Pengaruh strategi pembelajaran praktikum (Diskoveri terbimbing dan konvesional) terhadap hasil belajar kimia pebelajar kelas X SMA dengan tingkat perkembangan intelektual berbeda / Dwi Yulianti - Repositori Universitas Negeri Malang

Pengaruh strategi pembelajaran praktikum (Diskoveri terbimbing dan konvesional) terhadap hasil belajar kimia pebelajar kelas X SMA dengan tingkat perkembangan intelektual berbeda / Dwi Yulianti

Yulianti, Dwi (2010) Pengaruh strategi pembelajaran praktikum (Diskoveri terbimbing dan konvesional) terhadap hasil belajar kimia pebelajar kelas X SMA dengan tingkat perkembangan intelektual berbeda / Dwi Yulianti. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Yulianti Dwi. 2008. Pengaruh Strategi Pembelajaran Praktikum (Diskoveri Terbimbing dan Konvensional) terhadap Hasil Belajar Kimia Pebelajar Kelas X SMA dengan Tingkat Perkembangan Intelektual Bebeda. Disertasi (tidak dipublikasikan) Program Studi Teknologi Pembelajaran Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng M.Pd (II) Prof. Dr. Wayan Ardhana MA. (III) Dr. I Wayan Dasna M.Si. M.Ed. Kata kunci strategi praktikum tingkat perkembangan intelektual hasil belajar kimia. Strategi praktikum yang biasa pembelajar terapkan di sekolah menengah atas adalah strategi praktikum yang berfungsi sebagai kegiatan verifikasi terhadap teori yang telah dijelaskan pembelajar. Penerapan strategi praktikum ini menyebabkan hasil belajar yang diperoleh pebelajar rendah. Hal ini dapat dilihat dari hasil ulangan kimia bersama se-kabupaten Malang (dokumen hasil ulangan kimia bersama 2007). Berdasarkan hasil ulangan kimia bersama diketahui skor rerata yang diperoleh adalah sebesar 31 4 dan skor tertinggi sebesar 63 5. Untuk mengatasi masalah ini diperlukan strategi praktikum diskoveri terbimbing. Strategi praktikum diskoveri terbimbing memfasilitasi pebelajar untuk belajar melalui kegiatan ilmiah dan untuk membangun pengetahuan dengan bimbingan dari pembelajar. Kegiatan ilmiah melibatkan pebelajar dengan kegiatan fisik dan mental. Strategi pembelajaran yang demikian berpeluang membantu pebelajar membangun pengetahuan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perbedaan hasil belajar kimia antara kelompok pebelajar yang diberi perlakuan menggunakan strategi praktikum diskoveri terbimbing dan konvensional (2) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar kimia antara pebelajar yang memiliki tingkat perkembangan intelektual transisi dari konkret ke formal dan operasi konkret (3) menjelaskan pengaruh interaksi antara strategi praktikum (diskoveri terbimbing dan konvensional) dan tingkat perkembangan intelektual (transisi dari konkret ke formal dan operasi konkret) terhadap hasil belajar kimia. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut dilakukan penelitian kuasi eksperimen pada pebelajar kelas X sekolah menengah atas di Kabupaten Malang tahun pembelajaran 2007/2008. Eksperimen menggunakan rancangan dua faktor dengan versi disain faktorial non-ekuivalen kontrol group. Dengan teknik random terpilih SMAN 1 Lawang kelas X.1 dan X.2 sebagai kelompok kontrol yang difasilitasi dengan strategi praktikum konvensional sementara itu SMAN 1 Kepanjen kelas X.3 dan X.4 sebagai kelompok eksperimen yang difasilitasi dengan strategi praktikum diskoveri terbimbing. Data hasil belajar kimia dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar kimia 1 dan 2 dalam bentuk uraian. Tes hasil belajar kimia 1 terdiri dari 14 butir dengan indeks reliabilitas alpha Cronbach 0 899. Tes hasil belajar kimia 2 terdiri dari 11 butir dengan indeks reliabilitas alpha Cronbach 0 869. Data tingkat perkembangan intelektual diperoleh menggunakan tes Burney Standar yang telah diterjemahkan dan diadaptasi oleh Ardhana (1983). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis varians faktorial 2 x 2 dengan bantuan program spss 13 0 for windows. Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 0 05. Berdasarkan analisis data ditemukan hasil-hasil penelitian sebagai berikut Pertama ada perbedaan signifikan hasil belajar kimia antara kelompok strategi praktikum diskoveri terbimbing dan konvensional (F 4 436 p 0 037). Kedua tidak ada perbedaan signifikan hasil belajar kimia antara kelompok tingkat perkembangan intelektual operasi konkret dan transisi (F 3 344 p 0 070). Ketiga ada interaksi antara strategi praktikum dan tingkat perkembangan intelektual terhadap hasil belajar kimia (F 4 285 p 0 040). Berdasarkan temuan-temuan penelitian diajukan saran-saran sebagai berikut (1) penggunaan strategi praktikum diskoveri terbimbing untuk membelajarkan pebelajar perlu dilengkapi dengan perangkat pembelajaran yang dapat memfaktualkan pengetahuan kimia yang abstrak (2) bagi pembelajar sekolah menengah atas yang akan mengimplementasikan strategi praktikum diskoveri terbimbing sebaiknya telah memahami tahap-tahap pembelajaran ini dan (3) kaitannya dengan penerapan strategi praktikum diskoveri terbimbing di SMA sebaiknya pembelajar menyediakan masalah-masalah yang bersumber dari lingkungan pebelajar. Dengan demikian akan lebih memotivasi pebelajar untuk melakukan kegiatan ilmiah yang lain.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Teknologi Pendidikan (TEP) > S3 Teknologi Pembelajaran
Depositing User: library UM
Date Deposited: 18 Mar 2010 04:29
Last Modified: 09 Sep 2010 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/63543

Actions (login required)

View Item View Item