Fadhillah, Rizki (2024) Analisis perbaikan tanah pada terowongan stasiun mass rapid transit (mrt) mangga besar dengan perkuatan jet grouting berbasis software / Rizki Fadhillah</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
p Pembangunan Mass Rapid Transit Jakarta fase 2 memiliki tantangan berupa rembesan air akibat tekanan air tinggi dan kondisi tanah yang kurang ideal terutama pada tanah berpasir dengan permeabilitas sedang. Hal ini dapat mempengaruhi kestabilan pada terowongan. Perbaikan tanah menjadi solusi yang diambil agar terowongan menjadi stabil dan aman. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi karakteristik tanah berdasarkan kriteria batas potensi bahaya pada terowongan menganalisis stabilitas terowongan kondisi eksisting dan menganalisis stabilitas terowongan setelah dilakukan perkuatan jet grouting. Metode penelitian menggunakan analisis kuantitatif dengan teknik pengolahan data analisis deskriptif. Evaluasi karakteristik tanah menggunakan tabel kriteria batas potensi bahaya terowongan. Analisis stabilitas terowongan kondisi eksisting dan setelah dilakukan perbaikan tanah menggunakan model plane strain dua dimensi dan model Mohr Coulomb dengan bantuan software Plaxis v.8.6. Pemodelan yang digunakan terdiri dari kondisi eksisting perkuatan jet grouting model vertikal dengan variasi jumlah grout 4 6 10 tiang dan model horizontal dengan variasi jumlah grout 1 2 3 tiang. Hasil dari penelitian ini adalah (1) karakteristik tanah pada lapisan 2 yang dimana lapisan tersebut berada di atas terowongan yang direncanakan memiliki potensi bahaya pada tingkatan antara sedang sampai dengan tinggi. Oleh karena itu perlu adanya tindakan agar lining terowongan tidak mengalami kerusakan ataupun kegagalan. (2) Stabilitas terowongan kondisi eksisting menunjukan nilai FK dan deformasi yang tidak memenuhi standar. Dimana stabilitas terowongan kondisi eksisting memiliki nilai FK 1 18 lt standar LTA (Land Transport Authority) 1 2. Sedangkan nilai deformasi total 28 49 mm gt standar LTA (Land Transport Authority) 25 mm. Dapat disimpulkan bahwa terowongan kondisi eksisting tidak aman. (3) Penerapan jet grouting model vertikal dengan jumlah grout 4 tiang pada stabilitas Terowongan Stasiun MRT Mangga Besar dapat digunakan karena dianggap lebih efisien dalam menstabilkan terowongan. Dimana jet grouting model vertikal dengan jumlah grout 4 tiang memiliki nilai FK 1 28 gt standar LTA (Land Transport Authority) 1 2. Sedangkan nilai deformasi total 12 62 mm lt standar LTA (Land Transport Authority) 25 mm. Adapun gaya dalam yang dihasilkan adalah gaya aksial sebesar 413 41 kN/m gaya geser sebesar 26 13 kN/m dan momen lentur sebesar 30 95 kNm/m. /p
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Teknik (FT) > Departemen Teknik Sipil (TS) > S1 Teknik Sipil |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 02 Sep 2024 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2024 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/399541 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
