Febriana, Winny (2025) Studi analisis penentuan panjang efektif pada balok kantilever beton bertulang (studi kasus: gedung clubhouse amarta hills hotel and resort, Kota Batu) / Winny Febriana</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
p Balok kantilever merupakan salah satu elemen struktur penting yang hanya memiliki tumpuan jepit pada salah satu ujungnya sementara ujung lainnya bebas tanpa tumpuan. Karakteristik ini membuat balok kantilever banyak digunakan dalam bangunan modern karena mampu menciptakan bentuk struktur menggantung yang meningkatkan efisiensi ruang dan memberikan nilai estetik pada bangunan. Namun permasalahan utama yang sering muncul pada balok kantilever adalah terjadinya lendutan berlebih (over deflection) yang dapat memengaruhi kinerja layan menurunkan kenyamanan serta menimbulkan risiko kerusakan pada elemen non-struktural. Fenomena ini juga ditemukan pada struktur dak atap Gedung Clubhouse Amarta Hills Hotel and Resort di Kota Batu di mana balok kantilever sepanjang 4 meter menunjukkan lendutan yang jelas terlihat secara visual setelah proses konstruksi selesai. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh variasi bentang dan jarak antarbalok terhadap nilai lendutan rasio lendutan terhadap panjang bentang ( delta /L) serta kebutuhan material sehingga dapat ditentukan konfigurasi balok yang paling efektif. Metode penelitian menggunakan pemodelan numerik berbasis perangkat lunak Staad.Pro untuk analisis global rangka struktur dan Abaqus CAE 2019 untuk analisis elemen hingga yang lebih detail pada model terpilih. Variasi yang diteliti terdiri dari tiga panjang bentang balok (3 5 m 4 0 m dan 4 5 m) dengan empat variasi jarak antarbalok (1 6 m 2 0 m 2 67 m dan 4 0 m) menghasilkan total 12 model analisis. Parameter evaluasi meliputi lendutan maksimum rasio delta /L volume kotor balok jumlah tulangan tarik dan jumlah tulangan geser. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin panjang bentang nilai lendutan maksimum yang terjadi cenderung meningkat. Lendutan minimum untuk bentang 3 5 m sebesar 6 960 mm terjadi pada jarak antarbalok 4 m untuk bentang 4 0 m sebesar 8 045 mm pada jarak 2 67 m sedangkan untuk bentang 4 5 m sebesar 9 064 mm juga pada jarak 2 67 m. Rata-rata rasio delta /L seluruh model tercatat sebesar 0 00202 masih berada sedikit di bawah batas kelayanan SNI 2847 2019 yaitu 0 002083 sehingga semua model dinyatakan memenuhi kriteria kelayanan. Berdasarkan kombinasi parameter efisiensi material dan kinerja struktural model M35-400 ditetapkan sebagai model paling efektif karena memiliki lendutan terkecil volume kotor minimum kebutuhan tulangan tarik paling sedikit dan jumlah tulangan geser yang relatif rendah. Analisis Abaqus pada model ini menunjukkan regangan maksimum 1 544 times 10 sup3 di daerah tumpuan atas serta tegangan longitudinal maksimum 28 63 MPa (tarik) dan minus 34 27 MPa (tekan). Temuan ini menegaskan bahwa variasi bentang dan jarak antarbalok sangat berpengaruh terhadap perilaku deformasi balok kantilever dan pemilihan konfigurasi yang tepat mampu menghasilkan desain yang lebih efisien dan aman untuk diterapkan. /p
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Teknik (FT) > Departemen Teknik Sipil (TS) > S1 Teknik Sipil |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 01 Oct 2025 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/425872 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
