Hubungan faktor lingkungan dan perilaku masyarakat dengan kejadian demam berdarah dengue di wilayah Kelurahan Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung / Wildhan Dwi Prasetyo - Repositori Universitas Negeri Malang

Hubungan faktor lingkungan dan perilaku masyarakat dengan kejadian demam berdarah dengue di wilayah Kelurahan Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung / Wildhan Dwi Prasetyo

Prasetyo, Wildhan Dwi (2024) Hubungan faktor lingkungan dan perilaku masyarakat dengan kejadian demam berdarah dengue di wilayah Kelurahan Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung / Wildhan Dwi Prasetyo. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh virus dengue. Virus dengue merupakan virus dari gigitan nyamuk Aides Aegepty. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi hubungan faktor lingkungan dan perilaku masyarakat dengan kejadian demam berdarah dengue di wilayah Kelurahan Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung yang terdiri dari kelembaban udara dalam rumah kualitas tempat penampungan air pencahayaan dalam rumah kebiasaan menggunakan kelambu dan pemberatasan sarang nyamuk. Metode penelitian ini berupa penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan case control. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan kuesione r. Penelitian ini menggunakan analisis univariat Crosstabulation Chi-square Bivariat Chi-square dan Multivariat Binary Logistic Regression. Berdasarkan hasil dari penelitian kelembaban udara dalam rumah kualitas tempat penampungan air pencahayaan dalam rumah dan pemberantasan sarang nyamuk mendapatkan p-value lt 0 05 artinya ada hubungan dengan kejadian DBD. Kelembaban berhubungan karena berpengaruh terhadap penetasan telur nyamuk penyebab DBD kualitas tempat penampungan air berhubungan karena buruknya tempat penampungan air menjadi tempat kembangbiaknya nyamuk pencahayaan dalam rumah berhubungan karena rumah yang kurang pencahayaan membantu menyebarnya nyamuk dan pemberantasan sarang nyamuk berhubungan karena banyak masyarakat yang tidak melakukan PSN dengan baik. Namun untuk kebiasaan menggunakan kelambu mendapatlkan nilai p-value gt 0 05. Artinya tidak ada hubungan dengan kejadian DBD. Hasil analisis multivariat menunjukkan pemberantasan sarang nyamuk paling berpengaruh pada terjadinya DBD karena mendapatkan nilai signifikansi terkecil (0 029).

Item Type: Thesis (Diploma)
Divisions: Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) > Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) > S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Depositing User: library UM
Date Deposited: 07 Oct 2024 04:29
Last Modified: 16 Mar 2026 03:15
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/401079

Actions (login required)

View Item View Item