Munandar, Shandy Aris (2009) Pemakaian "basa walikan" dalam interaksi sosial masyarakat Kota Malang / Shandy Aris Munandar. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Masyarakat Kota Malang ternyata menyimpan sebuah potensi budaya yang cukup unik yakni basa walikan yang juga merupakan sarana komunikasi bagi warganya dalam berinteraksi. Permasalahan yang hendak dikaji dalam penelitian ini berkaitan sejarah basa walikan kota Malang perkembangan basa walikan di kota Malang situasi interaksi sosial yang menggunakan basa walikan . Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yaitu berusaha mengungkapkan gejala secara menyeluruh sesuai dengan konteks melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci dalam penelitian baik sebagai perencana pelaksanan pengumpul data menganalisa dan menyimpulkan serta melaporkan hasil penelitian. Data dalam penelitian ini berupa data kepustakaan dan data lapangan dengan prosedur pengumpulannya melalui observasi (pengamatan) wawancara dan dokumentasi. Agar data yang diperoleh dapat diuraikan maka dilakukan analisis data yaitu setelah melakukan pengumpulan data kemudian dilakukan reduksi data display data pengambilan kesimpulan atau verifikasi. Keempat hal tersebut tidak dilakukan secara linear melainkan suatu siklus interaktif hingga diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai Pemakaian Basa Walikan dalam Interaksi Sosial Masyarakat Kota Malang. Untuk mengecek keabsahan data maka dilakukan melalui ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Bahasa walikan yang kini sudah menjadi bahasa gaul di Kota Malang sudah lama digunakan para pejuang di masa sebelum kemerdekaan sebagai sandi-sandi khusus para pejuang untuk berkomunikasi dengan para pribumi. (2)Dalam perkembangannya Basa walikan yang dahulunya merupakan bahasa sandi atau kode kini telah menjadi tren dikalangan anak muda Kota Malang. Karena sudah digunakan sebagai bahasa pergaulan. Sedangakan untuk istilah-istilah dalam Basa Walikan pada umumnya perbendaharaan kata-katanya masih mengacu pada peninggalan yang telah pouler sebelumnya. (3) Basa walikan Malang digunakan di berbagai tempat dan waktu seperti di rumah kampus di jalanan di warung jagongan cangruk an bercanda. Bahasa ini dapat dipergunakan dalam berbagai situasi dan kondisi yang ada tanpa mengenal batasan bagi mereka yang memakainya baik itu teman saudara orang tua anak kecil dan lain sebagainya karena dengan menggunakan basa walikan itu dapat menumbuhkan nilai perjuangan budaya dan identitas diri. Bahkan ada sebuah stasiun radio di kota Malang yang berusaha menggunakan basa walikan untuk berinteraksi dengan pendengarnya agar ciri khas Kota Malang tidak hilang. Berdasarkan penelitian ini disarankan bagi Pemerintah Kota Malang dalam upaya untuk mengembangkan budaya daerah dalam hal ini basa walikan maka perlu adanya peningkatan perhatian karena merupakan salah satu aset budaya yang berharga. Selain itu perlu diperkenalkan di daerah lainnya dan Kota Malang khususnya. Untuk masyarakat Kota Malang khususnya generasi penerus agar selalu melestarikan budaya daerah yang amat penting karena untuk menjaga keberadaannya tetap eksis berkembang dan tidak hilang dilekang zaman. Sedangkan bagi Radio Senaputra agar tetap menggunakan basa walikan sebagai media interaksi dan komunikasi dengan pendengarnya agar masyarakat Kota Malang selalu ingat akan budaya daerahnya sendiri.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Departemen Hukum dan Kewarganegaraan (HKn) > S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 09 Jul 2009 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2009 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/51401 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
