Octotya Puspita Rosa (2009) Penerapan metode bercerita oleh guru padu di Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang / Octotya Puspita Rosa. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Penelitian ini berlatar belakang kurangnya minat anak terhadap kegiatan pembelajaran yang salah satunya disebabkan kurangnya waktu dalam penerapan metode bercerita dan perencanaan dalam penerapan metode bercerita. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan perencanaan yang dilakukan oleh guru PAUD di Kecamatan Lumajang dalam penerapan metode bercerita. Mendeskripsikan pelaksanaan metode bercerita yang dilakukan oleh guru PAUD di Kecamatan Lumajang. Mendeskripsikan evaluasi yang diterapkan oleh guru PAUD di Kecamatan Lumajang dalam penerapan metode bercerita. Lokasi penelitian yang dipilih adalah semua PAUD/ Playgroup yang berada di Kecamatan Lumajang. Pemilihan lokasi ini berdasarkan atas kondisi pendidikan di Kecamatan Lumajang yang cukup baik dimana pendidikan menjadi salah satu program tri plus kabupaten Lumajang. Metode sarana serta warga belajar di Kecamatan Lumajang cukup baik. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan rancangan penelitian Deskriptif. Metode yang dipakai peneliti adalah metode Angket. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2007. Hasil penelitian inimenunjukkan Perencanaan dalam penerapan metode bercerita yang dilakukan oleh guru PAUD se Kecamatan Lumajang dimulai dengan perencanaan penerapan metode bercerita di dalam kurikulum yang kemudian dilanjutkan dengan perencanaan di dalam Satuan Kegiatan Harian. Tidak semua cerita yang ada dapat disampaikan tetapi cerita tersebut harus disesuaikan dahulu dengan tema pembelajaran yang ada pada kurikulum ataupun Satuan Kegiatan Harian. Cerita yang disampaikan kepada anak didik bersumber dari (1) buku cerita (2) karangan sendiri (3) televisi dan (4) pengalaman guru. Penggunaan metode bercerita bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan mendengar mencerna dan berpikir anak disamping itu bermanfaat bagi perkembangan kemampuan berbahasa anak dini usia karena dengan mendengarkan cerita anak dapat belajar mengenal huruf pengucapan hingga mengenal kata. Pelaksanaan metode bercerita yang dilakukan oleh guru PAUD di Kecamatan Lumajang meliputi mensetting atau mengatur ruang kelas sebelum guru menerapkan metode bercerita. Dalam penerapan metode bercerita para guru menggunakan media bantu seperti APE (Alat Permainan Edukatif) boneka jari gambar berseri buku cerita CD Komputer. Tidak semua media bantu yang digunakan berasal dari membeli tetapi juga hasil karya guru dan murid. Durasi waktu yang digunakan dalam penerapan metode bercerita adalah 5-10 menit 10-15 menit 30 menit dan 1 jam.Selain itu guru PAUD se Kecamatan Lumajang menggunakan tekhnik bercerita yang meliputi (1) membaca langsung dari buku cerita (2) menggunakan media bantu (3) dramatisasi. Teknik bercerita bertujuan untuk menumbuhkan imajinasi di kepala anak. Dramatisasi sebagai bagian dari teknik bercerita bertujuan untuk menghidupkan karakter atau tokoh dalam suatu cerita. Dari hasil penelitian mengenai dramatisasi cerita diperoleh beberapa tekhnik dramatisasi antara lain (1) memperjelas vokal atau intonasi (2) variasi nada suara (3) ilustrasi lagu (4) ekspresi (5) tema cerita. Evaluasi yang diterapkan oleh guru PAUD se Kecamatan Lumajang dalam penerapan metode bercerita dilakukan (1) setelah metode bercerita dilaksanakan (2) setelah kegiatan pembelajaran selesai (3) keesokan harinya. Hal-hal yang dievaluasi menurut guru PAUD adalah tingkat pemahaman warga belajar terhadap cerita perubahan tingkah laku dan keefektifan media bantu. Dalam penerapan metode bercerita muncul respon dari anak didik seperti (1)bertanya atau komentar (2) perasaan (sedih gembira) seperti dalam cerita yang disampaikan (3) melakukan tindakan seperti cerita yang disampaikan. Dampak yang muncul pada anak didik setelah diberikan cerita adalah bertambahnya kosa kata anak didik bertambahnya wawasan anak didik perubahan tingkah laku anak didik bertambahnya budi pekerti serta anak mengerti terhadap dampak yang timbul setelah mereka melakukan suatu tindakan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan (1) Pengelola Kelompok Bermain untuk terus menerapkan metode bercerita perlu bagi guru PAUD untuk belajar mengenai teknik bercerita yang baik sehingga cerita yang disampaikan kepada anak didik tidak terkesan membosankan dan monoton. Perencanaan dalam setiap kegiatan perlu dilakukan agar kegiatan yang akan dilaksanakan lebih matang. (2) Jurusan Pendidikan Luar Sekolah perlu mengadakan pelatihan-pelatihan seminar ataupun sharing mengenai bercerita mendongeng atau story telling bagi guru-guru PAUD. Selain itu perlu diadakan mata kuliah mengenai metode bercerita atau tekhnik bercerita yang nantinya menambah wawasan mahasiswa PLS. (3) Dari hasil penelitian ini dapat dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru PAUD dalam menerapkan metode bercerita sehingga penelitian ini tidak hanya terbatas pada penelitian ini.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Pendidikan Luar Sekolah (PLS) > S1 Pendidikan Luar Sekolah |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 15 Jun 2009 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2009 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/4757 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
