Penerapan pembelajaran eksperiensial dalam mengembangkan self-regulated learning mahasiswa / Darmiany - Repositori Universitas Negeri Malang

Penerapan pembelajaran eksperiensial dalam mengembangkan self-regulated learning mahasiswa / Darmiany

Darmiany (2009) Penerapan pembelajaran eksperiensial dalam mengembangkan self-regulated learning mahasiswa / Darmiany. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Abstrak Fenomena yang teramati di sejumlah kampus menunjukkan bahwa para mahasiswa nampaknya masih belum menghayati budaya belajar di perguruan tinggi. Adapun gejalanya adalah bahwa para Mahasiswa yang dimaksud umumnya lebih senang apabila (a) materi perkuliahan terlebih dahulu sudah diolah oleh Dosen lalu kemudian (b) langsung disampaikan (Content-transmission Paradigm) sehingga mereka tinggal menelan saja (c) tidak disiplin mengatur waktu dalam belajar selain mengikuti kuliah (d) tidak tahu bagaimana cara berkonsentrasi dan (e) belajar hanya bila akan ujian (f) sehingga banyak diantara mereka memperoleh prestasi rendah yang belum sesuai dengan potensi yang mereka miliki. Oleh karena itu sebagai Dosen Peneliti merasa terpanggil untuk secara langsung ikut serta dalam memperbaiki budaya beelajar tersebut melalui Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang merajut latihan dan pemanfaatan metakognisi motivasi dan perilaku yang diduga efektif karena mecerminkan Sosok seorang Life-long Learner terlepas dari Bidang Vokasi atau A-Vokasi yang kebetulan dia tekuni. Sebagaimana diketahui Kerangka Pikir Pembelajaran Informal melalui Pengalaman Kerja khususnya dan Pengalaman hidup umumnya untuk Penumbuhan kemampuan seorang Life-long Learner itu semula digagas oleh David Kolb yang dikemas dalam sebuah Buku dengan judul Experiential Learning Experience as a Source of Knowledge and Development (Kolb 1984). Secara lebih rinci Kerangka Pikir Experiential Learning itu terdiri atas (1) concrete experinece (2) reflective observation (3) abstract conceptualization dan (4) active experimentation. Pilihan untuk menggunakan format penelitian tindakan kelas ini dilakukan karena melalui penelitian tindakan kelas baik intervensi perbaikan yang dilakukan maupun dampaknya kepada baik (a) penumbuhan kemampuan melakukan Self-Regulated Learning maupun(b) pemanfaatannya dalam meningkatkan kualitas pembelajan dalam sesuatu Mata Kuliah tertentu itu langsung dihayati secara bersama-sama oleh Dosen dan Mahasiswa sepanjang rentang transaksi pembelajaran. Secara lebih spesifik keunggulan dari Strategi Pembelajaran Experiensial itu adalah karena Belajar Informal melalui Pengalaman itu menjanjikan 2 jenis hasil yaitu (a) penguasaan Dampak langsung Pembelajaran dalam Mata Kuliah tertentu (Instructional efect) sekaligus disertai (b) Penumbuhan kemampuan untuk melakukan Self-Directed Learning yang merupakan hasil tambahan dari Pengalaman elajar yang dijalani (Nurturant effect (Joyce dan Weil 1972). Hasil dari penerapan keempat modus tindakan belajar tersebut dilaporkan oleh tiap mahasiswa melalui wahana jurnal kegiatan belajar harian. Oleh karena itu dalam Penelitian Kelas baik segi peningkatan kemampuan melakukan Self-Directed Learning maupun dari segi kualitas pembelajaran terlebih dahulu perlu ditetapkan suatu Kriteria keberhasilan. Pada gilirannya keberhasilan dalam meraih tingkat Kriteria keberhasilan inilah yang digunakan sebagai Rujukan penilaian sepanjang rentang transaksi pembelajaran. Akan tetapi yang juga penting dicatat pada kesempatan ini adalah bahwa Kerangka Pikir Pembelajaran Eksperiensial ini tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh Pebelajar Dewasa melainkan juga dapat dimanfaatkan oleh siapa pun juga yang merasa terusik untuk belajar secara cerdas dari pengalamannya meskipun hasilnya tidak selalu direkam dalam bentuk suatu Professional Journal yang baku (Holly 1984). Dengan kata lain Rekaman hasil dari Experiential Learning ini secara produktif dapat dimanfaatkan oleh Mahasiswa S-3 Mahasiswa S-2 atau Mahasiswa S-1 yang tengah mempersiapkan Proposal Penelitian Anggota Tim Studi Banding yang mempelajari Praktek dalam penanganan sesuatu masalah yang dilakukan oleh sesuatu lembaga atau sesuatu negara Wartawan yang mengumpulkan bahan untuk mengusun Artikel Investigstive Reporting tentang sesuatu topik dan sebagainya. Bahkan seorang Balita usia 4 tahun pun juga dapat memanfaatkan Experiential Learning ini untuk menumbuhkan Empati misalnya jika ia merasa terusik ketika melihat perbedaan Cara Bersembahyang dari Ummat yang memeluk agama yang berbeda. Sebagai konteks dalam dalam penyelenggaraan Penelitian Tindakan Kelas ini digunakan Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik dalam Prodi S-1 Pendidikan Matematika Universitas Negeri Malang angkatan 2007-2008. Ini berarti bahwa seluruh populasi kelas yang terdiri atas 52 orang itu dilibatkan sebagai Subyek Perlakuan. Oleh karena itu Penelitian Tindakan Kelas ini ditujukan untuk mengetahui Dampak pembelajaran eksperiensial dalam penumbuhan SRL dan peningkatan penguasaan Tujuan Instruksional Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik tersebut yang hasil implementasinya direkam melalui akumulasi Jurnal Kegiatan Belajar harian. Dari pemaknaan atas akumulasi Jurnal Harian ini ternyata secara bertahap Penelitian Tindakan Kelas ini dapat memenuhi kriteria Keberhasilan yang telah ditetapkan itu dalam 3 siklus pembelajaran. Pada akhir siklus pertama sebagian besar mahasiswa belum mampu menerapkan SRL melalui penulisan jurnal. Dalam pada itu sebagian kecil (kurang dari 10%) mahasiswa yang menemui kesulitan dan oleh karena itu malas membuat jurnal dan bahkan menjelang akhir Siklus II masih ada mahasiswa yang menolak membuat jurnal belajar. Akan tetapi dengan arahan dan bimbingan secara terus menerus yang kemudian juga disertai pemberitahuan menjelang akhir siklus II bahwa kemampuan menyusun Jurnal sesuai kriteria yang telah ditetapkan itu akan dinilai dan hasilnya akan diumumkan di depan kelas maka semakin besar jumlah Mahasiswa mulai termotivasi untuk belajar sambil menulis bahkan menjealng akhir Siklus III mereka sudah mulai terbiasa membuat rencana dan target setiap belajar mulai aktif melakukan kegiatan mandiri mencari dan membahas tambahan bahan dari berbagai sumber dan pada siklus III telah nampak jelas bahwa secara keseluruhan pencapaian Kriteria Keberhasilan berupa perbaikan persiapan diri (penerapan SRL) sehingga berimbas kepada peningkatan penguasaan tujuan instruksional Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik. Dengan kata lain secara bertahap Hasil Penelitian Tindakan Kelas ini menunjukkan bahwa Pembelajaran Eksperiensial ini berpengaruh terhadap peningkatan penguasaan Tujuan Instruksional matakuliah Perkembangan Peserta Didik melalui Penerapan SRL.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Bimbingan dan Konseling (BK) > S3 Bimbingan dan Konseling
Depositing User: library UM
Date Deposited: 01 Oct 2009 04:29
Last Modified: 09 Sep 2009 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/63488

Actions (login required)

View Item View Item