Ferdinandus, Elsina (2014) Model knowledge managament dalam organisasi pendidikan (studi multi kasus pada SMA Negeri 1 Pulau-pulau Aru dan SMA Yos Sudarso Dobo di Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku) / Elisan Ferdinandus. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Ferdinandus Elsina. 2014. Model Knowledge Management dalam Organisasi Pendidikan (Studi Multi Kasus pada SMA Negeri 1 Pulau-pulau Aru dan SMA Yos Sudarso Dobo di Kabupaten Kepulaun Aru Provinsi Maluku). Tesis Program Studi Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Ali Imron M.Si. M.Pd (II) Dr. H. Achmad Supriyanto M.Si. M.Pd. Kata kunci model knowledge management organisasi pendidikan. 12288 12288 12288 12288 Pengetahuan adalah kekuatan tetapi tanpa manajemen yang memadai maka pengetahuan itu tidak akan menimbulkan manfaat apa-apa bagi suatu organisasi. Dengan demikian agar pengetahuan dalam suatu organisasi dapat ditransformasi dari dimensi individu ke dimensi kolektif atau dari bentuk tacit ke bentuk explicit maka organisasi harus dapat memberikan peluang bagi orang-orang untuk saling berinteraksi secara langsung (face to face). Atas dasar konsepsi inilah muncul suatu upaya tata kelola pengetahuan dalam organisasi yang disebut dengan manajemen pengetahuan (knowledge management). Jadi ide dasar dari konsep knowledge management adalah penyebaran dan penggunaan kembali pengetahuan oleh orang lain dalam satu organisasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses knowledge management yang dilakukan pada SMA Negeri 1 Pulau-pulau Aru dan SMA Yos Sudarso Dobo di Kabupaten Kepulauan Aru. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan rancangan studi multi kasus. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi wawancara mendalam dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui dua tahapan yaitu analisis data kasus individu dan analisis data lintas kasus. Selanjutnya data dicek keabsahannya dengan menggunakan teknik triangulasi pengecekan anggota (member check) kecukupan bahan referensi dependability dan confirmability. 12288 12288 12288 12288 Hasil penelitian menemukan bahwa pertama guru-guru pada kedua sekolah sudah melakukan transformasi pengetahuan explicit to tacit dengan baik ketika melakukan persiapan pembelajaran. Transformasi pengetahuan tacit to explicit belum dilakukan dengan baik sedangkan transformasi pengetahuan dari bentuk tacit ke bentuk tacit sudah dilakukan pada kedua sekolah. 12288 12288 12288 12288 Kedua sosialisasi pada SMA Negeri 1 Pulau-pulau Aru sudah dilakukan dengan baik sedangkan pada SMA Yos Sudarso Dobo belum maksimal. Sosialisasi pada SMA Negeri 1 Pulau-pulau Aru dilakukan selama dalam bentuk workshop sedangkan pada SMA Yos Sudarso Dobo hanya dalam bentuk paparan singkat pada rapat dewan guru. Dokumen-dokumen yang diperoleh dari luar sekolah dibagikan kepada semua guru. Namun pada SMA Yos Sudarso Dobo belum dilakukan dengan baik serta proses learning by doing sudah dilakukan dengan baik pada kedua sekolah. 12288 12288 12288 12288 Ketiga ada perbedaan gaya kepemimpinan kepala sekolah pada SMA Negeri 1 Pulau-pulau Aru dan SMA Yos Sudarso Dobo. Kepala sekolah SMA Negeri 1 Pulau-pulau Aru lebih demokratis sedangkan kepala sekolah SMA Yos Sudarso Dobo lebih paternalistis. Sikap paternalistis mempengaruhi iklim sekolah yang tidak kondusif untuk peningkatan efektivitas manajemen pengetahuan. Hubungan antara guru yang teramati di SMA Negeri 1 Pulau-pulau Aru sudah relatif baik. Ada interaksi yang positif dalam bekerjasama melakukan knowledge sharing. Berbeda dengan guru pada SMA Yos Sudarso Dobo yang masih berperilaku individualistik. Hubungan antara guru dalam satu mata pelajaran terlihat baik namun antara guru lintas mata pelajaran belum berjalan dengan baik. 12288 12288 12288 12288 Keempat peningkatan berupa upaya memasukan pengetahuan-pengetahuan dari luar sekolah sudah dilakukan oleh kedua sekolah sedangkan pada SMA Negeri 1 Pulau-pulau Aru sudah melakukan upaya peningkatan knowledge sharing meskipun belum maksimal karena keterbatasan dana. 12288 12288 12288 12288 Kelima proses knowledge capture di kedua sekolah sudah berjalan dengan baik. Meskipun demikian ada perbedaan proses knowledge sharing yang dilakukan pada kedua sekolah. Perbedaan tersebut disebabkan karena faktor-faktor individual maupun organisasional. Ada pula perbedaan pemanfaatan pengetahuan organisasional. Guru pada SMA Negeri 1 Pulau-pulau Aru bisa memanfaatkan pengetahuan organisasional dengan baik sedangkan guru pada SMA Yos Sudarso Dobo belum dapat memanfaatkan dengan baik. Penyimpanan pengetahuan (knowledge storage) belum dilakukan dengan baik pada kedua kasus. 12288 12288 12288 12288 Berdasarkan temuan-temuan penelitian maka saran yang dapat diajukan adalah (1) Kepala sekolah hendaknya lebih proaktif dalam menyediakan sarana penunjang seperti teknologi informasi dan perpustakaan untuk mendorong efektivitas manajemen pengetahuan (2) Guru seharusnya melengkapi diri dengan keterampilan menulis bahan ajar dan keterampilan komunikasi (3) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga hendaknya lebih selektif dalam pengangkatan kepala sekolah terutama dengan mempertimbangkan kemampuan di bidang knowledge management (4) Peneliti lanjutan perlu melakukan penelitian untuk mengembangkan model manajemen pengetahuan di organisasi sekolah secara spesifik. Pengembangan model dapat dilakukan dengan mendesain sistem manajemen pengetahuan yang berbasis pada guru. 12288 12288 12288 12288
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Administrasi Pendidikan (AP) > S2 Manajemen Pendidikan |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 10 Jul 2014 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2014 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/57547 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
