif-komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Biaya pokok peserta didik SMKN di Kota Blitar termasuk kategori sedang. Diketahui bahwa rata-rata biaya pokok per tahun peserta didik SMKN 3 Blitar lebih kecil dibandingkan SMKN 1 Blitar dan SMKN 2 Blitar. Sebaiknya Kepala SMKN 1 Blitar dan SMKN 2 Blitar dapat mengupayakan untuk menekan uang pembangunan yang masih relatif tinggi sehingga biaya pokok dapat diminimalisir (2) Biaya ekstra peserta didik SMKN di Kota Blitar termasuk kategori rendah. Diketahui bahwa rata-rata biaya ekstra per tahun peserta didik SMKN Kota Blitar pada masing-masing SMKN relatif hampir sama hal ini disebabkan adanya kebutuhan penunjang pendidikan antar peserta didik pada masing-masing SMKN tidak jauh berbeda sehingga rata-rata pengeluaran biaya ekstra peserta didik masih dalam tahap wajar sehingga perlu dipertahankan supaya biaya ekstra tidak naik (3) Living cost peserta didik SMKN di Kota Blitar termasuk kategori rendah. Diketahui bahwa rata-rata living cost per tahun peserta didik SMKN Kota Blitar sangat besar dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran biaya pokok dan biaya ekstra. Berdasarkan hal ini sebaiknya peserta didik atau orang tua lebih menekan pengeluaran living cost sehingga alokasi dana living cost dapat dihemat (4) Biaya pendidikan (expenditure) yang dikeluarkan peserta didik SMKN di Kota Blitar termasuk kategori rendah. Diketahui bahwa rata-rata biaya pendidikan (expenditure) per tahun peserta didik SMKN Kota Blitar tidak sedikit. Hal ini terutama diakibatkan besarnya rata-rata pengeluaran living cost peserta didik. Jika usaha penghematan terhadap pengeluaran living cost masih dirasa kurang mampu menekan pengeluaran maka peserta didik dapat melakukan hobi yang dapat menghasilkan pemasukan dan (5) Ada perbedaan biaya pendidikan (expenditure) yang dikeluarkan yang signifikan antara SMKN di Kota Blitar berdasarkan kelompok sekolah. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat dikemukakan saran untuk (1) Orang tua peserta didik SMKN di Kota Blitar sebaiknya lebih selektif memberikan uang jajan atau biaya belanja sehingga anak lebih kritis dalam menggunakan uang dengan demikian biaya yang dikeluarkan dapat ditekan seminimal mungkin (2) Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar sebaiknya hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan terkait pembiayaan pendidikan khususnya SMKN di Kota Blitar berdasarkan kelompok sekolah (3) Kepala SMKN di Kota Blitar sebaiknya kepala sekolah berupaya untuk terus menekan besarnya biaya pembangunan sehingga biaya yang dikeluarkan dapat diminimalisir dan hasil penelitian dapat digunakan sebagai pertimbangan penetapan biaya pendidikan dan pemberian subsidi pendidikan berdasarkan kemampuan finansial orang tua peserta didik (4) Bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan dapat merekomendasikan atau mengusulkan mahasiswa untuk meneliti tentang biaya satuan (unit cost) yang dikeluarkan peserta didik SMKN sehingga besarnya biaya pendidikan khususnya biaya pokok dapat dikuak lebih detail dan (5) Bagi Peneliti lain sebaiknya melakukan penelitian terkait mengenai analisis pengaruh living cost peserta didik SMKN terhadap proses pendidikan karena pada penelitian ini living cost terhadap proses pendidikan dapat diungkap secara detail.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Administrasi Pendidikan (AP) > S1 Administrasi Pendidikan |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 13 Oct 2022 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2022 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/429206 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
