Zahro', Azizatuz and Nurhayati, Suhardini and Budi, Nur Iswati and Olitaufiqoh, Ayu Rizki and Candraningratri, Candraningratri and Nilasanti, Fitri and Istanti, Intan Tri and Pujiningrum, Sri Endah and Lestyorini, Susi and Winarti, Winarti and Pratiwiningsih, Wahyu and Sulistiani, Nanik (2020) Bunga rampai menjadi guru di rumah, menjadi guru dari rumah. Universitas Negeri Malang, Malang. ISBN 978-602-470-400-1
|
Text
fullteks.pdf Download (939kB) |
Abstract
Sejak ditetapkannya Covid-19, virus baru turunan Corona yang ditemukan pada 2019, sebagai pandemi oleh WHO pada 11 Maret 2020, kondisi sosial masyarakat hampir di seluruh dunia berubah. Di Indonesia, setelah kasus pertama ditemukan pada 2 Maret 2020, pemerintah menerapkan kebijakan social distancing skala nasional mulai 16 April 2020 hingga ada rekomendasi berikutnya. Akibatnya, terjadi perubahan total pada semua aspek kehidupan dalam jangka waktu yang belum dapat ditentukan. Salah satu cara menghadapi pandemi tersebut adalah dengan memusatkan aktivitas di rumah, termasuk aktivitas belajar. Agar rumah terasa nyaman sebagai tempat belajar, perlu diimplementasikan prinsip-prinsip belajar dan pengasuhan yang merupakan kompromi antara orang tua dan guru. Dalam praktiknya, ketika keluarga sebagai institusi sosial utama kembali difungsikan sebagai pusat pendidikan, banyak orang tua dan guru yang gagap menghadapinya. Orang tua yang selama ini nyaman menyerahkan urusan pendidikan pada sekolah tiba-tiba harus repot dengan berbagai hal terkait pendidikan anak. Demikian pula guru, yang biasanya dapat berkonsentrasi mendidik anak-anak di sekolah, kini harus beradaptasi dengan model pembelajaran jarak jauh. Bunga rampai ini merupakan kumpulan tulisan tentang pengalaman para orang tua dan guru dalam mendampingi anak-anak di masa pandemi. Tulisan-tulisan ini awalnya disampaikan dalam seminar daring Menjadi Guru di Rumah, Menjadi Guru dari Rumah yang dilaksanakan pada 30 Juni 2020 oleh Pusat Gender dan Kesehatan (PGK), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Malang. Ketika pembelajaran dalam jaringan tidak sepenuhnya efektif karena keterbatasan sarana prasarana serta dianggap tidak sesuai dengan karakteristik kompetensi tertentu, guru dituntut berpikir keras dalam melaksanakan tugasnya dari rumah. Orang tua pun harus bekerja keras mendampingi anak agar tetap terlibat dalam pembelajaran, menciptakan lingkungan yang kondusif, serta menyediakan sarana prasarana yang dibutuhkan. Berbagai pengalaman yang dituangkan dalam bunga rampai ini diharapkan dapat menjembatani keluarga (rumah) dan sekolah agar bersinergi demi masa depan anak bangsa. Pengalaman orang tua yang tiba-tiba menjadi guru, serta kreativitas guru dalam menghadapi keragaman latar belakang anak, menjadi bagian penting dari bunga rampai ini. Pendidikan adalah gerbang menuju masa depan yang gemilang, dan pandemi tidak boleh menghilangkan hak anak untuk memperoleh pengalaman belajar yang bermanfaat bagi perkembangan hidupnya. Kata Kunci: Pandemi Covid-19, Pendidikan Jarak Jauh, Peran Orang Tua dan Guru
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | P Language and Literature > PIN Indonesian Literature |
| Divisions: | Fakultas Sastra (FS) > Karya Dosen FS |
| Depositing User: | Library UM |
| Date Deposited: | 25 Aug 2025 02:03 |
| Last Modified: | 25 Aug 2025 02:03 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/5656 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
