Asmaroini, Ambiro Puji (2012) Efektivitas bantuan sosial bagi masyarakat kampung idiot di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo / Ambiro Puji Asmaroini. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Kata Kunci Bantuan Sosial Masalah Kampung Idiot Bantuan sosial merupakan barang yang digunakan untuk membantu untuk kehidupan masyarakat yang membutuhkan. Bantuan sosial untuk masyarakat idiot dikarenakan masyarakat Idiot merupakan masyarakat penyandang cacat mental yang tidak bisa menjalani kehidupan sehari-harinya dengan normal. Masyarakat idiot tersebut memiliki permasalahan diantaranya sebagian besar dari mereka tidak mampu bekerja hidup di bawah garis kemiskinan dan tidak mampu berbicara. Karena keterbatasan masyarakat penderita idiot maka dibutuhkannya bantuan untuk mengurangi bebannya. Kajian efektivitas bantuan sosial diperlukan karena kelompok miskin idiot memiliki karakteristik dan kebutuhan khusus sesuai dengan apa yang dibutuhkan penderita idiot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Kondisi sosial ekonomi masyarakat kampung idiot di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo (2) Macam-macam bantuan yang diberikan kepada masyarakat Kampung Idiot di Desa Karangpatihan (3) Efektivitas pemberian bantuan bagi masyarakat Kampung Idiot di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan reduksi data display data/penyajian data dan verifikasi data/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1). Kondisi sosial ekonomi masyarakat kampung idiot di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo sangat minim terlihat dari kondisi rumah dan prasarananya mata pencaharian dan menu makanan. (2) Bantuan sosial kepada masyarakat kampung idiot di Desa Karangpatihan yaitu konsumsi (beras air bersih sarden garam beryodium minyak makan ikan asin paket sembako sarimi dan lauk pauk) kesehatan (pengobatan gratis) sarana rumah tinggal (pembangunan rumah tidak layak huni alat-alat rumah tangga tikar mendong) dan produktif (ternak kambing dan kandang ayam) (3) Efektivitas pemberian bantuan bagi masyarakat Kampung Idiot di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo yaitu (a) Efektivitas ditinjau dari segi jenis bantuan yang diberikan dan pihak pemberi bantuan ada beberapa bantuan efektif diantaranya bantuan yang efektif menurut keluarga idiot adalah sembako uang pembenahan rumah ternak kambing tikar/kasur tanaman dan bak/timba. Bantuan tersebut efektif karena bisa digunakan oleh keluarga dan mampu meringankan beban kebutuhan keluarga idiot. Efektivitas dari segi pihak pemberi bantuan bantuan yang efektif didominasi oleh bantuan dari pihak pemerintah. Hal ini dikarenakan bantuan dari pemerintah terdiri dari berbagai instansi yang memberikan bantuan. Namun konsistensinya bantuan yang efektif adalah dari perorangan yang hampir setiap bulan memberikan bantuan tersebut dari tahun 2010 akhir hingga tahun 2012 sekarang. (b) Efektivitas dari segi bantuan yang sesuai dengan kebutuhan dari bantuan yang diterima sesuai dengan kebutuhannya adalah sembako/beras sesuai dengan kebutuhan sehari-hari dimasak untuk makan uang sesuai dengan kebutuhan untuk membeli keperluan makan pembenahan rumah sesuai dengan kebutuhan karena tidak mampu membenahi rumahnya sendiri kasur/tikar sesuai dengan kebutuhannya karena bisa membantu untuk tidur ternak kambing sesuai dengan kebutuhan karena bisa menambah penghasilan dengan menjual anak kambingnya bak/timba sesuai dengan kebutuhan karena setiap hari untuk menyimpan air meminumi kambing dan mencuci bantuan pakaian sesuai dengan kebutuhan keluarga idiot karena setiap hari yang dipakai adalah pakaian dari pemberi bantuan dan pipa/saluran air juga sesuai dengan kebutuhan keluarga idiot karena pipa tersebut menyalurkan air dari sumber air gunung ke sumur-sumur idiot untuk dimasak meminumi kambing mandi dan mencuci. Ada pula bantuan yang kurang sesuai dengan kebutuhan. Bantuan tersebut berupa bibit tanaman. Bantuan ini kurang sesuai karena misalnya belimbing yang ditanam sudah berbuah maka yang memakan bukan dari keluarga idiot sendiri namun anak-anak kecil dan siapa saja yang ingin makan boleh memakannya dan bibit yang ditanam masih kecil belum membuahkan hasil ada pula bibit yang ditanam mati karena kekurangan air. (c) Efektivitas dari segi pola pengelolaan bantuan dari berbagai donatur dari pemerintah dan non pemerintah dalam memberikan bantuan dengan mengadakan observasi dan cara ini efektif untuk mengetahui bantuan yang dibutuhkan keluarga idiot. Pemberian bantuan langsung diberikan kepada keluarga idiot bersamaan dengan pengelola bantuan di desa atau perangkat desa. Pengelolaan bantuan di desa dengan membentuk panitia bakti sosial merupakan cara yang efektif. Karena dari pengelolaannya panitia bakti sosial memiliki tugas untuk mengurusi bantuan mengantarkan donatur yang akan memberikan bantuan dan mengecek kebutuhan keluarga idiot. Dan bantuan dari donatur lansung dibagikan kepada keluarga idiot. Berdasarkan pola pengelolaan bantuan yang diberikan ada bantuan yang pola pengelolaannya dari pemerintah yang tidak efektif. Hal ini disebabkan bantuan yang diberikan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Bantuan tersebut diberikan oleh Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo yang telah mengungkapkan bahwa bantuan yang diberikan berupa sembako air bersih roti super mie aspal jalan pelayanan kesehatan gratis dan biaya pendidikan wajib belajar 9 Tahun. Bakti sosial sejak tahun 2000an. Bantuan yang lainnya berupa pemberdayaan dengan pemberian benih bibit mangga dan pemberian kambing. Namun ada beberapa bantuan yang tidak ada di lapangan bantuan tersebut berupa air bersih aspal jalan dan pelayanan kesehatan gratis. (d) Efektivitas dari segi jumlah bantuan yang dialokasikan bantuan yang efektif berdasarkan jumlah bantuan yang dialokasikan diantaranya sembako/beras bak/timba pipa/saluran air dan pakaian. Bantuan ini efektif karena bisa terus digunakan oleh keluarga idiot dan bisa merasakan bantuan tersebut dengan jumlah yang cukup banyak. Bantuan yang jumlahnya banyak merupakan bantuan yang efektif (sembako bak/timba pakaian). Hal ini dikarenakan sesuai apa yang dibutuhkan oleh keluarga idiot. Bantuan yang diberikan banyak namun tidak efektif karena mati bantuan ini berupa ternak kambing dan bibit tanaman. Ada pula bantuan yang kurang efektif karena jumlahnya sedikit diantaranya pembenahan rumah yang hanya satu kali sehingga bila ada kerusakan mereka tidak mampu memperbaiki. (e) Efektivitas dari segi komitmen penerima untuk mengelola bantuan Berdasarkan deskripsi pandangan yang digali dari masyarakat kampung idiot penerima bantuan yang telah dipaparkan maka bisa ditegaskan bahwa komitmen penerima untuk mengelola bantuan bantuan yang paling disenangi dan digunakan adalah sembako atau beras karena bantuan ini bisa langsung digunakan untuk dimasak. Bantuan lain yang disenangi adalah bantuan dalam bentuk uang karena uang ini bisa langsung digunakan untuk membeli keprluan yang dibutuhkan. Bantuan pembenahan rumah juga disenangi oleh keluarga idiot karena dengan adanya pembenahan rumah maka rumahnya lebih baik dari sebelum dibantu. Ternak kambing juga merupakan bantuan yang disenangi oleh keluarga idiot karena dengan adanya ternak kambing bila beranak maka anaknya dijual untuk menambah pendapatan. Bantuan berupa bak/timba juga disenangi oleh keluarga idiot karena bantuan ini bisa digunakan setiap hari untuk tempat penampungan air mencuci dan meminumi kambing. Dari berbagai bantuan yang efektif atau disenagi berdasarkan komitmen penerima untuk pengelola bantuan ada pula bantuan yang kurang efektif atau kurang disenangi adalah bibit tanaman. Bantuan tersebut kurang disenagi karena tanamannya ada yang mati bila berbuah maka buahnya tidak dimakan sendiri dan dari tanaman tersebut ada yang belum membuahkan hasil. Dari hasil penelitian ini saran-saran yang diajukan yaitu (1) Bagi Pemerintah hendaknya lebih mengoptimalkan bantuan yang diberikan kepada masyarakat penderita idiot. Selain itu pemerintah lebih memperhatikan masyarakat yang memiliki keterbelakangan mental. (2) Bagi Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo hendaknya memberikan bantuan lebih tepat pada sasaran dan lebih memperhatikan masyarakat idiot dan tidak memberikan keterangan palsu dan tidak ada buktinya di lapangan. (3) Bagi Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Ponorogo hendaknya memberikan bantuan secara bertahap dan tidak hanya satu kali saja. (4) Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo hendaknya memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan penderita idiot. (5) Bagi Desa Karangpatihan hendaknya membantu masyarakat idiot untuk memberikan kesempatan kerja yang lebih agar mendapat penghasilandan pemberdayaan penderita idiot. (6) Berdasarkan karakteristik penderita idiot alangkah baiknya bila memberikan bantuan dalam bentuk perawatan penempatan di lembaga dan optimalisasi pemberdayaan idiot. Karena sampai saat ini belum ada bantuan perawatan dan penempatan di lembaga bagi penderita idiot. Pemberdayaan bagi penderita idiot juga belum maksimal sehingga perlu dimaksimalkan
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Departemen Hukum dan Kewarganegaraan (HKn) > S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 16 Jun 2012 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2012 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/51634 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
