Tania, Basma (2025) Self harm as a trend? a case study of digital literacy and popular culture / Basma Tania</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
p RINGKASAN Tania Basma. 2024. Memahami Kecenderungan Self Harm pada Remaja di Era Digital. Skripsi Department Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Tutut Chusniyah Kata Kunci Self Harm Era Digital Trend Self harm adalah tindakan melukai diri sendiri secara sengaja tanpa tujuan bunuh diri yang sering kali berfungsi sebagai pelampiasan emosi negatif atau untuk mencari perhatian. Dalam beberapa tahun terakhir faktor yang mempengaruhi self-harm tidak hanya disebabkan oleh gejala klinis yang berhubungan dengan gangguan kesehatan mental namun menjadi fenomena sosial yang dipengaruhi oleh tren media digital khususnya di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami self-harm sebagai sebuah fenomena sosial faktor penyebabnya serta peran media sosial dalam membentuk pola perilaku ini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan subjek berusia 12-18 tahun. Partisipan adalah siswi di salah satu SMPN X Kabupaten Malang yang berjumlah 4 orang. Wawancara juga dilakukan pada Guru Bimbingan Konseling dan Guru Wali Kelas sebagai significant other untuk triangulasi data dan konfirmasi dan pertanyaan serupa. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik tematik untuk mengidentifikasi pola-pola utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-harm kini tidak hanya dipicu oleh tekanan emosional atau lingkungan keluarga yang kurang harmonis tetapi juga oleh pengaruh media sosial seperti TikTok yang mempopulerkan tindakan ini sebagai tren. Subjek MA (14 tahun) CP (13 tahun) SA (15 tahun) dan WA (14 tahun) mengaku terinspirasi dari konten media sosial dan melakukan self-harm untuk mendapatkan perhatian validasi atau untuk meniru apa yang dianggap keren oleh teman sebaya. Normalisasi self-harm dalam konteks ini menciptakan pergeseran makna dari sebuah gejala klinis menjadi bagian dari budaya sosial remaja. Self-harm dalam era digital dipahami menjadi fenomena sosial yang salah satu faktornya dipengaruhi oleh media digital dan budaya remaja. Oleh karena itu intervensi yang melibatkan edukasi literasi digital penguatan dukungan keluarga dan pemberdayaan layanan kesehatan mental sangat diperlukan untuk mengurangi dampak negatif dari fenomena ini. /p
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Psikologi (FPsi) > Departemen Psikologi (PSi) > S1 Psikologi |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 31 Jan 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/401785 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
