Pengaruh penambahan intermittent aeration pada horizontal subsurface flow constructed wetlands terhadap penurunan konsentrasi polutan air limbah domestik / Esty Adelin Tambunan</p> - Repositori Universitas Negeri Malang

Pengaruh penambahan intermittent aeration pada horizontal subsurface flow constructed wetlands terhadap penurunan konsentrasi polutan air limbah domestik / Esty Adelin Tambunan</p>

Tambunan, Esty Adelin (2025) Pengaruh penambahan intermittent aeration pada horizontal subsurface flow constructed wetlands terhadap penurunan konsentrasi polutan air limbah domestik / Esty Adelin Tambunan</p>. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

p Air limbah domestik dihasilkan dari aktivitas manusia yang menempati suatu bangunan memerlukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan auntuk mencegah terjadinya pencemaran dan menjaga kualitas lingkungan. Air limbah domestik yang dibuang ke lingkungan sudah semestinya memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan oleh Permen LHK No 68 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan pengolahan air limbah domestik pada kampus khususnya di Graha Rektorat Universitas Negeri Malang (UM) menggunakan Horizontal Subsurface Flow Constructed Wetlands (HSSFCW) dengan penambahan aerasi intermiten. Eksperimen dalam penelitian ini dilakukan menggunakan skala Laboratorium. Sistem pengolahan terdiri dari bak ekualisasi HSSFCW aerasi di permukaan aerasi di bagian bawah dan tanpa penambahan aerasi. Eksperimen dalam penelitian ini dilakukan menggunakan skala laboratorium dengan HRT 36 jam. Hasil penelitian menunjukkan pengolahan menggunakan sistem HSSFCW dengan penambahan aerasi intermiten mampu menurunkan konsentrasi pencemar air limbah domestik. Pada aerasi atas mampu dalam menyisihkan polutan parameter COD hingga 65 56% BOD hingga 87 30% TSS hingga 90 02% dan Total coliform hingga 92 32%. Pada aerasi bawah mampu menyisihkan polutan parameter COD hingga 64 97% BOD hingga 87 57% TSS hingga 92 10% dan Total coliform hingga 90 98%. Pada tanpa aerasi mampu menyisihkan polutan parameter COD hingga 64 97% BOD hingga 87 12% TSS hingga 90 79% dan Total coliform hingga 75 78%. Hasil penelitian menunjukan bahwa penurunan konsentrasi pada air limbah domestik menggunakan HSSFCW dengan penambahan aerasi lebih baik dibandingkan tanpa aerasi. Aerasi mampu meningkatkan kadar oksigen terlarut pada air limbah. /p

Item Type: Thesis (Diploma)
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Departemen Teknik Sipil (TS) > S1 Teknik Sipil
Depositing User: library UM
Date Deposited: 25 Jun 2025 04:29
Last Modified: 09 Sep 2025 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/425859

Actions (login required)

View Item View Item