Farhana, Anindita Galuh Paramitha (2024) Sintesis scaffold jaringan tulang nanofiber komposit pva/collagen/hap/allium sativum terhadap morfologi, wettability, antibakteri, dan biodegradasi / Anindita Galuh Paramitha Farhana</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Kerusakan pada tulang atau yang lebih dikenal dengan istilah Bone Defect ialah fenomena pengurangan massa atau hancurnya jaringan pada tulang yang disebabkan kekurangan mineral pada tulang degenerasi dikarenakan penyakit dan adanya trauma pada kecelakaan yang dialami serta kemungkinan pola aktivitas sehari-hari yang buruk sehingga menimbulkan efek samping terhadap tulang. Salah satu teknologi yang dijanjikan adalah pengaplikasian nanofiber sebagai scaffold untuk teknologi rekayasa jaringan tulang. Pengaplikasian ini dikembangkan karena memiliki kesamaan fungsi dengam matriks ECM jaringan tulang yang dapat menumbuhkan jaringan baru terhadap sel tulang yang rusak. Pada penelitian sebelumnya pengembangan material Hidroksiapatit menggunakan tulang sotong sudah dilakukan terhadap nanofiber PVA/Collagen dan menyimpulkan bahwa nanofiber yang dihasilkan memiliki sifat hidrofilik biokompatibel dan membentuk fiber yang baik. Pada penelitian ini penambahan variasi Allium sativum dilakukan untuk mendapatkan sifat antibakteri serta meneliti pengaruh morofologi wettability dan laju biodegradabilitasnya. Penelitian ini mensintesis komposit nanofiber PVA/Collagen/HAp dari tulang sotong dengan menambahkan variasi Allium sativum 0% 3% 6% 9% 12% dan 15%. PVA yang memiliki sifat biokompatibel dan juga dapat membentuk fiber yang baik. Sedangkan penggabungan Collagen dan HAp yang memiliki struktur menyerupai tulang. Selanjutnya penambahan variasi Allium sativum 0% 3% 6% 9% 12% dan 15% untuk mengetahui laju aktivitas antibakteri pada komposit nanofiber PVA/Collagen/HAp/Allium sativum. Untuk mengamati morfologi permukaan serta gugus fungsi yang terkandung pada sampel dilakukan karakterisasi Scanning Electron Microscopy (SEM) dan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) serta uji antibakteri menggunakan metode sumuran untuk mengamati zona inhibisi yang terbentuk oleh aktivitas bakteri. Hasil karakterisasi SEM menunjukkan semakin meningkat variasi Allium sativum maka diameter fiber yang terbentuk dan porositas semakin menurun. Diameter yang terbentuk berada pada kisaran 60- 200 nm sedangkan porositas yang terukur berada pada kisaran 50%-70%. Hasil FTIR menunjukkan bahwa terdeteksi gugus PVA Collagen HAp dan Allium sativum pada keenam sampel. Hasil uji sudut kontak air menunjukkan bahwa terjadi penurunan sudut kontak air seiring dengan penambahan Allium sativum. Sedangkan laju degradasi pada sampel terus meningkat seiring dengan bertambahnya Allium sativum yang menunjukkan bahwa nanofiber komposit PVA/Collagen/HAp/Allium sativum memiliki sifat hidrofilik dan biodegradabilitas yang baik.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Departemen Fisika (FIS) > S1 Fisika |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 20 Aug 2024 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2024 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/394994 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
