Tristoria, Nike Fasluky (2015) Revitalisasi Tari Muang Sangkal sebagai seni budaya Sumenep tahun 2010-2014 / Nike Fasluky Tristoria. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK Tristoria Nike Fasluky. Revitalisasi Tari Muang Sangkal Sebagai Seni Budaya Sumenep Tahun 2010 2014. Skripsi Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Abdul Latif Bustami M.Si. Kata Kunci Revitalisasi Tari Muang Sangkal Sumenep Tari Muang Sangkal merupakan sebuah tarian khas Kabupaten Sumenep yang gerakan-gerakannya diciptakan atas dasar gerak-gerak tayub Keraton Sumenep dan bertitik tolak pada gerak tari Yogyakarta dan dipadukan dengan gerak-gerak ciptaan lainnya yang tidak menyimpang dari nafas dan ciri-ciri Keraton Sumenep (gerakan tariannya lembut dan gemulai). Tarian ini merupakan sebuah bentuk tari tolak bala atau menolak segala marabahaya yang ditampilkan pada awal pembukaan suatu acara dalam penyambutan para tamu-tamu agung (pemerintah atau pejabat) pernikahan (ketika ada perkawinan) upacara-upacara yang bersifat sakral seperti memperingati hari jadi kabupaten Sumenep. Penelitian ini memiliki tiga rumusan masalah yang akan dikaji yaitu (1) bagaimana proses tercipta dan perkembangan tari Muang Sangkal di Kabupaten Sumenep (2) bagaimana upaya pemerintah dan masyarakat untuk melestarikan tari Muang Sangkal (3) bagaimana bentuk revitalisasi tari Muang Sangkal pada periode 2010-2014. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Metode penelitian sejarah meliputi pemilihan topik heuristik kritik sumber interpretasi historiografi. Pengumpulan data juga dilakukan melalui wawancara terhadap informan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil (1) tari muang sangkal diciptakan pada tahun 1962 dan mulai dikenalkan pada masyarakat pada tahun 1975. Tari muang sangkal bagi masyarakat Sumenep diyakini bahwa tarian ini merupakan permohonan do a kepada Tuhan Yang Maha Esa agar terhindar dari bencana. (2) untuk melestarikan tari Muang Sangkal di Kabupaten Sumenep maka memang harus ada kesinergisan antara pihak pemerintah dan masyarakat khususnya generasi muda saat ini harus menjadi tonggak sebagai pelestari budaya daerah Madura agar budaya yang telah ada tidak hilang atau punah dan akan terus menjadi asset dan juga kebanggaan bangsa Indonesia. (3) seiring berkembangnya peradaban pada tahun 2010 tari Muang Sangkal telah banyak mengalami revitalisasi diantaranya Kostum dan tata rias gerak tari tempat pementasan alokasi waktu dan pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan Agar dilakukan penelitian lebih lanjut agar masyarakat lebih mengerti tentang kandungan makna yang terdapat dalam setiap budaya yang dimiliki oleh kabupaten Sumenep khususnya dalam seni tari Muang Sangkal dan juga cara menjaga dan melestarikan kebudayaan lokal atau daerah secara berkelanjutan agar tidak tergilas oleh arus globalisasi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Departemen Sejarah (SEJ) > S1 Pendidikan Sejarah |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 01 Oct 2015 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2015 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/55172 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
