Pristiyasa (2016) Analisis ketangguhan dan cacat mikro logam Al-Si hasil pengecoran dengan variasi jenis fly ash dan bentonit sebagai pengikat cetakan pasir dengan metode green sand mold / Pristiyasa. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK Pristiyasa. 2016. Analisis Ketangguhan dan Cacat Mikro Logam Al-Si Hasil Pengecoran dengan Variasi Jenis Fly Ash dan Bentonit Sebagai Pengikat Cetakan Pasir dengan Metode Green Sand Mold. Skripsi Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Putut Murdanto S.T. M.T (II) Rr. Poppy Puspitasari S.Pd. M.T. Ph.D. Kata Kunci Ketangguhan Cacat Mikro Logam Al-Si Green Sand Mold Bentonit Fly Ash. Pengecoran logam dengan teknik Green Sand Mold atau cetakan pasir basah merupakan teknik pengecoran yang umum digunakan. Pengikat dalam cetakan pasir yang umum digunakan adalah bentonit. Penelitian terdahulu membuktikan bahwa bentonit merupakan pengikat ideal bagi cetakan pasir basah. Harga bentonit yang tinggi mendasari penelitian ini menggunakan fly ash sebagai campuran pengikat. Fly ash merupakan abu sisa pembakaran batubara yang melimpah sehingga diperlukan usaha untuk mengatasinya. Karakteristik dari fly ash yang mirip dengan bentonit dapat digunakan sebagai pengikat cetakan pasir basah. Aluminium (Al) adalah salah satu logam non ferro yang memiliki berat jenis ringan ketahanan terhadap korosi dan mampu cor yang baik. Pemanfaatan aluminium bekas merupakan alternatif untuk menanggulangi kelangkaan bahan baku aluminium yang semakin luas digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penambahan fly ash sebesar 1% 2% 3% sebagai pengikat green sand mold terhadap ketangguhan impak serta cacat mikro. Metode dalam penelitian ini menggunakan pre-experimental one shoot case study. Langkah pengujian impak dalam penelitian ini menggunakan metode Charpy. Pada metode Charpy nilai ketangguhan spesimen diperoleh dari pemberian beban pada pendulum. Spesimen pengujian impak dibentuk sesuai standar ASTM E 23 56T. Langkah pengujian struktur mikro menggunakan alat uji foto mikro Handheld Digital Microscope. Permukaan spesimen pada pengujian ini diratakan dan dihaluskan sebelum pemberian cairan etsa. Permukaan spesimen yang telah di etsa dilihat struktur mikronya menggunakan alat Handheld Digital Microscope. Bedasarkan hasil penelitian menunjukkan ketangguhan impak fly ash kelas C dan F semakin menurun seiring dengan penambahan kadar fly ash pada cetakan pasir basah pengecoran paduan Al-Si berbasis material piston bekas. Penurunan ini dikarenakan perbedaan kondisi cetakan pada saat penuangan logam cair dan perbedaan temperatur logam yang menurun saat penuangan berlangsung. Berdasarkan penelitian dapat diketahui pula jika fly ash kelas C memiliki nilai ketangguhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan fly ash kelas F. Penggunaan fly ash kelas C dilihat dari struktur mikro menghasilkan lebih sedikit cacat coran dibandingkan dengan fly ash kelas F. Hal ini disebabkan karena perbedaan pada bentuk partikel fly ash. Bentuk partikel fly ash kelas F berdasarkan hasil pengujian SEM-EDX menunjukkan kecenderungan tidak seragam. Berbeda halnya dengan bentuk senyawa kristal fly ash kelas C yang menunjukkan kecenderungan seragam.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Teknik (FT) > Departemen Teknik Mesin (TM) > S1 Pendidikan Teknik Mesin |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 25 Aug 2016 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2016 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/42583 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
