Sari, Vivi Novita (2025) Senyapan dan kilir lidah dalam video youtube Najwa Shihab adu rayu caleg artis / Vivi Novita Sari</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Senyapan dan kilir lidah merupakan dua fenomena wajar yang sering terjadi dalam komunikasi lisan sehari-hari. Senyapan adalah jeda atau diam dalam tuturan sedangkan kilir lidah adalah kesalahan pengucapan yang terjadi secara spontan dan sering kali tidak disadari oleh pembicara. Pada orang biasa senyapan umumnya muncul saat seseorang membutuhkan waktu untuk berpikir merencanakan ujaran berikutnya atau merasa ragu terhadap informasi yang hendak disampaikan. Kilir lidah juga dapat terjadi akibat kesalahan pada proses perencanaan ujaran baik karena terburu-buru gugup maupun kurang fokus. Dalam dunia politik fenomena senyapan dan kilir lidah menjadi lebih mencolok karena para tokoh publik berada di bawah tekanan komunikasi yang tinggi dan menjadi sorotan publik. Ketika politisi tampil di depan kamera atau dalam debat terbuka tekanan psikologis dan tuntutan komunikasi yang kompleks sering kali menyebabkan munculnya senyapan yang panjang atau kesalahan verbal yang mencolok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Metode deskriptif digunakan karena data yang diteliti bersifat kualitatif berupa ujaran dalam video tersebut. Data dikumpulkan melalui transkripsi penuh terhadap video berdurasi 1 jam 25 menit 55 detik. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah video yang diunggah di kanal youtube ldquo Najwa Shihab rdquo dalam program Adu Rayu Caleg Artis. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik simak catat. Data dalam penelitian ini dianalisis secara kualitatif melalui tiga tahap yaitu reduksi data penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat jenis-jenis senyapan yang ditemukan meliputi senyapan diam senyapan terisi bunyi senyapan terisi kata senyapan terisi kalimat pemanjangan pengulangan progressive repeat pengulangan bridging repeat false starts parenthetical remark dan kombinasi senyapan. Sementara itu terdapat temuan kilir lidah meliputi kekeliruan seleksi kata malaproprisme antisipasi perseverasi dan transposisi. Penyebab senyapan yang ditemukan meliputi belum siap memulai tuturan lupa kata-kata dan berhati-hati sedangkan penyebab kilir lidah yang ditemukan meliputi kesulitan kognitif kecemasan situasional dan faktor sosial. Senyapan dan kilir lidah mencerminkan proses kognitif emosional dan strategi komunikasi penutur. Senyapan berfungsi sebagai jeda untuk merencanakan atau memperbaiki ujaran agar tetap berkesinambungan sedangkan kilir lidah menunjukkan ketidaksesuaian antara rencana dan pelafalan yang menyebabkan penyimpangan dari maksud tutur awal.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | P Language and Literature > PINL Indonesian and Regional Literary Languages |
| Divisions: | Fakultas Sastra (FS) > Departemen Sastra Indonesia (IND) > S1 Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 31 Oct 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/432477 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
