Andriyanto, Dwi Ribut (2009) Perbedaan pengaruh antara pemberian cairan isotonik dan air biasa terhadap tingkat daya tahan erobik / Dwi Ribut Andriyanto. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK Andriyanto Dwi Ribut. 2008. Perbedaan Pengaruh antara Pemberian Cairan Isotonik dan Air Biasa terhadap Tingkat Daya Tahan Erobik. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Mulyani Surendra M.S (II) Dra. Siti Nurrochmah M.Kes. Kata kunci cairan isotonik air biasa daya tahan erobik. Proses kinerja tubuh manusia ketika melakukan aktivitas olahraga baik erobik maupun anerobik mutlak membutuhkan energi. Aktivitas yang dilakukan oleh seseorang mengakibatkan keluarnya cairan dari dalam tubuh. Karena tubuh mengalami panas saat beraktivitas dan untuk mendinginkan suhu tubuh maka keluar keringat. Keluarnya cairan dari dalam tubuh baik yang berupa keringat urin dan uap saat respirasi apabila tidak segera diganti maka tubuh akan mengalami kekurangan cairan. Dalam upaya mengganti cairan yang keluar dapat mengkonsumsi air putih dan cairan isotonis. Hal ini dikarenakan cairan yang keluar dari tubuh juga mengandung elektrolit di antaranya adalah natrium. Keseimbangan cairan tubuh dalam proses pemberian energi bagi tubuh memiliki peran yang sangat penting mengingat salah satu fungsi utama cairan dalam tubuh adalah sebagai media terjadinya reaksi biokimia dalam tubuh. Daya tahan dipengaruhi oleh suplai energi energi dihasilkan dari proses biokimiawi tubuh. Cairan tubuh merupakan mediator terjadinya reaksi jika cairan tubuh tetap homeostasis (baik jumlah maupun kandungannya) saat berolahraga maka suplai energi dapat berlangsung dengan baik sehingga akan berpengaruh pada daya tahan tubuh. Untuk itulah penelitian ini dilakukan yaitu untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara pemberian cairan isotonik dan air biasa terhadap tingkat daya tahan erobik. Penelitian ini adalah penelitian ekperimental sungguhan dengan rancangan penelitian randomized group postest design. Jumlah subyek dalam penelitian ini adalah 24 mahasiswa putra Jurusan Ilmu Keolahragaan Program Studi Pendidikan Jasmani angkatan 2006 off AB peserta mata kuliah Tes dan Pengukuran. Keseluruhan subyek dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok 1 adalah kelompok yang diberi air biasa (kontrol) kelompok 2 adalah kelompok yang diberi cairan isotonik (eksperimen). Masing-masing kelompok beranggotakan 12 subyek penelitian. Analisis data dalam penelitian adalah analisis varian yang didahului oleh uji normalitas dan uji homogenitas. Analisis data dilakukan menggunakan bantuan program komputer berupa program SPSS 14.0 dengan taraf signifikasi 0.05. Hasil setelah dilakukan analisis data adalah tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara pemberian cairan isotonik dan air biasa terhadap tingkat daya tahan erobik. Untuk penelitian selanjutnya perlu dilakukan penelitian sejenis dengan menggunakan minuman isotonik yang lain dan agar diadakan karantina terhadap subyek penelitian sebelum diadakan tes lari 12 menit sehingga hasil yang didapatkan benar-benar dari pengaruh perlakuan yang diberikan peneliti.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) > Departemen Ilmu Keolahragaan (IK) > S1 Ilmu Keolahragaan |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 25 Jun 2009 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2009 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/99098 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
