Malik, Agung Rinaldy (2025) Berpikir kritis siswa dalam menulis teks eksposisi / Agung Rinaldy Malik</p>. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Revolusi Industri 4.0 mendorong transformasi pembelajaran agar siswa memiliki keterampilan abad ke-21 terutama berpikir kritis. Selain mengeksplorasi komponen berpikir kritis dalam teks eksposisi penelitian ini juga menyoroti aspek disposisi berpikir kritis sebagai elemen penting dalam pembelajaran menulis. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian tentang komponen dan disposisi berpikir kritis khususnya dalam konteks pembelajaran menulis yang dikaitkan dengan pengembangan keterampilan menulis akademik. Dengan mengisi kesenjangan penelitian terdahulu studi ini menawarkan model analisis baru dalam memahami bagaimana komponen berpikir kritis dan disposisi berpikir kritis dapat dimanifestasikan dalam hasil tulisan siswa serta bagaimana lingkungan pembelajaran dapat memfasilitasi pengembangannya secara lebih efektif. Penelitian ini memiliki dua fokus penelitian yakni (1) komponen berpikir kritis siswa dalam menulis teks eksposisi dan (2) disposisi berpikir kritis dalam menulis teks eksposisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggambarkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran berbasis proyek. Sesuai dengan pandangan Bogdan amp Biklen (2013) pendekatan ini menggunakan latar ilmiah dengan analisis data induktif. Data diamati dalam kondisi alami tanpa perlakuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggambarkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran berbasis proyek. Sesuai dengan pandangan Bogdan amp Biklen (2013) pendekatan ini menggunakan latar ilmiah dengan analisis data induktif. Data diamati dalam kondisi alami tanpa perlakuan. Data penelitian terdiri atas 30 teks eksposisi karya siswa. Penelitian ini mengumpulkan data melalui penugasan observasi dan wawancara masing-masing menggunakan instrumen khusus. Penugasan berbasis Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dirancang untuk menganalisis komponen berpikir kritis siswa mengacu pada indikator Facione serta teori Paul dan Adler. Instrumen disposisi berpikir kritis diadaptasi dari California Critical Thinking Disposition Inventory (CCTDI). Data hasil observasi dilakukan dalam tiga tahap yakni pra-menulis menulis dan pasca-menulis selaras dengan teori Krajcik dan Blumenfeld (2006) serta Thomas (2000). Wawancara dilakukan secara acak untuk mendalami disposisi berpikir kritis siswa dalam menulis teks eksposisi. Pengumpulan data mengikuti format yang sistematis untuk memastikan ketelitian dan fokus dalam analisis. Penelitian ini menganalisis data kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman (1992) yang meliputi reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berpikir kritis dalam menulis teks eksposisi melibatkan enam komponen utama interpretasi analisis evaluasi inferensi eksplanasi dan refleksi. Berdasarkan komponen ini berpikir kritis terbagi menjadi lima tingkatan. Pertama komponen berpikir pemahaman dasar di mana individu hanya menerima informasi tanpa analisis mendalam. Kedua berpikir berkembang ditandai kemampuan mengidentifikasi hubungan informasi dengan bimbingan dalam menyusun argumen. Ketiga berpikir mandiri menunjukkan kemampuan menganalisis dan mengevaluasi informasi secara independen serta menyusun argumen yang terstruktur. Keempat berpikir analitis mencerminkan kecakapan menyusun argumen berbasis bukti dan mempertimbangkan berbagai perspektif. Kelima berpikir strategis menggambarkan kemampuan reflektif dan strategis dalam membangun teks eksposisi yang kompleks dan berdampak. Model ini menegaskan bahwa berpikir kritis mencakup pemahaman analisis evaluasi penyimpulan dan eksplanasi berbasis bukti sehingga membantu siswa mengembangkan teks argumentatif yang logis dan relevan. Temuan lainnya menunjukkan bahwa disposisi berpikir kritis dalam menulis mencakup enam aspek keterbukaan terhadap ide baru keterlibatan intelektual sikap reflektif keyakinan diri dalam berpikir disiplin intelektual dan rasa tanggung jawab akademik. Keterbukaan terhadap ide baru memungkinkan siswa menerima perspektif berbeda untuk memperkuat argumen. Keterlibatan intelektual mendorong eksplorasi topik secara mendalam. Sikap reflektif membantu mengevaluasi dan merevisi argumen. Keyakinan diri memperkuat kemampuan mempertahankan pendapat berbasis data dan logika. Disiplin intelektual menuntut ketelitian dan tanggung jawab dalam berpikir serta menghindari kesimpulan tergesa-gesa. Sementara itu rasa tanggung jawab akademik mendorong penyampaian gagasan yang etis dan bermakna. Integrasi antara komponen dan disposisi berpikir kritis ini membentuk pola pikir analitis dan reflektif yang memperkuat kemampuan siswa dalam menulis teks eksposisi yang berbobot dan berdampak dalam konteks akademik maupun kehidupan profesional. Adapun simpulan penelitian menunjukkan bahwa berpikir kritis dalam menulis teks eksposisi melalui enam komponen utama mulai dari pemahaman dasar atau berpikir pemula hingga berpikir strategis. Setiap komponen mencerminkan tingkat kompleksitas yang semakin meningkat dari sekadar menerima informasi hingga menyusun argumentasi yang reflektif dan berdampak luas. Model ini menegaskan bahwa keterampilan berpikir kritis tidak hanya melibatkan pemahaman dan analisis tetapi juga evaluasi penyimpulan serta eksplanasi berbasis bukti yang berkontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran yang lebih sistematis. Selain itu disposisi berpikir kritis siswa dalam menulis teks eksposisi mencakup enam kategori yaitu keterbukaan terhadap ide baru keterlibatan intelektual sikap reflektif keyakinan diri dalam berpikir disiplin intelektual dan tanggung jawab akademik. Kombinasi dari keenam kategori ini membentuk pola pikir yang analitis reflektif dan konstruktif yang tidak hanya meningkatkan kualitas penulisan tetapi juga berperan dalam pengembangan intelektual siswa secara lebih luas. Dengan demikian penelitian ini menegaskan bahwa berpikir kritis dalam menulis tidak hanya dipengaruhi oleh keterampilan kognitif tetapi juga oleh disposisi yang mendukung pemikiran reflektif dan bertanggung jawab. Meskipun penelitian ini memberikan wawasan berharga beberapa keterbatasan perlu diperhatikan sebagai dasar penelitian lanjutan. Pertama cakupan penelitian terbatas pada teks eksposisi sehingga efektivitas strategi pembelajaran terhadap jenis teks lain seperti narasi atau argumentasi belum teruji dan membatasi generalisasi temuan. Kedua penelitian menitikberatkan pada pengembangan berpikir kritis individu sementara aspek kolaboratif belum dieksplorasi mendalam. Meskipun diskusi kelompok diterapkan dampaknya terhadap keterampilan kerja sama dan komunikasi siswa masih perlu dikaji. Ketiga penelitian terbatas pada satu institusi dengan sampel kecil sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi ke konteks pendidikan yang lebih luas. Studi lanjutan dengan cakupan geografis dan demografis lebih beragam diperlukan untuk menguji keefektifan strategi ini di berbagai kondisi sosial dan budaya. Keempat meskipun metode mencakup analisis teks wawancara dan observasi data terhadap interaksi dinamis dalam proses pembelajaran masih terbatas misalnya dalam memanfaatkan diskusi atau umpan balik secara real-time untuk membangun argumen. Kelima penelitian ini berfokus pada dampak jangka pendek tanpa mengeksplorasi perkembangan keterampilan berpikir kritis dalam jangka panjang. Tidak ada data tentang dampak strategi terhadap perkembangan akademik dan profesional siswa ke depan. Oleh karena itu penelitian lanjutan penting untuk mengevaluasi keberlanjutan manfaat strategi ini serta implikasinya dalam konteks pendidikan dan kehidupan nyata.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Sastra (FS) > Departemen Sastra Indonesia (IND) > S3 Pendidikan Bahasa Indonesia |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 07 May 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/391634 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
