Peranserta masyarakat dalam pengembangan sekolah (Studi multi-kasus di MIN Tegalsari, SDN Tangkil 1 dan SDN Babadan 1 di Kabupaten Blitar) / Sulistyorini - Repositori Universitas Negeri Malang

Peranserta masyarakat dalam pengembangan sekolah (Studi multi-kasus di MIN Tegalsari, SDN Tangkil 1 dan SDN Babadan 1 di Kabupaten Blitar) / Sulistyorini

UNSPECIFIED (2010) Peranserta masyarakat dalam pengembangan sekolah (Studi multi-kasus di MIN Tegalsari, SDN Tangkil 1 dan SDN Babadan 1 di Kabupaten Blitar) / Sulistyorini. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Sulistyorini. 2009. Peranserta Masyarakat dalam Pengembangan Sekolah (Studi Multi-Kasus di MIN Tegal Asri SDN Tangkil 1 SDN Babadan 1). Disertasi Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H. M.A Ph.D (II) Prof. Dr. Willem Mantja M.Pd. (III) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo M.Pd. Kata kunci peranserta masyarakat pengembangan sekolah Sekolah Dasar Pendidikan dasar (MI dan SD) bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan pengetahuan kepribadian akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Keterlibatan masyarakat dalam pengembangan sekolah merupakan sesuatu yang sepatutnya karena pendidikan merupakan bagian dari esensi kehidupan masyarakat. Masyarakat mempunyai kepentingan bukan sekedar dalam pegembangan sekolah namun terutama untuk memperbaiki mutu dalam rangka pembentukan peran-peran sosial melalui berbagai bentuk partisipasinya dalam kelembagaan pendidikan. Gorton (1976) menandaskan bahwa untuk membangun sekolah yang efektif perlu melibatkan peranserta masyarakat. Penelitian ini bermaksud mengungkap lebih mendalam tentang peranserta masyarakat dalam pengembangan sekolah pada tiga sekolah dasar di Kabupaten Blitar yang memiliki karakteristik berbeda. Fokus penelitian ini tertuju pada empat hal yaitu (a) peranserta kelembagaan masyarakat dalam pengembangan sekolah (b) peranserta masyarakat dalam pengembangan kurikulum (c) peranserta masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multikasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam observasi berperanserta dan studi dokumentasi. Pengecekan kredibilitas data dilakukan dengan teknik triangulasi pengecekan anggota dan diskusi teman sejawat. Sedangkan pengecekan auditabilitas data penelitian oleh para pembimbing sebagai independent auditor untuk mengauditnya. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut diorganisir ditafsir dan dianalisis secara berulang-ulang baik melalui analisis dalam kasus maupun analisis lintas kasus guna menyusun konsep dan abstraksi temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan Pertama bentuk kelembagaan peranserta masyarakat dalam pengembangan sekolah pada tiga Sekolah Dasar di Kabupaten Blitar terdiri dari Komite sekolah merupakan wadah peranserta masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan mendukung program sekolah dengan ikut membuat RIPS dan RAPBS sampai memikirkan penggalangan dana implementasi RAPBS dijabarkan dalam program sekolah dalam bidang sarana-prasarana sekolah peran Komite mencerminkan empat fungsi pokok pemberi pertimbangan pendukung program pengontrol dan mediator sampai mengevaluasi hasil. Paguyuban bertujuan membantu meningkatkan mutu dalam pembelajaran. DUDI dapat menunjang kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan sarana prasarana sekolah. Alumni membantu pengembangan sarana prasarana pendidikan. Instansi lain menjadi nara sumber untuk pembelajaran membantu dana untuk kegiatan ekstrakurikuler dan membantu dana untuk mengikuti Kejurnas. Kedua peranserta masyarakat dalam pengembangan kurikulum kurikulum muatan lokal adalah bahasa Jawa dan bahasa Inggris sedangkan dalam pengembangan kurikulum life skill disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Ekstrakurikuler masyarakat yang terdiri dari Paguyuban Komite pengusaha instansi lain dan alumni membantu dana tenaga akomodasi transportasi pada saat kegiatan ekstrakurikuler Paguyuban sebagai nara sumber pelatih dan mencarikan guru les bila dibutuhkan. Ketiga peranserta masyarakat dalam peningkatan mutu pendidikan yaitu anak-anak mendapatkan nilai UAN tinggi dan diterima di sekolah-sekolah favorit tidak terlepas dari peran Komite dan Paguyuban yang selalu memikirkan peningkatan mutu sekolah dan program pembelajarannya mutu non-akademik bidang seni peranserta paguyuban yang mempunyai ketrampilan di bidang seni melatih anak-anak dalam seni dan membantu dana mutu bidang agama wali murid memberi bantuan guru mengaji untuk mengajari seni tartil membaca Al-Qur an mutu bidang olah raga peranserta masyarakat membantu pengadaan lapangan Tennis Meja dan Bulu Tangkis dan menjadi pelatih peralatan olah raga sebagian sumbangan dari wali murid mutu bidang sarana prasarana Komite dan Paguyuban membantu pengadaan sarana prasarana sekolah monitoring-evaluasi masyarakat terhadap mutu Paguyuban memonitor dan mengevaluasi pembelajaran anak dan Komite juga melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan/ program sekolah dan memantau kinerja sekolah Saran-saran dari penelitian ini antara lain disampaikan kepada (1) kepala sekolah diharapkan dalam implementasi program kebijakan di sekolah tetap menjalin kerjasama yang baik dengan komite sekolah Paguyuban Kelas DUDI alumni dan instansi lain dan meningkatkan kerjasamanya untuk mensukseskan program-program sekolah (2) Guru diharapkan tetap menjalin hubungan dengan paguyuban karena dapat meningkatkan mutu pembelajaran anak (3) Komite Sekolah diharapkan lebih meningkatkan sensitivitas terhadap persoalan-persoalan yang terjadi dalam masyarakat (4) paguyuban diharapkan lebih meningkatkan fungsi dan peran orang tua sebagai mitra sekolah (5) penyelengara pendidikan memperhatikan aspek capaian prestasi akademik maupun ekstrakurikuler dan hendaknya meningkatkan komitmennya dalam mengelola sekolah (6) Dinas Pendidikan dan Depag hendaknya memberikan otonomi kepada sekolah dengan sepenuh hati sesuai dengan konsep MBS (7) Fungsi dewan pendidikan sebagai controlling advising supporting dan coordinating yang menjadi penghubung antara sekolah dengan instansi lain (8) Peneliti lain agar dilakukan penelitian lebih lanjut dengan mengembangkan fokus dan memilih kasus yang lain.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Administrasi Pendidikan (AP) > S3 Manajemen Pendidikan
Depositing User: library UM
Date Deposited: 22 Jan 2010 04:29
Last Modified: 09 Sep 2010 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/64077

Actions (login required)

View Item View Item