Salsabila, Zulfa (2025) Pengaruh kegiatan meronce terhadap keterampilan motorik halus pada anak cerebral palsy di SLB A B D Negeri Kedungkandang / Zulfa Salsabila</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Cerebral palsy merupakan seseorang yang mengalami hambatan fisik motorik karena adanya kelainan pada saraf otak. Adanya hambatan gerak tersebut membuat aktivitas sehari ndash hari terhambat. Oleh sebab itu diperlukan terapi atau latihan khusus untuk meminimalisir hambatan motorik yang dialami. Salah satu latihan yang dapat melatih perkembangan motorik adalah dengan meronce. Meronce adalah merangkai manik ndash manik atau bahan lainnya menggunakan seutas tali dengan tujuan sebagai hiasan atau karya seni. Manfaat lain dari meronce adalah dapat melatih keterampilan motorik halus pada anak. Terlebih lagi untuk anak yang mengalami hambatan pada fisik motoriknya seperti anak cerebral palsy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kegiatan meronce dengan keterampilan motorik halus pada anak cerebral palsy yang meliputi aspek ketepatan kekuatan dan koordinasi. Hal ini didasarkan oleh hasil observasi keterampilan motorik halus yang dilakukan peneliti pada subjek dengan hambatan cerebral palsy yang masih belum berkembang secara optimal. Pada penelitian ini terdapat tes latihan keterampilan motorik halus yang dilakukan sebelum dan sesudah pemberian intervensi berupa kegiatan meronce. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen desain SSR atau Single Subject Research dengan model desain A-B-A. Dalam kondisi baseline-1 (A1) dilakukan tes latihan keterampilan motorik halus sebanyak 15 butir soal kemudian kondisi intervensi (B) diberikan perlakuan berupa kegiatan meronce dan kondisi baseline-2 (A2) dilakukan kembali tes keterampilan motorik halus pada subjek. Hasil penelitian yang diperoleh sesuai dengan rumusan permasalahan yang diajukan keterampilan motorik halus subjek mengalami peningkatan setelah diberikan intervensi berupa kegiatan meronce. Hal ini dapat ditunjukkan dengan meningkatnya mean pada setiap kondisi. Pada kondisi baseline-1 (A1) mendapatkan mean sebesar 51% kondisi intervensi (B) mendapatkan mean sebesar 73% dan kondisi baseline-2 (A2) sebesar 71%. Berdasarkan hasil perolehan mean atau rata ndash rata tersebut dapat ditunjukkan bahwa pada kondisi baseline-2 (A2) meningkat dibandingkan pada kondisi baseline-1 (A1). Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan mengadapatkan hasil bahwa analisis data dan grafik tabel yang telah dihitung menunjukkan kegiatan meronce memiliki pengaruh terhadap keterampilan motorik halus anak cerebral palsy. Hal ini ditujukkan dengan perolehan hasil data overlab kondisi baseline-1 (A1) ke kondisi intervensi (B) mendapatkan skor sebesar 0%. Melalui skor persentase berarti jika semakin kecil atau sedikit persentase yang diperoleh maka akan semakin berpengaruh kegiatan meronce (intervensi) pada target keterampilan motorik halus (behavior).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > LC Special aspects of education |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Pendidikan Luar Biasa(PLB) > S1 Pendidikan Luar Biasa |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 10 Sep 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/431872 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
