Perkembangan Kepercayaan Pangestu di Kelurahan Sragen Kulon Kcamatan Sragen Kabupaten Sragen Tahun 1975-2003 oleh Fajar Fitriyani - Repositori Universitas Negeri Malang

Perkembangan Kepercayaan Pangestu di Kelurahan Sragen Kulon Kcamatan Sragen Kabupaten Sragen Tahun 1975-2003 oleh Fajar Fitriyani

Fitriyani, Fajar (2010) Perkembangan Kepercayaan Pangestu di Kelurahan Sragen Kulon Kcamatan Sragen Kabupaten Sragen Tahun 1975-2003 oleh Fajar Fitriyani. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Fenomena religius merupakan salah satu persoalan yang menarik untuk dikaji. Salah satunya adalah aliran kebatinan yang lahir di Jawa Tengah di Solo yaitu Kepercayaan Pangestu. Suatu kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang masih menggunakan kebudayaan asli dari nenek moyang dalam hal ini ajaran tentang ketuhanan manusia dan lam semesta. Tuhan Maha Esa yang tidak berdimensi ruang dan waktrl transenden sempuma mulia dan suci. Hakekat tertinggi adalah Keesaan- Nya. Manusia mahluk Tuhan yang paling sempuma mulia dan istimewa. Manusiadituntut tagrla kepada Tuhan namun bebas memilih kepercayaan. Alam semesta dicipa untuk manusia agar dapat melihat kebesaran Tuhan alam semesta d8n kehidupan dunia sifatnya sementar4 bukan hakekat tempat kehidupan. Semua itu dalam aliran kebatinan merupakan mitis yang berbentuk dan bahkan visi dasar dari Javanisme karena pandangan hidup yang benifat magis-mitis. Berjuta-juta orang di lndonesia hidup dalam ketidakpastian yang besar. Kegoncangan jiwa itu dapat dipatrami bila mengikuti sejaratr muda ini. Peperangan pemberontakan devaluasi yang merongrong nilai uang dan nilai-nilai moril korupsi dan ancaman komunis itu semua mencairkan cita-cita luhur. Slogan-slogan ternyata kosong janji-janji diberikan dan dilupalcan Dalam suasana yang demikian maka mistik berkembang. Ketidakpastian dalam masyarakat mendorong banyak orang bersandar kembali kepada mistik. Muncullah aliran-aliran kepercayaan di Indonesia. Dalam penelitian ini mengambil khusus tentang salah satu aliran kepercayaan tersebut yaitu Pangestu di kelurahan Sragen Kulon. dengan aliran kepercayaan Pangestu ini peneliti mengambil beberapa nrmusan masalah yang berkaitan dengan Pangestu di kelurahan Sragen Kulon. Rumusan masalah tersebut adalah (1). Apakah kepercayaan Pangestu .(2). Kapan kepercayaan Pangestu muncul pada masyarakat di kelurahan Sragi n Kulon .(3). Bagaimana perkernbangan kepercayaan Pangestu pada masyarakat kelurahan Sragen Kulon pada tahun 1975-2003 . Sesuai dengan rumusan masalah itu peneliti mempunyai beberapa tujuan yaitu (1) Untuk mengetahui apa kepercayaan Pangestu. (2). Untuk mangetahui kapan kepercayaan Pangestu muncul pada masyarakat kelurahan Sragen Kulon dan (3). Untuk mengetahui perkembangan kepercayaan Pangestu pada masyarakat kelurahan Sragen Kulon tahun 1975 2003. lllPenelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Teknik pngumpulan datanya meliputi obsenrasi studi kepustakaan dokumentasi dan warvancara. Sedangkan analisa data menggunakan komparasi sumber dan analisis interaktif. Tringulasi teknik komunikasi langsung observasi dan kecukupan referensi merupakan teknik pengecekan keabsahan datanya. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini a lah sumber data primer yaitu data lisan sedangkan sumber data sekunder yairu data tertulis. Berdasarkan hasil analisis data yang ditemukan bahwa kepercayaan Pangestu berkembang sebagaimana aliran-aliran yang lain dan disebagian wilayah Indonesia. Sehingga untuk mengetahui kepercayaan Pangestu lebih lanjut dapat dilihat mulai dari maksud kepercayaan Pangestu itu sendiridan perkembangannya di kelurahan Sragen Kulon kecamatan sragen kabupaten Sragen. Aliran kepercayaan Pangestu merupakan suatu keyakinan kepada Tuhan lewat ajaran-ajaran dari Sang Guru Sejati. Sebagai suatu organisasi aliran kepercayaan ini memiliki buku pedoman yang bernama sasangka Jati pedoman ini berisikan tentang ajaran-ajaran Sang Guru Sejati tentang bagai mana manusia dapat bertunggal dengan Tuhan dan sesame manusia. .lika dilihat manusia hidup di dunia tidak terlepas dari keduniaan maka untuk menghadapi hal itu dalam buku pedoman manusia diperintahkan untuk melaksanakan Trisila Pancasila dan Penembah serta menghindari larangan-larangan yang telah ditetapkan. Tujuan terakhir dari manusia hidup adalah mendapatkan kesempumaan hidup. Di indonesia aliran-aliran kepercayaan mengalami perkembangan yang begitu pesat dan j ga dengan Pangestu. Pangestu lahir di Solo pada tanggal 20 Mei 1949 dengan perantara Soenarto Mertowardojo melalui sabda Sang Guru Sejati. Kemudian aliran kepercayaan Pangestu menyebar di beberapa daerah di Indonesia seperti di kabupaten Sragen khususnya kelurahan Sragen Kulon. Perkembangan ini tidak hanya pada keanggotaan saja namun juga kegiatan-keglatan yang dilakukan. Semua diatur dalam organisasi Pangestu dan ini terus diramut agar tetap ada. Di kelurahan Sragen Kulon kepercayaan Pangestu mampu menjadi Organisasi tersendiri yang terlepas dengan pusat yang ada di Solo. Para anggota kepercayaan Pangestu mampu untuk dapat bertahan di wilayah kelurahan Sragen Kulon dengan toleransi dan kekeluargaan mereka terhadap masyarakat disekitar. Sesuai dengan ajaran-ajaran yang mereka pelajari dan dilaksnakan dalam kehidupan setiap hari dalam masyarakat sehingga tidak menimbulkan perselisihan. Segala kegiatn yang ada di Sragen juga tidak terlepas terus dari bimbingan pusat. Perkembangan ditahun 1975 tidak hanya jumlah yang menunjukkan kepada masyarakat bawha Pangestu juga mampu untuk hidup berrqasyarakat. Perkembangan i ri berlanjut higga tahun 2003.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Departemen Sejarah (SEJ) > S1 Pendidikan Sejarah
Depositing User: library UM
Date Deposited: 08 Jul 2010 04:29
Last Modified: 09 Sep 2010 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/54510

Actions (login required)

View Item View Item