Fenomena social loafing pada mahasiswa bimbingan dan konseling ditinjau dari perspektif teori konseling gestalt / Erna Puji Lestari</p> - Repositori Universitas Negeri Malang

Fenomena social loafing pada mahasiswa bimbingan dan konseling ditinjau dari perspektif teori konseling gestalt / Erna Puji Lestari</p>

Lestari, Erna Puji (2025) Fenomena social loafing pada mahasiswa bimbingan dan konseling ditinjau dari perspektif teori konseling gestalt / Erna Puji Lestari</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Idealnya dalam kelompok diperlukan kontribusi yang maksimal dan setara antar anggota. Namun pada realitasnya terdapat anggota yang tidak berkontribusi maksimal. Fenomena ini disebut dengan social loafing yaitu individu yang kurang termotivasi dan kurang bertanggung jawab akan peran dalam kelompok sehingga menghambat keberhasilan kelompok. Data pra-penelitian menunjukkan 92% mahasiswa BK melakukan social loafing. Kondisi ini merupakan cerminan dari pribadi maladaptif dari teori konseling gestalt yaitu dari kurangnya kesadaran dalam memikul tanggung jawab. Penelitian ini mencoba melihat pengalaman subjektif individu social loafing mdash social loafers terkait pandangan tindakan dan faktor penyebab social loafing kemudian akan ditinjau melalui konsep kepribadian dari teori konseling gestalt. Desain penelitian menggunakan kualitatif fenomenologi agar peneliti mendapatkan pengalaman subjektif dari social loafers. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan Interpretative Phenomenological Analysis. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan subjek serta melalui studi dokumentasi. Penentuan subjek dilakukan menggunakan teknik purposive sampling untuk menemukan subjek utama yang sesuai dengan kriteria melalui instrumen social loafing. Sedangkan subjek tambahan merupakan teman subjek yang pernah bekerja dalam satu kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki pandangan akan bahwa dalam kelompok yang diperlukan adanya sebatas fokus pada penyelesaian tugas yang telah dibagikan. Aktivitas lain dianggap bukan menjadi perannya. Selain itu terdapat pandangan lain bahwa kerja kelompok bukan menjadi prioritas utama dibandingkan dengan tugas individual. Dalam bentuk tindakan terlihat subjek kurang memiliki motivasi dan kurang bertanggung jawab menjalankan peran dalam kelompok yang ditunjukkan dengan minimnya keikutsertaan dalam aktivitas kelompok maupun dalam proses penyelesaian tugas. Penyebab social loafing berasal dari internal subjek yang memiliki kepribadian yang kaku sehingga tidak dapat beradaptasi dengan pengalaman saat kerja kelompok. Selain itu juga dipengaruhi oleh kondisi kelompok yang tidak kondusif. Dalam penelitian terdapat beberapa saran berdasarkan hasil yang diperoleh yaitu pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling konselor dan peneliti selanjutnya. Bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling dapat menjadi sumber refleksi untuk dapat mengenali perilaku social loafing sebagai bentuk dari pribadi maladaptif. Kemudian bagi konselor perguruan tinggi penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk melaksanakan layanan preventif seperti bimbingan yang mengangkat topik social loafing maupun kuratif bagi mahasiswa yang mengalami social loafing dengan pendekatan konseling gestalt. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menindaklanjuti terkait profil individu yang mengalami social loafing. Bagi dosen pengampu untuk dapat memberikan lingkungan kelompok yang kondusif saat pembelajaran agar dapat mereduksi fenomena social loafing.

Item Type: Thesis (Diploma)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Bimbingan dan Konseling (BK) > S1 Bimbingan dan Konseling
Depositing User: library UM
Date Deposited: 30 Sep 2025 04:29
Last Modified: 09 Sep 2025 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/420281

Actions (login required)

View Item View Item