Fandhinatasha, Vito (2026) Eksklusi sosial di balik pembangunan monumen reog dan museum peradaban / Vito Fandhinatasha</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) di Desa Sampung Kabupaten Ponorogo diproyeksikan sebagai simbol identitas budaya sekaligus strategi peningkatan ekonomi daerah namun di sisi lain memunculkan persoalan eksklusi sosial terhadap komunitas penambang batu gamping yang telah menggantungkan hidupnya selama puluhan tahun pada sektor tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembangunan MRMP menganalisis mekanisme terjadinya eksklusi sosial implikasinya terhadap kehidupan sosial-ekonomi masyarakat . Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui teknik observasi wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman serta dipahami menggunakan teori eksklusi sosial Tania Li yang menekankan empat kekuasaan regulasi kekuatan pasar dan legitimasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksklusi sosial terjadi melalui dua tahap yakni pencabutan izin pertambangan Perumda Sari Gunung dan pembangunan MRMP di atas lahan bekas tambang. Dampaknya meliputi hilangnya mata pencaharian utama penurunan pendapatan peralihan kerja ke sektor informal serta munculnya konflik sosial. Studi ini menyimpulkan bahwa pembangunan berbasis pariwisata yang tidak sepenuhnya partisipatif berpotensi mereproduksi ketimpangan sosial meskipun dibalut narasi kemajuan dan pelestarian budaya
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Departemen Sosiologi > S1 Pendidikan Sosiologi |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/442293 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
