Pengelolaan program kurikulum sinkronisasi SMK PK pemadanan (studi multi kasus SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi dan SMK 3 PGRI Malang) / Lucky Rafli Abdillah</p> - Repositori Universitas Negeri Malang

Pengelolaan program kurikulum sinkronisasi SMK PK pemadanan (studi multi kasus SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi dan SMK 3 PGRI Malang) / Lucky Rafli Abdillah</p>

Abdillah, Lucky Rafli (2025) Pengelolaan program kurikulum sinkronisasi SMK PK pemadanan (studi multi kasus SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi dan SMK 3 PGRI Malang) / Lucky Rafli Abdillah</p>. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

SMK Pusat Keunggulan (PK) Skema Pemadanan merupakan program unggulan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi yang bertujuan untuk menyelaraskan pendidikan di SMK dengan kebutuhan dunia industri mengingat lulusan SMK umumnya dipersiapkan untuk langsung memasuki dunia kerja. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa meskipun banyak SMK telah melakukan sinkronisasi kurikulum dengan industri masih terdapat sejumlah sekolah yang belum mampu mengelola proses tersebut secara optimal. Selain itu kesenjangan antara pendidikan yang dilaksanakan di sekolah dengan praktik di industri masih menjadi tantangan yang signifikan. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini dilakukan di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi dan SMK PGRI 3 Malang yang merupakan dua sekolah pertama di Jawa Timur yang menerima program SMK PK Skema Pemadanan. Fokus penelitian ini adalah pada pengelolaan program kurikulum sinkronisasi antara SMK dan industri dengan tujuan penelitian untuk (1) mendeskripsikan proses perencanaan kurikulum sinkronisasi di kedua SMK tersebut (2) mendeskripsikan pengorganisasian program termasuk pembagian tugas dan koordinasi antar pihak terkait (3) mendeskripsikan pelaksanaan atau implementasi program dalam rangka mengevaluasi keberhasilan serta tantangan yang dihadapi dan (4) mendeskripsikan proses pengendalian (controlling) dalam pelaksanaan program untuk memastikan kesesuaian dengan tujuan yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi multi kasus yang difokuskan pada perbandingan antara SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi dan SMK PGRI 3 Malang dalam pengelolaan kurikulum sinkronisasi SMK PK Skema Pemadanan. Data dikumpulkan melalui observasi dokumentasi dan wawancara dengan informan yang terdiri dari kepala jurusan humas dan kepala bidang kurikulum disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Penelitian ini bersifat komparatif dengan tujuan mengidentifikasi perbedaan dalam pelaksanaan kurikulum sinkronisasi berdasarkan konteks manajemen POAC (Planning Organizing Actuating dan Controlling). Proses analisis data dilakukan melalui tiga tahapan kualitatif yaitu deskripsi (penggambaran detail temuan lapangan) reduksi (penyaringan data yang relevan) dan seleksi (pendalaman fokus analisis). Melalui tahapan tersebut peneliti mengungkap tema dan pola yang muncul dari data sebagai kontribusi terhadap pemahaman baru terkait manajemen kurikulum sinkronisasi di SMK. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa dalam pengelolaan program kurikulum sinkronisasi di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi dan SMK PGRI 3 Malang ditemukan bahwa kedua sekolah memiliki kesamaan dalam tujuan utama yaitu menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri melalui program SMK Pusat Keunggulan Skema Pemadanan. Namun terdapat perbedaan signifikan dalam pelaksanaannya. Pada tahap perencanaan SMK Muhammadiyah 7 lebih melibatkan berbagai pemangku kepentingan internal dan eksternal serta berfokus pada sertifikasi industri seperti UT School sedangkan SMK PGRI 3 lebih menekankan pada pengembangan Teaching Factory berbasis produksi. proses pengorganisasian struktur manajemen SMK Muhammadiyah 7 lebih terperinci dan melibatkan banyak bidang sedangkan SMK PGRI 3 menyerahkan tanggung jawab utama kepada Kepala Bidang Kurikulum dengan struktur yang lebih ramping. Pada aspek pelaksanaan kedua sekolah menerapkan Teaching Factory namun SMK Muhammadiyah 7 mengkhususkan pada jasa servis alat berat dengan dukungan dari UT sementara SMK PGRI 3 fokus pada produksi berbasis teknik mesin. pengendalian SMK Muhammadiyah 7 mengandalkan aplikasi SOBAT dan keterlibatan aktif industri dalam evaluasi sedangkan SMK PGRI 3 menggunakan sistem One Click System (OCS) untuk memantau perkembangan siswa secara lebih mandiri. Perbedaan ini menunjukkan bahwa model pengelolaan program kurikulum sinkronisasi sangat dipengaruhi oleh karakteristik sekolah mitra industri dan strategi manajerial masing-masing lembaga. Berdasarkan hasil penelitian ini SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi disarankan untuk mempertahankan keterlibatan aktif industri dalam seluruh proses perencanaan hingga evaluasi kurikulum karena terbukti meningkatkan relevansi lulusan terhadap dunia kerja serta memperkuat manajemen operasional bengkel melalui pembentukan unit teknisi guna mengurangi beban kepala jurusan. Sekolah juga perlu menjalin kemitraan dengan lebih banyak industri sejenis guna memperluas pengalaman siswa. Sementara itu SMK PGRI 3 Malang sebaiknya meningkatkan keterlibatan industri dalam pengawasan dan evaluasi kurikulum secara langsung serta mengembangkan program sertifikasi keahlian formal agar lulusan lebih kompetitif. Selain aspek teknis penguatan bidang non-kurikulum seperti kesiswaan dan humas juga penting untuk mendukung pembinaan karakter hubungan industri dan promosi sekolah secara lebih profesional.

Item Type: Thesis (Masters)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Administrasi Pendidikan (AP) > S2 Manajemen Pendidikan
Depositing User: library UM
Date Deposited: 18 Jun 2025 04:29
Last Modified: 09 Sep 2025 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/390746

Actions (login required)

View Item View Item