Santoso, Teguh (2022) Pembelajaran teaching factory in industry class ditinjau aspek poac pada kompetensi keahlian teknik dan bisnis sepeda motor SMK di Kabupaten Tulungagung / Teguh Santoso</p>. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
RINGKASAN Santoso Teguh. 2022. Pembelajaran Teaching Factory in Industry Class Ditinjau Aspek POAC Pada Kompetensi Keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor SMK di Kabupaten Tulungagung. Tesis Fakultas Teknik Program Studi S2 Pendidikan Kejuruan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Yoto S.T. M.M. M.Pd. (2) Didik Nurhadi S.Pd M.Pd Ph.D. Kata Kunci Manajemen POAC Pembelajaran Teaching Factory Evaluasi Pembelajaran Teknik dan Bisnis Sepeda Motor Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendapatkan gambaran yang mendalam mengenai pengelolaan pelaksanaan Teaching Factory Kompetensi Keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur. Yang diharapkan dapat menemukan sekaligus mendiskripsikan data secara mendetail tentang kerjasama pihak Sekolah Menengah Kejuruan dengan pihak dunia usaha dan dunia industri untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil melalui program pembelajaran Teaching Factory yang sekaligus membangun kerangka teori dan abstraksi-abstraksi data yang dikumpulkan berdasarkan temuan makna pada latar yang alami dilapangan. Dengan menerapkan sistem manajemen yang baik dapat meningkatkan hard skill dan soft skill lulusan SMK agar mendapatkan bekal untuk menuju dunia kerja sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pihak industri ataupun mampu berwirausaha mandiri. Sistem manajemen yang perlu dilaksanakan tersebut meliputi beberapa aspek diantaranya (1) Perencanaan (planning) (2) Pengorganisasian (organizing) (3) Pelaksanaan (actuating) (4) Pengawasan (controlling) dan evaluasi program. Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Teaching Factory Kompetensi Keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur meliputi (1) Faktor pendukung internal (2) Faktor pendukung eksternal (3) Faktor penghambat internal dan (4) Faktor penghambat eksternal. Pembelajaran Teaching Factory mempunyai karateristik yang memberikan pembekalan terhadap peserta didik dengan kompetensi yang relevan dengan dunia usaha dan dunia industri karakter kewirausahaan (technopreneurship) yang melibatkan dunia industri sebagai mitra kerja Sekolah Menengah Kejuruan. Dalam melaksanakan Program Pembelajaran Teaching Factory in Industry Class dituntut keterlibatan pihak industri. Nilai dasar yang dikembangkan untuk mendukung kesiapan implementasi Teaching Factory diantaranya (1) Sense of quality memberikan keterampilan dasar kepada peserta didik yang berkaitan dengan standar obyektif kualitas (2) Sense of efficiency membekali peserta didik dengan kemampuan untuk bekerja secara efisien guna menciptakan efisiensi kerja yang optimal dan mengukur tingkat produktivitas sebagaimana praktik yang umum dilakukan oleh industry dan (3) Sense of creativity and innovation mengajarkan peserta didik untuk bekerja secara kreatif dan inovatif. v Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi multi kasus. Penelitian kualitatif memahami fenomena yang dialami subjek penelitian secara holistik dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Pendekatan alamiah/natural pada penelitian ini digunakan untuk mengungkapkan data deskriptif dari informan dengan teknik berhadapan langsung dengan orang tentang apa yang mereka lakukan rasakan dan mereka alami terhadap fokus penelitian. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian lapangan (field research). Dari penelitian yang dilaksanakan data diperoleh berupa dokumen laporan kegiatan foto foto transkrip hasil wawancara serta catatan dari hasil pengamatan. Dimana seluruh bentuk data berhubungan dengan pengelolaan pelaksanaan Teaching Factory in Industry Class Kompetensi Keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor. Didalam teknik analisis data ini dimulai dengan cara menelaah data yang tersedia dari berbagai sumber yang tersedia antara lain (1) Wawancara (2) Pengamatan yang ditulis dalam catatan lapangan (3) Dokumen pribadi (4) Dokumen resmi dan (4) Foto yang didapatkan oleh peneliti dari hasil observasi maupun dokumen yang sudah ada. Teknik penelitian kualitatif dilaksanakan selama peneliti berada di lapangan serta setelah pencarian data di lapangan. Penelitian menggunakan rancangan studi multi kasus sehingga pelaksanaan analisis data dilaksanakan dengan dua tahap yaitu (1) Kasus individu (individu case) dan (2) Lintas kasus (cross-case analysis). Proses persiapan pembelajaran Teaching Factory in indutrial Class dimulai dari pihak satuan pendidikan dengan industri melakukan kerja sama yang diawali dengan beberapa kegiatan diantaranya (1) Melaksanakan program Praktik Kerja Lapangan (2) Mengikuti kegiatan dan aktif dalam kegiatan dunia usaha/dunia industri (3) Pelaksanaan praktik oleh pihak satuan pendidikan disesuaikan dengan Standart Operasional Prosedur industri dan (4) Proses persiapan dengan memperhatikan kwalitas lulusan yang siap kerja. Sesudah proses persiapan di satuan pendidikan dilaksanakan maka antara pihak satuan pendidikan dengan pihak dunia usaha/dunia industry mengadakan komunikasi untuk melaksanakan MOU kerjasama serta mempersiapkan kebutuhan administrasi serta persiapan kebutuhan yang lainya sebagai persyaratan MOU kerjasama Teaching Factory in Industry Class Kompetensi Keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor. Sesudah pelaksanaan kerjasama terjalin melalui MOU kerjasama antara kedua belah pihak selanjutnya dilakukan komunikasi antara kedua belah pihak untuk melaksanakan kegiatan yang melibatkan antara pihak satuan pendidikan dengan pihak industri. Diantaranya (1) Kerjasama pelaksanaan Teaching Factory in Industry Class (2) Pelaksanaan PKL (3) Magang industri (4) Magang siswa (5) Penataan sarana dan prasarana bengkel harus sesuai standart industri (6) Pelatihan dan training guru secara bertahap serta (7) Pelaksanaan program kegiatan antara kedua belah pihak. Selanjutnya dilaksanakan pengevaluasian program kegiatan agar tercipta dan terlaksananya pembelajaran di satuan pendidikan dengan baik. Dunia industri melaksanakan pembinaan dan pengevaluasian program kegiatan secara bertahap. Didalam menjalin hubungan kemitraan dunia industri dengan pihak satuan pendidikan pihak dunia industri melaksanakan pembinaan secara bertahap dan berkesinambungan agar tercipta proses kegiatan pembelajaran yang sesuai Standart Operasional Prosedur dunia Industri sehingga terbentuk peserta didik yang kompeten dibidangnya serta tercipta lulusan SMK yang terampil dan siap menuju dunia kerja.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Teknik (FT) > S2 Pendidikan Kejuruan |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 21 Jul 2022 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2022 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/347416 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
