Mohamad Ainul Haq (2009) Strategi pemberdayaan berbasis lembaga lokal dalam penanganan kemiskinan di perkotaan / Mohamad Ainul Haq. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Penelitian ini bertujuan memahami penanganan kemiskinan berbasis kelembagaan lokal yang berbeda dengan penanganan kemiskinanan yang dilakukan sebelumnya. Penelitian ini difokuskan pada aspek input proses dan hasil capaian program serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif (pemahaman pandangan dan tanggapan) para informan di lapangan yang menghasilkan data deskriptif yakni gambaran implementasi program di lapangan secara sistematis dan faktual. Data tersebut diperoleh melalui wawancara mendalam dengan para informan disamping studi dokumentasi dan observasi. Penentuan informan dilakukan secara purposive sampling yakni atas dasar penilaian bahwa para informan mengetahui secara baik pemasalahan yang sedang diteliti. Untuk itu informan dalam penelitian ini adalah pengurus lembaga lokal ketua dan anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pemuka masyarakat dan perangkat desa setempat. Hasil penelitian menunjukkan meskipun lembaga lokal (masyarakat) telah menunjukkan kinerjannya pada awal implementasi program dimana telah mampu menyalurkan dana kepada KSM dan telah mampu menggulirkan beberapa kali tetapi jika dicermati setelah program menginjak lima tahun dapat dinyatakan belum/tidak terjadi proses pemberdayaan khususnya bagi warga miskin karena (a) tidak terjadi transfer daya kepada warga miskin sebab program lebih dimanfaatkan oleh kelompok yang mampu (b) proses belajar sosial tidak berlangsung sebab program lebih bernuansa economic dan (c) lembaga lokal masyarakat lebih berperan sebagai penyalur kredit dari pada lembaga pemberdayaan. Adapun faktor pendukung program Proyek penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan P2KP adalah kemudahan dalam peminjaman dana dengan bunga ringan adanya masyarakat yang rutin dalam pengembalian dana. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya pertisipasi perangkat desa banyaknya anggota KSM yang menunggak dan pelaksana progam kurang aktif. Terkait dengan itu saran ditekankan pada kualitas pelaku program (khususnya di lapangan) yaitu (a) perlu mempunyai pemahaman secara baik terhadap konsep P2KP (b) perlunya pelaksanaan sosialisasi program secara benar yang lebih diarahkan pada penyadaran tentang permasalahan yang dihadapi dan tumbuhnya semangat untuk memecahkan secara mandiri (c) perlunya pendampingan secara berkelanjutan terhadap lembaga lokal masyarakat dalam kurun waktu tertentu sehingga lembaga lokal masyarakat tersebut dipandang mampu melakukan penanganan masalah kemiskinan warganya secara mandiri
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Pendidikan Luar Sekolah (PLS) > S1 Pendidikan Luar Sekolah |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 09 Jul 2009 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2009 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/4763 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
