Implementasi upacara ritual I Suro di Gunung Puji Lumajang dalam karya seni tari kelompok berjudul Tuwuhan / Patricia Dwi Septianti - Repositori Universitas Negeri Malang

Implementasi upacara ritual I Suro di Gunung Puji Lumajang dalam karya seni tari kelompok berjudul Tuwuhan / Patricia Dwi Septianti

Septianti, Patricia Dwi (2012) Implementasi upacara ritual I Suro di Gunung Puji Lumajang dalam karya seni tari kelompok berjudul Tuwuhan / Patricia Dwi Septianti. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kata kunci Implementasi Upacara Ritual 1 Suro Gunung Puji Lumajang Penciptaan Karya Seni Tari Kelompok. Berjudul Tuwuhan. Masyarakat daerah gunung Puji-Lamongan Lumajang selalu melakukan upacara ritual untuk memperingati 1 Suro atau tahun baru Jawa. Dalam upacara 1 Suro ini masyarakat percaya dengan sebuah benda yang dinamakan sesaji Tuwuhan. Tuwuhan adalah benda pajangan yang ditempeli tumbuh-tumbuhan yang memiliki makna dan harapan. Pada masyarakat Jawa umumnya Tuwuhan dikenal dalam upacara manten tetapi pada masyarakat gunung Puji Lumajang ini Tuwuhan digunakan sebagai sesaji dalam upacara 1 Suro. Kepercayaan masyarakat terhadap sesaji Tuwuhan serta rangkaian kegiatan upacara tersebut membuat peneliti ingin menciptakan sebuah karya tari kelompok. Selain itu belum banyak masyarakat kota lain yang tahu tentang upacara ini sehingga perlu upaya memperkenalkannya melalui karya tari. Materi gerak dalam karya tari ini bersumber dari rangsang kinestetis dan rangsang kinetic. Sumber rangsang kinestetis yaitu mengambil beberapa sumber gerak tari tradisional dan tari modern. Sumber dari rangsang kinetik yaitu gerak yang didapat dari gerak-gerak yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan upacara tersebut. Dan untuk sumber musik tarian ini adalah musik kreasi yang disesuaikan dengan gerak dan suasana yang ingin dibangun dengan memadukan alat musik kulintang bonang gong saron dan alat perkusi. Karya tari Tuwuhan berdurasi 8 menit yang dibagi dalam 3 adegan dan disajikan dalam tari kelompok yang menarik dengan menggunakan 7 penari dikemas secara dramatik dan bentuk tarinya adalah tari kreasi. Mode Penyajian karya tari ini merupakan gabungan dari mode penyajian simbolis (non representasional) dan mode penyajian representasional. Karya tari kelompok ini ditampilkan dalam panggung proscenium yang lengkap dengan setting dan tata sinar. Penari menggunakan rias panggung tata busana dan property yang disesuaikan dengan tema. Upacara ritual dapat diangkat menjadi sebuah karya tari dengan melihat rangkaian kegiatan peralatan dan busananya. Peneliti berharap peneliti lanjut dan mahasiswa program studi pendidikan seni tari dan musik dapat mengembangkan upacara ritual atau adat tradisi menjadi karya seni tari. Sebagai usaha untuk melestarikan budaya bangsa serta dapat menjadi salah satu cara mempromosikan pariwisata daerah setempat. Karya tari ini kemudian didokumentasikan dalam bentuk video agar dapat digunakan sebagai bahan apresiasi masyarakat dan siswa SMA.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Departemen Seni dan Desain (SED) > S1 Pendidikan Seni Tari dan Musik
Depositing User: library UM
Date Deposited: 23 Feb 2012 04:29
Last Modified: 09 Sep 2012 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/13505

Actions (login required)

View Item View Item