Kontribusi kompetensi emosional dan praktik kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap keberdayaan guru pada sekolah menengah kejuruan di Malang Raya / Syamsul Hadi - Repositori Universitas Negeri Malang

Kontribusi kompetensi emosional dan praktik kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap keberdayaan guru pada sekolah menengah kejuruan di Malang Raya / Syamsul Hadi

Hadi, Syamsul (2010) Kontribusi kompetensi emosional dan praktik kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap keberdayaan guru pada sekolah menengah kejuruan di Malang Raya / Syamsul Hadi. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Pemberdayaan guru diakui sebagai bagian integral dalam reformasi pendidik-an. Di Indonesia pemberdayaan guru telah diyakini sebagai komponen penting dalamreformasi pendidikan. Lahirnya Undang-Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen antara lain didasarkan pada pentingnya pemberdayaan guru. Sebagai sebuah konstruk pemberdayaan guru terbangun oleh dimensi-dimensi pengambilan keputusan pertumbuhan profesional status efikasi diri otonomi dan pengaruh. Kepala sekolah dengan prilaku kepemimpinan transformasional diduga mampu memberdayakan pengikutnya. Kepemimpinan transformasional memiliki empatdimensi yang disebut (pengaruh ideal) Four I sidealized influence(motivasi inspiratif) (stimulasi inspirational motivation intelectual stimulation intelektual) dan (pertimbangan individual).Diperlukan individualized consideration adanya kemampuan yang disebut kompetensi emosional agar seseorang terampil memanfaatkan kecerdasan emosinya dalam prilaku kepemimpinannya. Kompetensiemosional mencakup kesadaran diri manajemen diri kesadaran sosial dan manajemen kerjasama.Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan tiga konstruk tersebut. Masalah pokok yang diajukan adalah (1) Apakah kompetensi emosionalkepala SMK di Malang Raya berpengaruh tidak langsung terhadap keberdayaan guru yang dipimpinnya melalui praktik kepemimpinan transformasional kepala sekolah yang bersangkutan dan (2)Apakah dimensi-dimensi kompetensi emosional kepala SMK berpengaruh secara signifikan terhadap keberdayaan guru melalui dimensi-dimensi praktik kepemimpinan transformasional kepala sekolah yang bersangkutan Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korela-sional majemuk dalam mana kompetensi emosional praktik kepemimpinan trans-formasionaldan keberdayaan guru berturut-turutsebagai variabel bebas variabel antara dan variabel terikat. Populasi penelitian adalah guru-guru pada 99 SMK negeri dan swasta di wilayah Kabupaten Malang Kota Malang dan Kota Batu atau wilayah Malang Raya. Sampel penelitian berjumlah 243 guru dan 74 kepala sekolah yang ditentukan dengan . proportional random samplingData dikumpulkan dengan kuesener yang diisi oleh guru berdasarkan apa yang teramati () dan dialami. Kuesener pengukurankompetensi emosional percieveddiadaptasi dari (ECI) instrumen untuk praktik Emotional Competencies Inventorykepemimpinan transformasional diadaptasi dari instrumen Transformational dan instrumen keberdayaan guru diadopsi dari Leadership Scale (TLS School)(SPES). Hasil uji coba instrumen terhadap 34 Participants Empowerment Scaleguru SMK menunjukkan bahwa ketiganya memiliki reliabilitas yang baik dengan koefisien -Cronbach lebih dari 0 900 (aKE 0 9553 aKT 0 9783 dan aPG 0 9450).Penelitian ini menggunakan guru sebagai satuan analisis. Skor masing-masing variabel dan dimensi variabel dihitung berdasarkan nilai rata-rata dari skor yang diberikan oleh responden pada butir-butir pernyataan yang terkait. Pengujian hipotesis penelitian dengan (SEM) Structural Equation Modelingmenemukan bahwa (1) kompetensi emosional berpengaruh signifikan terhadap praktik kepemimpinan transformasional (2) praktik kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap keberdayaan guru dan (3) kompetensi emosional berpengaruh tidak langsung terhadap keberdayaan guru melalui praktik kepemimpinan transformasional. Ditinjau dan hubungan antar dimensi penelitian ini menemukan bahwa masing-masing dimensi kompetensi emosional berpengaruh pada dimensi-dimensi tertentu dari praktik kepemimpinan transformasional dan masing-masing dimensi praktik kepemimpinan transformasional juga berpengaruh pada dimensi-dimensi tertentu dari keberdayaan guru. Dimensi-dimensi yang saling berhubungan itu adalah (1) kesadaran diri ber-pengaruh signifikan terhadap motivasi inspirasional dan pertimbangan individual (2) manajemen diri berpengaruh signifikan terhadap motivasi inspirasional penga-ruh ideal stimulasi intelektual dan pertimbangan individual (3) kesadaran sosialberpengaruh signifikan terhadap pengaruh ideal (4) manajemen kerja samaberpengaruh signifikan terhadap pengaruh ideal dan stimulasi intelektual (5) mana-jemen kerja sama berpengaruh tidak langsung terhadap keterlibatan dalam pengambilan keputusan dan pertumbuhan profesional melalui stimulasi intelektual (6) kesadaran diri berpengaruh tidak langsung terhadap keterlibatan dalam pengambilan keputusan pertumbuhan profesional efikasi diri otonomi status dan pengaruh melalui dimensi pertimbangan individual dan motivasi inspirasional (7) manajemen diri berpengaruh tidak langsung terhadap dimensi-dimensi keterlibatan dalam pengambilan keputusan pertumbuhan profesional efikasi diri otonomi status dan pengaruh melalui dimensi motivasi inspirasional stimulasi intelektual dan pertimbangan individual (8) Dimensi kesadaran diri memiliki efek langsung efek tidak langsung positif terhadap otonomi (9) motivasi inspirasional memiliki berpengaruh positif terhadap pertumbuhan profesional efikasi diri status dan pengaruh (10) Dimensi stimulasi intelektual memiliki pengaruh positif terhadap keterlibatan dalam pengambilan keputusan dan terhadap pertumbuhan profesional (11) Dimensi pertimbangan individual berpengaruh positif terhadap keterlibatan dalam pengambilan keputusan efikasi diri otonomi status dan pengaruh.Hubungan-hubungan antar dimensi yang ditemukan tersebut mengindikasi-kan bahwa dimensi-dimensi kompetensi emosional maupun praktik kepemimpinan transformasional akan berkontribusi terhadap keberdayaan guru hanya jika dimensi-dimensi itu terintegrasi kedalam masing-masing konstruk yang dibangunnya. Temuan penelitian ini memperkuat temuan penelitian sebelumnya. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya penguasaan kompetensi emosional oleh kepala sekolah sebagai prasyarat bagi peningkatan praktik kepemimpinan transformasional dalam rangka pemberdayaan guru.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Administrasi Pendidikan (AP) > S3 Manajemen Pendidikan
Depositing User: library UM
Date Deposited: 08 Mar 2010 04:29
Last Modified: 09 Sep 2010 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/63796

Actions (login required)

View Item View Item