Pengembangan model pembelajaran berbasis masalah dengan pola kolaborasi / Mustaji - Repositori Universitas Negeri Malang

Pengembangan model pembelajaran berbasis masalah dengan pola kolaborasi / Mustaji

Mustaji (2009) Pengembangan model pembelajaran berbasis masalah dengan pola kolaborasi / Mustaji. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Abstrak Berdasarkan hasil observasi proses dan hasil pembelajaran mata kuliah Masalah Sosial belum dilakukan secara optimal. Sebab belum optimalnya proses pembelajaran itu karena (1) pembelajar kurang mampu menyelenggarakan proses pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan perkembangan di bidang teknologi pembelajaran (2) pembelajar keliru dalam memandang proses pembelajaran (3) proses pembelajaran bersifat informatif belum diarahkan ke proses aktif pebelajar untuk membangun sendiri pengetahuannya dan (4) proses pembelajaran berpusat pada pembelajar belum diarahkan ke pembelajaran yang berpusat pada pebelajar. Sedangkan indikasi belum optimalnya hasil belajar itu tampak pada hal-hal berikut (1) pebelajar kurang mampu memecahkan masalah berdasarkan konsep ilmiah (2) pebelajar kurang memiliki keterampilan berkolaborasi (teamwork) dan mengolah informasi secara aktif untuk pemecahan masalah (3) pebelajar kurang mempelajari bagaimana belajar yang efektif untuk memecahkan masalah (4) pebelajar kurang memiliki kinerja terus-menerus dengan tidak dibatasi pada target tertentu (5) pebelajar kurang memiliki pengetahuan terintegrasi antar disiplin ilmu untuk pemecahan masalah (6) pebelajar kurang menggunakan teknologi sebagai bagian integral dan proses kerja untuk pemecahan masalah dan (7) pebelajar kurang memiliki sikap positif pembelajaran Untuk mengoptimalkan proses dan hasil pembelajaran perlu dilakukan pengembangan model pembelajaran. Proses pengembangan itu terdiri dari 5 tahap. Pertama tahap identifikasi yang terdiri dari (1) pengkajian teoritis melalui studi pustaka (2) pengkajian empiris melalui observasi di kelas dan (3) penulisan kondisi nyata. Kedua tahap desain yang terdiri dari (1) pengidentifikasian kemampuan awal pebelajar (2) perumusan tujuan pembelajaran dan (3) pelaksanaan studi kelayakan. Ketiga tahap pengembangan produk berupa (1) model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Pola Kolaborasi (Model PBMPK) dan (2) perangkat PBMPK yang terdiri dari silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran bahan pembelajaran lembar tugas dan lembar penilaian pembelajaran. Keempat tahap uji coba yang terdiri dari uji ahli kelompok dan lapangan. Kelima tahap diseminasi yang mencakup (1) penulisan laporan dan penyajian di seminar dan (2) penulisan artikel di jurnal. Pengembangan ini berhenti pada tahap lima poin satu yakni penulisan laporan. Berdasarkan hasil ujicoba atas Model dan Perangkat PBMPK kepada ahli bidang studi ahli pembelajaran pembelajar dan pebelajar menunjukkan hasil yang layak. Hal ini bisa dilihat dari rata-rata pemenuhan 75% dari indikator-indikator kelayakan penggunnaan Model dan Perangkat PBMPK. Hasil ujicoba lapangan atas Model dan Perangkat PBMPK menunjukkan hasil nilai yang positif. Hal ini bisa dilihat dari hasil tes subyektif yang termasuk kategori baik mencapai 82.3% hasil kinerja yang termasuk kategori sangat baik mencapai 57.65% hasil portofolio yang termasuk kategori baik mencapai 95 29% hasil kerja proyek yang termasuk kategori baik mencapai 58.82% hasil sikap atas pembelajaran yang termasuk kategori positif mencapai 77 65% dan hasil kerja kolaborasi yang termasuk kategori baik mencapai 84 71%. Sementara itu hasil belajar dengan kategori cukup kurang baik sangat positif ragu-ragu negatif dan sangat negatif maksimal mencapai hanya mencapai 22 65%. Angka-angka ini menunjukkan bahwa Model dan Perangkat PBMPK lebih dari 55% termasuk ke dalam kategori baik sangat baik dan positif. Ini berarti Model dan Perangkat PBMPK yang dikembangkan layak digunakan. Hasil-hasil ujicoba seperti disebutkan di atas berdampak positif pada penciptaan lingkungan pembelajaran. Penggunaan Model dan Perangkat PBMPK terbukti dapat menciptakan (1) proses pembelajaran bersifat interaktif dan berorientasi pada pebelajar (2) pebelajar bekerja/belajar secara kolaboratif dan mengolah informasi secara aktif (3) pebelajar mempelajari bagaimana belajar yang efektif (4) pebelajar memiliki kinerja terus-menerus dan setiap target yang tercapai terus-menerus ditingkatkan (5) pebelajar memiliki pengetahuan terintegrasi antar disiplin ilmu untuk pemecahan masalah yang kompleks (6) pebelajar menggunakan teknologi sebagai bagian integral dari proses kerja/belajar dan (7) pebelajar melakukan kegiatan curah pendapat berdebat dan memberikan penjelasan kepada teman.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Teknologi Pendidikan (TEP) > S3 Teknologi Pembelajaran
Depositing User: library UM
Date Deposited: 31 Mar 2009 04:29
Last Modified: 09 Sep 2009 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/63544

Actions (login required)

View Item View Item