Irmasari, Aprilia Avita (2025) Penamaan dusun di Kabupaten Blitar / Aprilia Avita Irmasari</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Penamaan tempat memiliki makna yang sesuai dengan kondisi dan keadaan masyarakat. Tujuan dari penamaan tempat adalah untuk mengingat peristiwa yang menjadi sejarah penamaan. Nama-nama dusun mengandung arti yang menjadi identitas tempat dan kondisi penduduknya. Ditemukan permasalahan mengenai tidak adanya sumber tertulis yang dimiliki oleh pemerintahan desa maupun kecamatan. Permasalahan tersebut mengakibatkan generasi baru banyak yang tidak mengetahui mengenai asal-usul penamaan serta makna yang terkandung dalam nama tempat tinggal mereka. Hal ini menyebabkan lunturnya pengetahuan masyarakat dalam menjelaskan identitas nama tempat yang mereka tempati. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep penamaan dalam penamaan dusun di Kabupaten Blitar mendeskripsikan aspek penamaan dalam penamaan dusun di Kabupaten Blitar serta untuk mengetahui jenis makna yang terkandung dalam penamaan dusun di Kabupaten Blitar. Hasil dari penelitian diharapkan dapat menambah pengetahuan baru khususnya di kajian toponimi dan dapat digunakan sebagai sumber belajar bahasa Jawa bagi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena data penelitian berupa deskripsi bahasa dan dilakukan untuk menjelaskan dan menganalisis fenomena penamaan dusun. Hasil penelitian menujukkan bahwa penamaan dusun di Kabupaten Blitar mengandung konsep penamaan aspek penamaan dan jenis makna. Pada konsep penamaan ditemukan lima konsep penamaan yakni penekanan sifat khusus penamaan baru penyederhanaan kata unsur alam dan harapan. Konsep penamaan yang paling dominan dalam penamaan dusun di Kabupaten Blitar adalah unsur alam dan konsep penamaan penyederhanaan kata paling sedikit digunakan. Pada aspek penamaan ditemukan tiga aspek penamaan yaitu aspek perwujudan aspek kemasyarakatan dan aspek deskriptif. Aspek penamaan berdasarkan aspek perwujudan mendominasi dalam penamaan dusun dan aspek deskriptif merupakan aspek penamaan yang paling sedikit digunakan. Pada jenis makna penamaan dusun di Kabupaten Blitar mengandung jenis makna berdasarkan ada tidaknya referen yakni makna referensial dan makna nonreferensial. Jenis makna yang paling dominan adalah makna referensial dan makna nonreferensial lebih sedikit ditemukan dalam penamaan dusun di Kabupaten Blitar.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Sastra (FS) > Departemen Sastra Indonesia (IND) > S1 Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 23 May 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/407460 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
