Pengaruh problem based learning berbantuan scaffolding augmented reality dan preferensi siswa terhadap kemampuan analisis dan pemecahan masalah fisika / Nurussaniah</p> - Repositori Universitas Negeri Malang

Pengaruh problem based learning berbantuan scaffolding augmented reality dan preferensi siswa terhadap kemampuan analisis dan pemecahan masalah fisika / Nurussaniah</p>

Nurussaniah (2025) Pengaruh problem based learning berbantuan scaffolding augmented reality dan preferensi siswa terhadap kemampuan analisis dan pemecahan masalah fisika / Nurussaniah</p>. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Fisika memiliki peran strategis tidak hanya dalam menjelaskan fenomena alam tetapi juga dalam mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi khususnya kemampuan analisis dan pemecahan masalah terutama di era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun sejumlah studi menunjukkan bahwa pebelajar sekolah menengah masih mengalami kesulitan dalam menguasai kedua kemampuan tersebut secara optimal yang sebagian besar disebabkan oleh pendekatan pembelajaran konvensional yang minim melibatkan partisipasi aktif dan pemikiran kritis. Untuk mengatasi tantangan ini dibutuhkan strategi pembelajaran yang kontekstual adaptif dan partisipatif seperti problem-based learning yang dilengkapi dengan scaffolding sebagai dukungan kognitif selama proses pembelajaran. Integrasi teknologi augmented reality dalam kerangka problem-based learning berpotensi memperkaya pengalaman belajar melalui visualisasi konsep-konsep abstrak secara interaktif dan bermakna. Fokus utama penelitian ini adalah menguji pengaruh strategi problem-based learning berbantuan scaffolding augmented reality serta mempertimbangkan pengaruh preferensi pebelajar terhadap kemampuan analisis dan pemecahan masalah fisika. Penerapan teknologi augmented reality dimaksudkan untuk memberikan dukungan visual dan kognitif pada berbagai tahap pembelajaran problem-based learning terutama dalam menghadirkan representasi konkret terhadap konsep-konsep fisika yang bersifat abstrak. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen faktorial (2x3) dengan dua kelompok pembelajaran (problem-based learning berbantuan scaffolding augmented reality dan problem-based learning tanpa bantuan scaffolding augmented reality) serta tiga kategori preferensi pebelajar (dependent collaborative dan independent). Instrumen pengumpulan data meliputi tes kemampuan analisis berdasarkan taksonomi Bloom dan tes kemampuan pemecahan masalah berdasarkan kerangka Gagn eacute . Data dianalisis menggunakan teknik Two-Way MANOVA untuk menguji pengaruh utama maupun interaksi antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan enam temuan utama. Pertama ditemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan analisis pebelajar antara kelompok yang memperoleh pembelajaran melalui strategi problem-based learning berbantuan scaffolding augmented reality dan kelompok yang mengikuti problem-based learning tanpa bantuan scaffolding augmented reality. Kedua hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kemampuan analisis yang signifikan berdasarkan preferensi pebelajar (dependent collaborative dan independent). Ketiga tidak ditemukan interaksi yang signifikan antara strategi pembelajaran problem-based learning berbantuan scaffolding augmented reality dan preferensi pebelajar terhadap kemampuan analisis. Keempat secara signifikan ditemukan pula bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara kelompok pebelajar yang mendapat pembelajaran dengan strategi problem-based learning berbantuan scaffolding augmented reality dan kelompok pebelajar yang mendapat pembelajaran dengan strategi problem-based learning tanpa bantuan scaffolding augmented reality. Kelima tidak ditemukan perbedaan yang signifikan dalam kemampuan pemecahan masalah. Keenam terdapat interaksi yang signifikan antara strategi pembelajaran dan preferensi pebelajar terhadap kemampuan pemecahan masalah. Secara keseluruhan penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pembelajaran berbasis teknologi yang adaptif dan kontekstual. Integrasi augmented reality dalam strategi problem-based learning terbukti memperkuat proses pembelajaran konseptual dan strategis khususnya dalam meningkatkan kemampuan analisis dan pemecahan masalah. Di sisi lain perhatian terhadap karakteristik pebelajar seperti preferensi belajar menjadi landasan penting dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan individual.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Teknologi Pendidikan (TEP) > S3 Teknologi Pembelajaran
Depositing User: library UM
Date Deposited: 21 Jul 2025 04:29
Last Modified: 09 Sep 2025 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/391553

Actions (login required)

View Item View Item