Rosjidan, Rosjidan (1990) Pandangan Para Siswa, Guru, dan Orang Tua Siswa terhadap Perilaku Negatif Remaja (Hasil Suatu Survei). Intitute Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang, Malang.
|
Text
Pandangan Para Siswa, Guru, dan Orang Tua Siswa terhadap Perilaku Negatif Remaja 10 hal.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Pandangan Para Siswa, Guru, dan Orang Tua Siswa terhadap Perilaku Negatif Remaja full text.pdf Restricted to Registered users only Download (6MB) |
Abstract
Buku Pandangan Para Siswa, Guru, dan Orang Tua Siswa terhadap Perilaku Negatif Remaja berisi hasil suatu survei yang dilakukan untuk menelaah gejala perilaku negatif remaja serta pandangan berbagai pihak terhadapnya. Dalam buku ini dijelaskan bahwa perilaku negatif remaja seperti perkelahian antar pelajar, perusakan fasilitas umum, penyalahgunaan obat terlarang, hingga pergaulan bebas, telah berkembang menjadi masalah sosial, moral, dan pendidikan yang serius. Perilaku tersebut dipandang bukan sekadar kenakalan biasa, melainkan telah menjurus kepada tindakan melawan hukum dan merusak tatanan masyarakat. Oleh karena itu, penanganannya dianggap perlu dilakukan melalui kerja sama antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Dalam pembahasan, dijelaskan bahwa perilaku negatif remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain lemahnya pengawasan dan perhatian orang tua, lingkungan masyarakat yang buruk, pengaruh media yang menampilkan kekerasan dan pornografi, serta rendahnya pendidikan agama dan budi pekerti. Survei yang melibatkan 1.887 responden terdiri dari siswa, guru, dan orang tua siswa di Malang menunjukkan bahwa minum-minuman keras, malas belajar, dan penyalahgunaan obat terlarang dianggap sebagai bentuk perilaku negatif yang paling berbahaya. Faktor penyebab yang paling dominan menurut responden adalah sempitnya lapangan kerja, lemahnya pendidikan moral, serta pergaulan bebas di kalangan remaja. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan adanya kesadaran yang tinggi di kalangan siswa terhadap pentingnya menghindari perilaku negatif. Namun demikian, mereka menilai bahwa upaya penanggulangan tidak cukup hanya dengan tindakan represif, melainkan perlu disertai pembinaan moral dan sosial yang berkelanjutan. Saran pemecahan yang dianggap paling penting menurut responden adalah peningkatan pendidikan agama dan budi pekerti, pembinaan keluarga yang penuh kasih sayang dan perhatian, peningkatan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan lembaga masyarakat, serta pemberantasan peredaran narkoba dan gambar porno. Melalui hasil survei ini ditegaskan bahwa peran keluarga, sekolah, dan masyarakat harus berjalan seimbang dalam membentuk kepribadian remaja yang sehat dan bermoral agar mereka dapat menjadi generasi penerus yang bertanggung jawab dan berakhlak baik.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology H Social Sciences > HM Sociology L Education > L Education (General) |
| Divisions: | UM Special Collection > Koleksi Karya Sivitas Akademika UM |
| Depositing User: | DPS UM |
| Date Deposited: | 22 Dec 2025 01:59 |
| Last Modified: | 22 Dec 2025 01:59 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/5689 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
