Ratyanus, Angga Widi (2012) Pelaksanaan pembelajaran program keaksaraan bagi komunitas khusus narapidana (studi kasus di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Malang) / Angga Widi Ratyanus. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Kata Kunci pembelajaran program keaksaraan komunitas khusus narapidana Buta aksara sebagai suatu masalah nasional sampai saat ini masih belum tuntas. Masih ada penduduk Indonesia yang belum bisa membaca dan menulis. Buta aksara juga dialami oleh narapidana yang berada di lembaga pemasyarakatan (lapas) termasuk di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Malang. Untuk menghapuskan masyarakat buta aksara tersebut diselenggarakan pendidikan keaksaraan yaitu pendidikan yang diselenggarakan bagi narapidana yang buta aksara sehingga menjadi melek aksara dan angka melek bahasa Indonesia dan melek pengetahuan dasar sebagai bekal dalam upaya meningkatkan kualitas hidupnya kelak setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui persiapan pembelajaran program keaksaraan (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran program keaksaraan (3) untuk mengetahui penilaian pembelajaran program keaksaraan bagi komunitas khusus narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan dengan jenis penelitian studi kasus dalam bentuk deskriptif analitik. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah observasi wawancara dan dokumentasi untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan triangulasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data melaksanakan display data dan mengambil kesimpulan/ verifikasi. Dari hasil analisis data diperoleh tiga kesimpulan sebagai berikut. (1) Pada tahap persiapan pembelajaran hal yang dilakukan oleh penyelenggara adalah merekrut warga belajar dan tuor menyusun jadwal pelajaran dan menyiapkan sarana prasarana. Dalam penyusunan rencana belajar tidak standar kompetensi keaksaraan sebagai bahan acuan. Warga belajar juga belum dilibatkan dalam menyusun rencana belajar. Hal ini tidak sesuai dengan prinsip pembelajaran keaksaraan yang disebut desain lokal artinya program pembelajaran pendidikan keaksaraan dirancang oleh tutor bersama warga belajar sehingga tema pembelajaran sangat tergantung dari analisis kebutuhan warga belajar. (2) Pembelajaran dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip pembelajaran orang dewasa dimana pembelajaran lebih ditekankan untuk memenuhi kebutuhan belajar warga belajar dan tidak sebatas penguasaan materi saja. Pembelajaran dilakukan dalam satu kelas dan tidak ada perlakuan yang berbeda antara warga belajar baru dengan warga belajar yang lama. (3) Pada tahap penilaian pembelajaran dilaksanakan dua jenis penilaian yaitu penilaian awal dan penilaian proses pembelajaran. Warga belajar yang sudah lancar calistung atas usulan pemuka program keaksaraan dapat melanjutkan ikut program kejar Paket A pada tahun berikutnya. Sedangkan yang belum lancar kemampuan calistungnya dapat mengulang kembali ikut program keaksaraan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Pendidikan Luar Sekolah (PLS) > S1 Pendidikan Luar Sekolah |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 19 Mar 2012 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2012 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/4891 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
