UNSPECIFIED (2010) Hubungan antara kapabilitas kepimpinan, kompetensi dosen, komitmen dosen, dan akuntabilitas lembaga dengan kinerja lembaga dalam pelaksanaan penjamin mutu pada Universitas Negeri di Jawa Timur / Nirmalawati. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK Nirmalawati. 2009. Hubungan antara Kapabilitas Kepemimpinan Kompetensi Dosen Komitmen Dosen dan Akuntabilitas Lembaga dengan Kinerja Lembaga dalam Pelaksanaan Penjaminan Mutu pada Universitas Negeri di Jawa Timur. Disertasi. Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H. M.A. Ph.D. (II) Prof. Dr. Ibrahim Bafadal M.Pd (III) Prof. Dr. Willem Mantja M.Pd. Kata-kata kunci kapabilitas kepemimpinan kompetensi dosen komitmen dosen akuntabilitas lembaga. Peningkatan kinerja lembaga dalam pelaksanaan pejaminan mutu pada perguruan tinggi khususnya universitas perlu dilaksanakan dalam rangka meningkatan kualitas atau mutu pendidikan tinggi. Tercapainya kinerja lembaga dalam pelaksanaan penjaminan mutu tersebut merupakan salah satu bentuk keberhasilan perguruan tinggi dalam mengelola sumber daya yang dimiliki secara optimal. Kualitas atau mutu pendidikan tinggi yang dimaksud adalah tercapainya tujuan pendidikan dan kompetensi lulusan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah (a) untuk mengetahui gambaran tentang kinerja lembaga dalam pelaksanaan penjaminan mutu pada universitas negeri di Jawa Timur (b) untuk mengetahui hubungan secara langsung maupun tidak langsung antara kapabilitas kepemimpinan kompetensi dosen komitmen dosen dan akuntabilitas lembaga dengan kinerja lembaga dalam pelaksanaan penjaminan mutu pada universitas negeri di Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif bersifat deskriptif-korelasional. Populasi penelitian ini adalah semua dosen pada universitas negeri di Jawa Timur. Dosen yang dimaksud adalah dosen yang telah diangkat menjadi pegawai negeri sipil pada universitas negeri di Jawa Timur yang berjumlah 6223 orang. Penentuan jumlah sampel penelitian menggunakan tabel yang disusun oleh Krejcie dan Cohran dengan menggunakan tingkat ketidaktelitian sebesar 5% dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 330 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik penyebaran angket kepada responden (dosen) secara langsung pada setiap universitas negeri di Jawa Timur.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah SEM (Structural Equation Modelling) atau model persamaan struktur. Model persamaan struktural atau SEM diselesaikan dengan bantuan software PLS (Partial Least Square). Pertimbangan dalam pemakaian program software PLS dalam penyelesaian SEM tersebut dikarenakan PLS merupakan metode alternatif yang berbasis varian atau component bases yang tidak mempersoalkan jumlah sampel serta tidak harus atau mengabaikan data berdistribusi normal secara multivariat. Hasil penelitian menyatakan bahwa (1) gambaran kapabilitas kepemimpinan kompetensi dosen komitmen dosen dan akuntabilitas lembaga dan kinerja lembaga dalam pelaksanaan penjaminan mutu pada universitas negeri di Jawa Timur yang dipersepsi oleh responden memiliki kategori rata-rata baik (2) makin tinggi kapabilitas kepemimpinan tidak diikuti makin tingginya kinerja lembaga dalam pelaksanaan penjaminan mutu di universitas negeri Jawa Timur (3) makin kuat akuntabilitas lembaga diikuti makin tingginya kinerja lembaga dalam pelaksanaan penjaminan mutu (4) makin kuat komitmen dosen diikuti makin tingginya kinerja lembaga dalam pelaksanaan penjaminan mutu di universitas negeri Jawa Timur (5) makin tinggi kompetensi dosen tidak diikuti makin tingginya kinerja lembaga dalam pelaksanaan penjaminan mutu di universitas negeri Jawa Timur (6) makin kuat kapabilitas kepemimpinan diikuti makin tingginya akuntabilitas lembaga (7) makin kuat komitmen dosen diikuti makin tingginya akuntabilitas lembaga (8) makin tinggi kompetensi dosen tidak diikuti makin tingginya akuntabilitas lembaga (9) makin tinggi kapabilitas kepemimpinan diikuti makin tingginya kinerja lembaga dalam pelaksanaan penjaminan mutu asalkan disertai akuntabilitas lembaga yang tinggi (10) makin tinggi kapabilitas kepemimpinan tidak diikuti makin tingginya kinerja lembaga dalam pelaksanaan penjaminan mutu walaupun disertai kompetensi dosen yang tinggi (11) makin tinggi kapabilitas kepemimpinan diikuti makin tingginya kinerja lembaga dalam pelaksanaan penjaminan mutu asalkan disertai komitmen dosen yang tinggi (12) makin tinggi komitmen dosen diikuti makin tingginya kinerja lembaga dalam pelaksanaan penjaminan mutu asalkan disertai akuntabilitas lembaga yang tinggi (13) makin tinggi kompetensi dosen tidak diikuti makin tingginya kinerja lembaga dalam pelaksanaan penjaminan mutu walaupun disertai akuntabilitas lembaga yang tinggi (14) makin tinggi kapabilitas kepemimpinan diikuti makin tingginya kinerja lembaga dalam pelaksanaan penjaminan mutu asalkan disertai komitmen dosen dan akuntabilitas lembaga yang tinggi (15) makin tinggi kapabilitas kepemimpinan tidak diikuti makin tingginya kinerja lembaga dalam pelaksanaan penjaminan mutu walaupun disertai kompetensi dosen dan akuntabilitas lembaga yang tinggi (16) makin tinggi kapabilitas kepemimpinan diikuti makin tingginya kinerja lembaga dalam pelaksanaan penjaminan mutu asalkan disertai kompetensi dosen komitmen dosen dan akuntabilitas lembaga yang tinggi. Berdasarkan temuan penelitian ini maka disarankan para pembuat kebijakan terutama lembaga sertifikasi penjaminan mutu Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Tim audit para pimpinan perguruan tinggi negeri untuk dapat mengambil manfaat hasil penelitian ini sebagai bahan acuan dalam mengawasi dan meningkatkan kinerja lembaga perguruan tinggi. Bagi para dosen universitas negeri diharapkan dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai acuan dalam meningkatkan komitmen terhadap lembaga guna meningkatkan mutu di universitasnya. Disamping itu diperlukan peningkatan kompetensi dimana kompetensi yang dimaksud adalah kompetensi kepribadian kompetensi pedagogik kompetensi sosial dan kompetensi professional. Untuk para peminat penelitian dalam bidang pendidikan dapat melanjutkan penelitian ini dengan mengkaji lebih lanjut faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja lembaga perguruan tinggi dalam pelaksanaan penjaminan mutu. ABSTRACT Nirmalawati 2009. The relation between Leadership Capability Lecturer Competency Lecturer Commitment and Institution Accountability with Institution Performance in Implementing Quality Assurance at State Universities in East Java. Dissertation. The Study Program of Educational Management Graduate Program State Universitas of Malang. Avisers (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H. M.A. Ph.D. (II) Prof. Dr. Ibrahim Bafadal M.Pd (III) Prof. Dr. Willem Mantja M.Pd. Keywords leadership capability lecturer competency lecturer commitment and institution accountability The enhancement of institution performance in implementing quality assurance at higher education especially university is necessary to be conducted in term of enhancing higher education s quality or characteristic. The achievement of institution performance in implementing the said quality assurance refers to one of higher education successes in optimally managing its resources. The referred quality or characteristic of higher education is the achievement of educational purposes and graduate competency in accordance with the required standard. The purposes of this research are (a) to acknowledge the illustration of institution performance in implementing quality assurance at state universities in East Java (b) to acknowledge the relation between both directly and indirectly leadership capability lecturer competency lecturer commitment and institution accountability with institution performance in implementing quality assurance at state universities in East Java. This research applies quantitative approach method of descriptive-co-relational. The populations of this research are all lecturers at state universities in East Java. The said lecturers are those appointed as civil servants at state universities in East Java as of 6223 lecturers. The determination of total research sample applying table composed by Krejcie and Cohran by using in-accurateness level of 5% and total sample obtained of 330 lecturers. Sample is taken by proportional random sampling. Data collection in this research is directly applying questionnaire distribution technique to the respondent (the lecturer) at each state university in East Java. Data analysis technique applied in this research is SEM (Structural Equation Modeling). Structural Equation Modeling or SEM is completed with the assistance of PLS (Partial Least Square) software. The consideration in applying such PLS software program in completing SEM is caused since PLS refers to an alternative method of variant- or component-base in which not questioning the total sample and not mandatory or ignore any normally distributed data in multi-variant ways. The result of the research conveys that (1) the illustration of leadership capability lecturer competency lecturer commitment and institution accountability and institution performance in implementing quality assurance at state universities in East Java perceptible by respondent are having good average category (2) the higher leadership capability is not followed by the higher institution performance in implementing quality assurance at state universities in East Java (3) the stronger institution accountability is followed by the higher institution performance in implementing quality assurance (4) the stronger lecturer commitment is followed by the higher institution performance in implementing quality assurance at state universities in East Java (5) the higher lecturer competency is not followed by the higher institution performance in implementing quality assurance at state universities in East Java (6) the stronger leadership capability is followed by the higher institution accountability (7) the stronger lecturer commitment is followed by the higher institution accountability (8) the higher lecturer competency is not followed by the higher institution accountability (9) the higher leadership capability is followed by the higher institution performance in implementing quality assurance provided that accompanied by the high institution accountability (10) the higher leadership capability is not followed by the higher institution performance in implementing quality assurance though accompanied with the lecturer competency (11) the higher leadership capability is followed by the higher institution performance in implementing quality assurance provided that accompanied with the lecturer commitment (12) the higher lecturer competency is followed by the higher institution performance in implementing quality assurance provided that accompanied by the high institution accountability (13) the higher lecturer competency is not followed by the higher institution performance in implementing quality assurance though accompanied with the high institution accountability (14) the higher leadership capability is followed by the higher institution performance in implementing quality assurance provided that accompanied with the high lecturer competency and institution accountability (15) the higher leadership capability is not followed by the higher institution performance in implementing quality assurance though accompanied with the high lecturer competency and institution accountability (16) the higher leadership capability is followed by the higher institution performance in implementing quality assurance provided that accompanied with the high lecturer competency lecturer commitment and institution accountability. Based on these findings of the research it is suggested to those decision makers especially the quality assurance certification institution Badan Akreditasi National Perguruan Tinggi (Higher Education National Accreditation Board) Auditor Team Directors of state universities to be able to take the benefit of this research as a reference in monitoring and promoting institution performance of higher education. Those state university lecturers are expected to be able to take the benefit of this research as a reference in enhancing commitment towards the institution to allow the enhancement quality in their universities. In addition it is required competency enhancement where the said competency refers to personality pedagogical social and professional competencies. Any interested parties upon educational research may continue this research by further reviewing other factors influencing institution performance higher education in implementing quality assurance.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Administrasi Pendidikan (AP) > S3 Manajemen Pendidikan |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 27 Jan 2010 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2010 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/64075 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
