Ni Luh Sustiawati (2008) Pengembangan manajemen pelatihan seni tari multikultural berpendekatan silang gaya tari bagi guru seni tari sekolah menengah pertama negeri di Kota Denpasar / Ni Luh Sustiawati. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Pendidikan seni sebagai mata pelajaran di sekolah diberikan atas dasar memiliki sifat multikultural yaitu mengandung makna pendidikan seni menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam seni budaya Nusantara dan mancanegara. Hal ini merupakan wujud pembentukan sikap demokratis yang memungkinkan seseorang hidup secara beradab serta toleran dalam masyarakat dan budaya yang majemuk. Implementasi dari Mata Pelajaran Seni Budaya di SMP Kelas VIII semester 2 khusus pada aspek seni tari pada Standar Kompetensi kedua yaitu mengekspresikan diri melalui karya seni tari dengan kompetensi dasar mementaskan tari berpasangan/kelompok tari Nusantara belum dapat dilaksanakan. Beberapa kendala dipandang sebagai penyebabnya yakni (1) kemampuan guru secara praktik/menarikan tari Nusantara (selain tari Bali) belum memadai (2) belum tersedianya sumber belajar tari Nusantara (bahan ajar serta media pembelajaran (kaset tape recorder VCD) alat penunjang lainnya) (3) alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran seni tari sangat terbatas (4) guru-guru tidak mendapatkan supervisi sebagaimana seharusnya/belum pernah mengikuti pelatihan tari Nusantara. Dari empat kendala di atas bahwa kendala kurang memadainya kemampuan guru dalam bidang praktik tari Nusantara (selain tari Bali) segera mendapat pemecahan. Menyadari hal tersebut betapa pentingnya untuk meningkatkan kemampuan/ kompetensi guru karena guru sebagai sumber belajar yang sangat penting. Salah satu upaya pembinaan dan pengembangan guru tersebut adalah melalui penyelenggaraan pelatihan. Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru agar dapat mengajar dengan baik di kelas. Bila proses pembelajaran di kelas berlangsung secara efektif dan efesien maka siswa yang belajar akan mempunyai pemahaman yang tinggi. Dengan pemahaman materi pelajaran yang baik diharapkan siswa mempunyai kompetensi yang memadai. Untuk menjamin efektivitas dan efisiensi kegiatan pelatihan guru tentunya diperlukan kegiatan pengelolaan (manajemen) yang profesional. Oleh karena pelatihan tari Nusantara bagi guru seni tari SMP di Kota Denpasar belum dilaksanakan dan pedoman manajemen pelatihannya belum tersedia maka disusun pedoman manajemen pelatihan seni tari multikultur berpendekatan Silang Gaya Tari. Model yang digunakan dalam pengembangan produk pedoman manajemen pelatihan seni tari multikultur berpendekatan Silang Gaya Tari bagi guru seni tari SMP Negeri di Kota Denpasar dengan spesifik produk berupa model strategi dan paket materi pelatihan adalah (1) model Elaborasi oleh Charles M. Reigeluth digunakan dalam pengembangan materi pelatihan (2) The Critical Events Model (CEM) digunakan dalam merancang program pelatihan (3) Model In-service training (INSET) dengan Processing Model (Model Belajar melalui Proses) oleh William dan (4) Strategi Component Display Theory oleh M. Davies Merril digunakan untuk melatih tari. Untuk mendapatkan produk yang optimal di samping dilakukan kegiatan terbimbing dilakukan pula pentahapan kajian terhadap produk untuk mendapat tanggapan/tinjauan oleh para ahli dan para guru yang terdiri dari tahap uji ahli (ahli isi ahli media pembelajaran dan ahli pelatihan) tahap uji coba perorangan (empat orang guru seni tari) tahap uji coba kelompok kecil (sepuluh orang guru seni tari) dan tahap uji coba lapangan (dua puluh delapan orang guru seni tari). Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Data berupa komentar dan saran dideskripsikan secara kualitatif sedangkan data tentang ketepatan kejelasan dan kegunaan terhadap model dan materi pelatihan seni tari multikultur berpendekatan Silang Gaya Tari digunakan analisis statistik deskriptif persentase. Penilaian unjuk kerja dilakukan dalam bentuk tes praktik dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan penguasaan terhadap materi yang telah diajarkan/dilatih. Dari hasil uji coba terakhir terhadap produk pengembangan ini dapat diikhtisarkan kesimpulan sebagai berikut 1. Penilaian ahli isi terhadap paket materi model dan strategi pelatihan tari Merak Gaya Surakarta yang dikembangkan dengan rerata persentase 75 00% sedangkan tari Tor-Tor Somba Tapanuli Sumatra Utara rerata persentase 72 22% menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan masuk dalam kriteria layak dan tidak perlu direvisi. 2. Penilaian ahli media pembelajaran terhadap media VCD pembelajaran/ pelatihan tari Merak Gaya Surakarta dan tari Tor-Tor Somba Tapanuli Sumatra Utara dengan rerata persentase 75 00% menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan masuk dalam kriteria layak dan tidak perlu direvisi. 3. Penilaian ahli pelatihan terhadap prosedur penyusunan program pelatihan seni tari multikultur berpendekatan Silang Gaya Tari bagi guru seni tari SMP Negeri di Kota Denpasar dengan rerata persentase 93 75% menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan masuk dalam kriteria sangat layak dan tidak perlu direvisi. 4. Produk yang dikembangkan teruji dalam uji coba perorangan uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan (sasaran guru seni tari SMP Negeri di Kota Denpasar) hal ini ditunjukkan dengan rerata persentase di atas 80% kategori sangat layak digunakan. 5. Hasil penilaian unjuk kerja (penampilan) guru dalam menguasai unsur-unsur tari dan menarikan tari Merak Gaya Surakarta dan tari Tor-Tor Somba Tapanuli Sumatra Utara dengan menggunakan model dan strategi pelatihan yang dikembangkan berada pada kualitas baik dan sangat baik. Uraian hasil pengembangan sebagaimana dalam spesifikasi yang dirumuskan maka produk berupa manajemen pelatihan seni tari multikultur memenuhi syarat untuk dipergunakan di lapangan sebagai pedoman (panduan) untuk pelatihan-pelatihan seni tari baik untuk pelatihan guru maupun untuk melatih/mengajar siswa.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Administrasi Pendidikan (AP) > S3 Manajemen Pendidikan |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 27 Feb 2008 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2008 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/63787 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
