Penerapan pembelajaran berdasarkan masalah dengan strategi kooperatif model stad pada matapelajaran biologi untuk meningkatkan keterampilan proses dan kemampuan berpikir siswa kelas X-A semester 1 SMAN 1 Ngantang / oleh Muhammad Afcariono - Repositori Universitas Negeri Malang

Penerapan pembelajaran berdasarkan masalah dengan strategi kooperatif model stad pada matapelajaran biologi untuk meningkatkan keterampilan proses dan kemampuan berpikir siswa kelas X-A semester 1 SMAN 1 Ngantang / oleh Muhammad Afcariono

Muhammad Afcariono (2009) Penerapan pembelajaran berdasarkan masalah dengan strategi kooperatif model stad pada matapelajaran biologi untuk meningkatkan keterampilan proses dan kemampuan berpikir siswa kelas X-A semester 1 SMAN 1 Ngantang / oleh Muhammad Afcariono. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Usaha pembentukan planlet normal dengan figur tampak sehat dan kuat dari kalus yang telah diinfeksi oleh Agrobacterium tumefaciens perlu dilakukan untuk memperoleh bibit unggul yang mampu meningkatkan produksi gula melalui rekayasa genetika dengan teknik transformasi gen. Pembentukan planlet normal tersebut memerlukan medium regenerasi yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis medium regenerasi yang mampu menghasilkan planlet normal dari kalus transforman. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bioteknologi kelti Pemuliaan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan Jawa Timur mulai tanggal 5 Pebruari sampai 20 Juli 2005. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah empat macam medium regenerasi yaitu MSL MS B1 MS B2 MS B3 dan dua varietas POJ 2961 dan PS 851. Metode transformasi gen pada kalus tebu dilakukan menurut Widyasari (2000) yaitu transformasi dilakukan dengan menginfeksi kalus tebu dengan bakteri A. tumefaciens selama 30 menit. Selanjutnya kalus yang diinfeksi oleh A. tumefaciens ditransfer ke dalam medium kokultivasi dan diinkubasi selama 3 hari dalam kondisi gelap. Setelah tahap kokultivasi kalus dipindahkan pada medium seleksi yaitu medium regenerasi yang mengandung hygromisin dan sebagian kalus digunakan untuk uji keberhasilan transformasi dengan uji GUS. Parameter yang diamati adalah kalus transforman yang mampu melakukan regenerasi dengan membentuk tunas dan akar serta rasio pertumbuhan tunas dan akar. Pada penelitian ini diamati pula keberhasilan transformasi dengan uji GUS yaitu merendam potongan daun atau batang pada larutan X-Gluc (5 bromo-4-chloro-3-indoxyl-beta-D-glucoronic acid) dan diinkubasi selama 24 jam kemudian potongan daun dan batang diamati melalui mikroskop. Adanya pemendaran warna biru pada potongan daun atau batang menunjukkan bahwa gen yang ditransformasi tetap terintegrasi pada DNA tanaman. Analisis data yang dipakai adalah analisis variansi ganda dengan menggunakan uji beda nyata jujur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kalus transforman yang ditanam pada medium regenerasi MSL menghasilkan jumlah kalus yang dapat beregenerasi paling tinggi. Regenerasi kalus transforman pada MSL dicirikan dengan rasio pertumbuhan akar lebih banyak daripada tunas. Kalus transforman yang diregenerasikan pada MS B1 dan MS B2 memiliki jumlah kalus yang dapat beregenerasi lebih sedikit bila dibandingkan dengan jumlah kalus yang diregenerasikan pada MSL pertumbuhan kalus menghasilkan pertumbuhan yang tidak normal dengan ciri kalus mengalami pertumbuhan mengeriting dan kerdil. Kalus transforman yang dapat beregenerasi pada MS B3 mampu membentuk rumpun tunas yang cukup banyak dengan figur tampak sehat dan kuat. Pemberian perlakuan tambahan dengan penambahan IAA 2 ppm pada medium regenerasi setelah terbentuknya planlet dapat menghasilkan planlet yang normal dengan ciri tunas yang tidak keriting dan terjadinya inisiasi akar serta figur tampak sehat dan kuat. Hasil uji GUS pada planlet yang telah terbentuk telah menunjukkan bahwa gen yang ditransformasi masih tetap terintegrasi pada DNA tanaman dengan menunjukkan kemampuan memendarkan warna biru pada larutan X-Gluc. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terbentuknya rumpun tunas yang banyak dan pemberian perlakuan tambahan kepada kalus transforman yang diregenerasikan pada jenis medium regenerasi MS B3 dapat menghasilkan planlet normal dengan figur tampak sehat dan kuat dalam jumlah yang banyak. Gen yang ditransformasi pada kalus tebu masih tetap terintegrasi sampai terbentuk planlet yang normal.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Departemen Biologi (BIO) > S1 Biologi
Depositing User: library UM
Date Deposited: 17 Jun 2009 04:29
Last Modified: 09 Sep 2009 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/26012

Actions (login required)

View Item View Item