Pangestu, Dicko Abdullah (2021) Metafora alam dalam kumpulan puisi / Dicko Abdullah Pangestu</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
p Puisi merupakan karya sastra yang kompleks karena menimbulkan banyak interpretasi bagi para pembacanya. Hal tersebut dikarenakan bahasa yang digunakan dalam puisi lebih padat daripada karya sastra yang lain. Jika karya sastra yang lain drama cerpen dan novel menjelaskan isi dengan bahasa yang lebih jelas dan luas tidak akan mempengaruhi nilai estetik dari karya tersebut. Namun hal itu tidak berlaku pada puisi. Semakin padat bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi puisi maka semakin indah dan semakin banyak interpretasi yang dihasilkan. Setiap karya sastra memiliki karakteristik masing-masing. Karakteristik tersebut bisa berupa tema yang diangkat gaya bahasa yang digunakan sampai alur yang dianggap menarik. Salah satu gaya bahasa yang paling sering digunakan penyair adalah metafora. Metafora termasuk ke dalam majas perbandingan. Metafora digunakan untuk membantu mengatasi kekurangan manusia yang memiliki keterbatasan dalam hal menjelaskan sesuatu. Metafora yang digunakan dalam kumpulan puisi tersebut dapat menunjukkan ideologi tertentu. W.S. Rendra dalam menciptakan kumpulan puisi Nyanyian dari Jalanan tak luput dari penggunaan majas khususnya metafora. Metafora tersebut digunakan Rendra guna menambah nilai estetis karyanya. Metafora yang muncul dalam kumpulan puisi Nyanyian dari Jalanan adalah metafora alam. Rendra seringkali membandingkan sesuatu dengan bentukan-bentukan alam seperti bulan bunga elang bumi langit cemara angin kerbau dan lain-lain. Metafora alam tersebut juga dapat menunjukkan ideologi yang dimiliki oleh Rendra khususnya dalam hal merepresentasikan alam pikiran. Puisi yang diciptakan oleh W.S. Rendra memiliki karakteristik yang mampu menyihir pembaca untuk masuk ke dunia rekaannya. Karakteristik puisi Rendra terletak pada rekaan kejadian yang menakjubkan dengan menggunakan majas perbandingannya. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan jenis metafora alam dan alam pikiran tertentu yang terdapat dalam kumpulan puisi Nyanyian dari Jalanan karya W. S. Rendra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis teks. Data penelitian ini berupa metafora alam dan alam pikiran dalam kumpulan puisi Nyanyian dari Jalanan W. S. Rendra. Sumber data pada penelitian ini adalah kumpulan puisi Nyanyian dari Jalanan karya W.S. Rendra yang terdapat dalam buku Empat Kumpulan Sajak yang diterbitkan oleh penerbit Pustaka Jaya cetakan kesebelas. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan teknik dokumentasi. Analisis data yang dilakukan melalui proses reduksi data yang meliputi identifikasi klasifikasi dan kodifikasi. Selanjutnya dilakukan penyajian data penarikan simpulan sementara dan pengecekan keabsahan temuan. Berdasarkan temuan penelitian diperoleh dua hasil penelitian. Pertama metafora alam yang terdiri dari lima aspek yaitu metafora flora metafora fauna metafora energi metafora kosmik dan metafora terrestrial. Metafora flora meliputi aspek tanaman misalnya daun bunga tangkai dan buah. Metafora fauna meliputi aspek hewan misalnya elang domba daging kucing dan ular. Metafora energi meliputi aspek tenaga misalnya angin air dan tanah. Metafora kosmik meliputi aspek benda-benda angkasa misalnya langit bulan dan awan. Metafora terresetrial meliputi bentukan alam yang membentuk bumi misalnya lembah dan hutan. Kedua alam pikiran penyair pada kumpulan puisi Nyanyian dari jalanan. Kumpulan puisi Nyanyian dari Jalanan berisi mengenai perjalanan hidup seorang W.S. Rendra ketika sedang berada di tempat jauh yang saat itu tidak sedang bersama dengan istrinya. Dalam kumpulan puisi tersebut terdapat puisi-puisi yang mengenang kemesraan penyair dengan istrinya. Pada kumpulan puisi ini juga penyair menyampaikan kesepian yang dirasakannya ketika berada di tempat yang jauh dari orang terkasihnya. Selain itu pada kumpulan puisi ini penyair memberikan perhatiannya terhadap berbagai hal yang ditemuinya waktu itu. Penyair memberikan perhatiannya kepada sungai Ciliwung tukang jual jajanan kali solo perawan tua dan perempuan tunasusila. Penyair melihat banyak sekali hal yang mengkhawatirkan pada hidupnya dan orang-orang disekelilingnya. Berdasarkan penelitian ini dikemukakan tiga saran. Pertama bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian lanjutan mengenai metafora alam dengan menggunakan perspektif yang berbeda seperti sosiologi sastra psikologi sastra dan penelitian lain yang relevan mengenai kritik sastra dan apresiasi sastra. Kedua bagi masyarakat sastra agar dapat memberi kritik dan saran terhadap karya sastra terutama puisi untuk membangun karya sastra yang lebih baik lagi dan mendalami metafora lebih jauh lagi untuk menangkap pesan yang akan disampaikan oleh penyair lebih jauh lagi. Terakhir untuk pembaca atau penikmat sastra untuk lebih membiasakan membaca karya sastra karena karya sastra dapat dijadikan gambaran atau refleksi kehidupan untuk melatih sikap moral dan nilai-nilai luhur yang ada di masyarakat. /p
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Sastra (FS) > Departemen Sastra Indonesia (IND) > S1 Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 14 May 2021 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2021 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/420482 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
