Studi pengelolaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di SMK PGRI 3 Malang / Faristya Anggella Putri - Repositori Universitas Negeri Malang

Studi pengelolaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di SMK PGRI 3 Malang / Faristya Anggella Putri

Putri, Faristya Anggella (2017) Studi pengelolaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di SMK PGRI 3 Malang / Faristya Anggella Putri. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Putri Faristya Anggella. 2017. Studi Pengelolaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di SMK PGRI 3 Kota Malang. Skripsi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Yoto S.T. M.Pd. M.M. (II) Drs. Yuni Sunarto. M.Pd. Kata Kunci UKK SMK LSP-P1 Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI) Pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan peserta didik untuk pelaksanaan jenis pekerjaan tertentu. Namun fakta empirik menyebutkan bahwa tingkat pengangguran terbuka penduduk usia 15 tahun ke atas menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan lulusan sekolah menengah kejuruan dengan persentase tertinggi yaitu 9 84% meningkat dari 9 05%. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi hal ini adalah dengan melalui pengadaan Ujian Kompetensi Keahlian untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pelaksanaan UKK bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa pada level tertentu sesuai Kompetensi Keahlian yang ditempuh selama masa pembelajaran di SMK. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui persiapan sekolah dalam menyusun perencanaan pengelolaan uji kompetensi keahlian pelaksanaan uji kompetensi keahlian proses penilaian dan sertifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan uji kompetensi keahlian di SMK PGRI 3 Kota Malang serta untuk mengetahui perbedaan antara Uji Kompetensi LSP dengan Uji Kompetensi dengan pihak DUDI di SMK PGRI 3 Kota Malang. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data diambil dari informan yang memiliki kemampuan dan kesesuaian dengan kasus yang ada diperkuat dengan bukti foto dokumentasi dokumen pendukung dan sebagainya. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data penyajian data dan diakhiri penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data maka dilakukan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh lima simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama persiapan pelaksanaan uji kompetensi keahlian BNSP sepenuhnya dilakukan oleh pihak LSP-P1 SMK PGRI 3 Malang. Dimulai dari mendaftarkan SMK untuk mengikuti uji kompetensi keahlian ke Dinas Pendidikan Kota Malang. Selanjutnya menyiapkan berkas verifikasi TUK kemudian dilaksanakan verifikasi TUK dan diterbitkan Surat Keputusan (SK) tentang penetapan TUK. Disaat yang bersamaan pihak LSP-P1 SMK PGRI 3 Malang juga menyiapkan siswa yang akan mengikuti UKK soal yang akan diujikan sarana dan prasarana yang dibutuhkan serta asesor/penguji. Kedua pelaksanaan UKK pada bulan Oktober dan berlangsung selama 1 minggu. Dalam 1 hari seorang asesor hanya di ijinkan untuk menguji 10 siswa. Bagi siswa yang dinyatakan tidak kompeten maka akan mengikuti ujian remidi bersama pihak DUDI. Terlaksananya uji kompetensi yang sesuai dengan rencana tersebut tidak lepas dari peran beberapa pihak yakni Kepala LSP-P1 SMK PGRI 3 Malang Kepala bengkel dan asesor. Ketiga penilaian UKK LSP terdiri dari ujian praktik dan teori. Penilainnya meliputi persiapan unjuk kerja hasil kerja serta sikap kerja. Syarat-syarat lulus uji kompetensi keahlian yaitu untuk ujian teori siswa harus mendapat nilai 80% dan untuk ujian praktek minimal ada 4 item yang tidak sesuai ukuran. Pada tahap akhir pelaksanaan uji kompetensi keahlian pihak LSP-P1 SMK PGRI 3 Malang akan memberikan sertifikat yang diterbitkan oleh BNSP kepada siswa yang dinyatakan kompeten. Keempat Faktor pendukung dalam pelaksanaan uji kompetensi keahlian di SMK PGRI 3 Malang adalah peralatan dan mental siswa. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kendala teknis serta siswa yang sudah dijadwalkan untuk mengikuti ujian terkadang tiba-tiba berhalangan hadir. Solusi untuk kendala teknis seperti listrik yang tiba-tiba mati sekolah memiliki jenset yang dapat digunakan sebagai solusi saat hal ini terjadi. dan disiapkan 1 mesin sebagai cadangan yang dapat digunakan oleh siswa jika ditengah ujian praktek tiba-tiba mesin mengalami kendala. Kelima perbedaan pokok antara UKK yang diselenggarakan oleh LSP-P1 dengan UKK yang bekerjasama dengan pihak DUDI adalah materi yang diujikan syarat kelulusan waktu pelaksanaan asesor serta sertifikatnya untuk UKK LSP diterbitkan oleh BNSP sedangkan UKK DUDI diterbitkan oleh institusi pasangan. Saran yang diberikan dari hasil penelitian yaitu (1) Kepada SMK yang belum membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1) disarankan untuk segera membentuk LSP-P1 mengingat Inpres No.9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dan kompetensi yang dimiliki oleh siswa setelah lulus dari SMK dapat diakui secara nasional (2) Kepada industri disarankan untuk membuka peluang yang lebih besar bagi SMK yang siswanya telah memiliki sertifikat yang berstandar nasional. Selain itu nama perusahaan akan menjadi lebih baik lagi jika karyawannya memiliki kompetensi yang diakui secara nasional (3) kepada pemerintah disarankan untuk lebih giat lagi dalam melakukan sosialisasi pada SMK untuk membentuk LSP-P1 (4) Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk membahas secara lebih mendalam sub penelitian dalam penelitian ini.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Departemen Teknik Mesin (TM) > S1 Pendidikan Teknik Mesin
Depositing User: library UM
Date Deposited: 12 Sep 2017 04:29
Last Modified: 09 Sep 2017 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/42665

Actions (login required)

View Item View Item