Ekstraksi dan karakterisasi zat warna dari batang pohon secang (Caesalpinia sappan L.) dan uji potensinya sebagai pewarna tekstil / Hasan Basri - Repositori Universitas Negeri Malang

Ekstraksi dan karakterisasi zat warna dari batang pohon secang (Caesalpinia sappan L.) dan uji potensinya sebagai pewarna tekstil / Hasan Basri

Basri, Hasan (2012) Ekstraksi dan karakterisasi zat warna dari batang pohon secang (Caesalpinia sappan L.) dan uji potensinya sebagai pewarna tekstil / Hasan Basri. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kata kunci ekstraksi zat warna secang pewarna tekstil Kulit dan batang pohon secang selama ini dimanfaatkan sebagai obat campuran minuman cat dan pewarna makanan. Pada penelitian ini digunakan batang pohon secang untuk dijadikan bahan dasar pembuatan zat warna alami. Kandungan kimia utama dari batang pohon secang adalah brasilin yang berwarna merah. Zat warna brasilin dapat diperoleh dengan cara ekstraksi. Zat warna yang diperoleh diharapkan bisa menggantikan peran zat warna sintesis yang memiliki dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan ekstrak zat warna dari batang pohon secang sebagai pewarna tekstil. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap ekstraksi karakterisasi dan aplikasi zat warna batang pohon secang sebagai pewarna tekstil. Pada tahap ekstraksi ekstraksi zat warna brasilin dilakukan dengan metode maserasi dalam pelarut etanol 96% dan air yang disertai pengocokan. Larutan zat warna dipekatkan dengan penguapan dan penambahan eter. Tahap karakterisasi meliputi identifikasi gugus fungsi dengan Spektroskopi IR uji ketahanan zat warna brasilin terhadap perubahan pH (2 7 dan 13) uji ketahanan zat warna terhadap perubahan suhu (30 0C 70 0C dan mendidih) dan uji kelarutan dalam beberapa pelarut (metanol etanol 96% air panas aseton dan n-heksana). Tahap ketiga merupakan tahap aplikasi yaitu penggunaan sebagai zat warna terhadap kain katun dan kain PE (poly ester) dengan variasi konsentrasi larutan tawas (0% 1% dan 3%) dengan waktu perendaman kain (0 jam 1 jam dan 2 jam) suhu pencelupan kain (suhu kamar 500C dan suhu mendidih). Hasil penelitian menunjukkan bahwa zat warna hasil ekstraksi dari batang pohon secang menngunakan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi menghasilkan rendemen lebih besar (3 15%) daripada menggunakan pelarut air (2 00%). Dari hasil identifikasi dengan Spektroskopi IR diduga bahwa komponen zat warna hasil ekstraksi mengandung gugus fungsi aril -OH dan R-H. Pada uji ketahanan terhadap perubahan pH zat warna mengalami perubahan warna dari kuning bening menjadi merah kecoklatan pada pH 13. Zat warna juga mengalami perubahan warna saat dilakukan pemanasan di atas 70oC. Pada uji kelarutan zat warna larut paling besar dalam pelarut metanol lalu etanol 96% aseton air dan yang terakhir n-heksana. Pada uji potensinya sebagai pewarna tekstil diperoleh hasil ketahanan warna yang baik pada kombinasi konsentrasi tawas 1% lama perendaman 1 jam suhu pencelupan pada suhu air mendidih dan pada kain katun.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Departemen Kimia (KIM) > S1 Kimia
Depositing User: library UM
Date Deposited: 14 Mar 2012 04:29
Last Modified: 09 Sep 2012 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/23604

Actions (login required)

View Item View Item