Meningkatkan kemampuan mendeskripsikan seni rupa murni dengan menggunakan metode pembelajaran PAKEM pada siswa kelas IX A SMP Negeri 5 Kertosono, Nganjuk / Supiatun - Repositori Universitas Negeri Malang

Meningkatkan kemampuan mendeskripsikan seni rupa murni dengan menggunakan metode pembelajaran PAKEM pada siswa kelas IX A SMP Negeri 5 Kertosono, Nganjuk / Supiatun

Supiatun (2015) Meningkatkan kemampuan mendeskripsikan seni rupa murni dengan menggunakan metode pembelajaran PAKEM pada siswa kelas IX A SMP Negeri 5 Kertosono, Nganjuk / Supiatun. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i ABSTRAK Supiatun. 2015. Meningkatan Kemampuan Mendeskripsikan Seni Rupa Murni dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Pakem pada Siswa Kelas IX A SMP Negeri 5 Kertosono Nganjuk. Skripsi Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dra. Hj. Purwatiningsih M.Pd. Kata Kunci kemampuan mendeskripsikan seni rupa murni PAKEM SMP Negeri 5 Kertosono Salah satu masalah pendidikan yang dihadapi oleh pengajar khususnya guru seni budaya adalah rendahnya partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar sehingga berpengaruh terhadap prestasi belajar yang diperoleh peserta didik. Permasalahan diatas ternyata tidak jauh berbeda dengan yang terjadi pada pembelajaran seni budaya pada materi mendeskripsikan seni rupa murni di kelas IX A. Faktor penyebab rendahnya prestasi belajar peserta didik antara lain (1) siswa kurang memiliki minat dalam belajar seni rupa murni (2) peserta didik cenderung pasif dalam kelas (3) motivasi belajar yang kurang dalam pembelajaran seni rupa murni. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran PAKEM. Dengan menggunakan model pembelajaran PAKEM diharapkan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar dapat lebih tertarik pada materi mendeskripsikan seni rupa murni. Model pembelajaran PAKEM dapat menciptakan proses pembelajaran yang aktif efektif dan menyenangkan. Hal ini mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif sehingga berpengaruh terhadap prestasi belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research) karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Pengambilan data prestasi belajar siswa dengan tes tulis yang diberikan kepada siswa setelah proses belajar mengajar. Tes digunakan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa setelah proses pembelajaran. Pada siklus I jumlah siswa yang tuntas sebanyak 8 siswa dengan prosentase 40% sedangkan siswa yang belum tuntas sejumlah 12 siswa dengan prosentase 60%. Pada siklus II siswa yang tuntas sejumlah 16 siswa dengan prosentase 80% dan siswa yang belum tuntas mengalami penurunan sejumlah 4 siswa dengan prosentase sebesar 20%. Dengan demikian terjadi peningkatan yang sangat signifikan dari siklus I ke siklus II sebesar 40%. Hal ini mengidentifikasikan bahwa siswa mulai mengerti dan memahami materi yang diberikan oleh guru dan siswa juga paham akan kegiatan presentasi powerpoint yang sudah dilakukan. Hal ini disebabkan karena penerapan model pendekatan PAKEM melalui penggunaan media powerpoint mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan. Pada siklus II indikator ketercapaian pembelajaran telah tercapai yaitu ketercapaiannya lebih dari 75%. Hal ini menunjukkan bahwa dengan penerapan model pendekatan PAKEM melalui penggunaan media powerpoint dapat mencapai tujuan pembelajaran sehingga siswa mampu mendeskripsikan seni rupa murni dengan sangat baik.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Departemen Seni dan Desain (SED) > S1 Pendidikan Seni Rupa
Depositing User: library UM
Date Deposited: 07 Sep 2015 04:29
Last Modified: 09 Sep 2015 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/13057

Actions (login required)

View Item View Item